WFH Aman Tanpa Burnout, Ikuti 4 Tips Berikut Agar Lebih Produktif


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Bekerja dari rumah kini sudah menjadi hal lumrah bagi karyawan kantoran sejak pandemi Covid-19 resmi diumumkan di Indonesia.
WFH bagi karyawan tentu menguntungkan karena menghemat biaya transportasi dan dapat lebih dekat dengan keluarga.
Akan tetapi, terus berada di rumah tanpa selingan aktivitas juga membuat jenuh dan kurang produktif dalam bekerja.
Sebelum membahas apa itu burnout, kenali apa itu burnout dan gejalanya.

Burnout adalah…

Mengutip laman Psychology Today, burnout adalah keadaan ketika manusia merasa lelah, emosional secara mentarl dan seringkali fisik. Kondisi ini disebabkan stres berkepanjangan atau berulang.
Apa yang menyebabkan seseorang mengalami burnout? Enggak cuma bekerja dalam waktu yang lebih lama dengan berbagai tugas dan pekerjaan.
Burnout muncul ketika seseorang tak dapat mengontrol pekerjaan yang dilakukan ketika bekerja di kantor maupun rumah. Kondisi ini semakin parah ketika tidak ada support system yang mendukungnya.
Laman Healthline menuliskan, istilah burnout dicetuskan Herbert Freudenberger bersama Gail North.
Mereka menjabarkan 12 tahapan ketika seseorang menuju burnout, beberapa di antaranya yaitu ambisius, terlalu fokus, tidak sabaran, menarik diri, merasa kehilangan diri sendiri, merasa kosong dan sering cemas, hingga depresi.
Sebelum itu terjadi, yuk kita kenali bagaimana cara menghindari kondisi burnout.

Tips Mengatasi Burnout

Jika rasa cemas dan depresi terus dibiarkan, produktivitas kamu nantinya ikut menurun dan berdampak pada hasil performa kerja kamu.
Berikut empat tips agar kamu dapat terhindar dari kondisi burnout:

1. Bikin batas jam kerja sendiri

Siapkan catatan kecil maupun notes di laptop kamu sebelum mulai bekerja.
Pastikan kamu sudah menyusun apa yang akan dilakukan dengan detail jam kerja.
Jangan lupa masukkan jam makan siang saat beristirahat agar kamu tidak terlalu penat di depan laptop.
Banyak orang mengalami risiko masalah psikososial ketika bekerja di rumah karena tidak memiliki batas jam kerja dan tidur yang jelas.
Berbeda ketika dulu bekerja di kantor yang memiliki jam batas pulang dan waktu untuk bersantai di akhir pekan.
Menyisihkan 15 hingga 30 menit sudah sangat cukup untuk kamu sejenak menjauh dari area meja kerja kamu.
Hindarkan juga diri kamu dari hal-hal lain yang mendistraksi seperti ponsel.

2. Bersosialisasi

Menyapa dengan sekadara “Hi” ke anggota rumah sangat penting untuk menjaga kewarasan kamu.
Dengan bersosialisasi, kamu tetap aktif berkomunikasi dengan orang lain.
Kamu pun dapat bersosialisasi dengan rekan kerja melalui video call membahas hal-hal menarik.

3. Me Time

Bekerja keras itu baik, tetapi jangan lupa kamu butuh waktu untuk menyenangkan diri kamu sendiri.
Bikin jadwal me time selepas kerja atau saat weekend sangat dianjurkan agar kamu terhindar dari efek burnout.
Bisa dengan menonton film, membaca buku, bermain musik, belanja online, atau bermain game ringan di HP.

4. Open Minded

Ketika kamu bekerja di rumah, situasinya akan berbeda dengan bekerja di kantor.
Di kantor kamu perlu bertegur sapa dan menyapa membahas soal pekerjaan. Sementara di rumah kamu bertemu anggota keluarga dan berbusana kasual.
Sobat desty tentu memiliki teman kantor yang biasa diajak bercanda dan bercerita. Nah, hal itu pun bisa kamu lakukan ketika bekerja di rumah.
Dengan menerima keadaan tersebut dan mulai terbiasa, kamu akan terhindar dari kondisi burnout.
Itulah secuplik tips anti burnout ketika kamu bekerja di rumah saat pandemi Covid masih berlangsung.
Pastikan kamu tetap melakukan hal-hal yang menyenangkan din tengah banyaknya pekerjaan.
Dengan bekerja produktif dan memiliki manajemen waktu yang baik, kamu bakal terhindar dari situasi burnout.
Yuk, tetap produktif bekerja, Sobat desty!