UMKM: Arti, Kriteria, Contoh Usaha, dan Cara Mengelola


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Kontribusi Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) menarik perhatian pemerintah dan publik. Terdapat kenaikan signifikan PDB yang membantu perekonomian Indonesia.
Pada Oktober 2020, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan UMKM berhasil menyumbangkan PDB lebih dari 60 persen dan hingga April 2020 penjualang secara daring meningkat 480 persen dibanding Januari 2020.
Tentunya ini menjadi sinyal positif bukan untuk merintis UMKM di negara sendiri? Terlebih saat ini transaksi digital lebih menguntungkan banyak pihak dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Sebelum lebih lanjut mencari tahu ide UMKM yang ingin kamu mulai, kenali dulu yuk arti dari UMKM beserta contohnya.

Apa itu UMKM?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Pemerintah menetapkan pengertian tentang UMKM dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Dapat disimpulkan, UMKM adalah bisnis yang dijalankan seorang, rumah tangga atau badan usaha dalam skala kecil. Penggolongan kriteria UMKM dikelompokkan berdasarkan aset atau jumlah kekayaan, omzet, serta jumlah pegawai dalam suatu usaha.

Kriteria UMKM

Merujuk dari UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, ada tiga kriteria untuk menentukan jenis usaha dalam UMKM, yaitu:

1. Usaha mikro

Kriteria usaha mikro adalah memiliki kekayaan bersih terbanyak 50 juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 300 juta rupiah.
Contoh usaha mikro:
  • Kuliner rumahan di kedai yang melayani penjualan di tempat maupun pelayanan secara online.
  • Toko kelontong yang dapat dilakukan di rumah menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari.

2. Usaha kecil

Kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari 50 juta rupiah hingga terbanyak sejumlah 500 juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 300 juta rupiah hingga terbanyak 2 miliar 500 juta rupiah.
Contoh usaha kecil:
  • Jasa cuci kendaraan, usaha ini acapkali menjadi penyelamat di kala musim hujan.
  • Jasa cuci baju, umumnya jasa ini dicari oleh para perantau di area kampus, sekolah, dan perkantoran.

3. Usaha menengah

Kriteria usaha menengah adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari 500 juta rupiah hingga terbanyak 10 miliar rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 2 miliar 500 juta rupiah hingga terbanyak 50 miliar rupiah.
Contoh usaha menengah:
  • Memiliki perkebunan yang menghasilkan sayuran serta buah-buahan segar berkualitas baik.
  • Bengkel, unit usaha di bidang otomotif ini dapat masuk dalam kategori usaha menengah. Selain menyediakan jasa servis, bengkel juga menyediakan spare part kendaraan.

Contoh UMKM

Ada beberapa contoh UMKM yang bisa kamu coba sebagai pebisnis pemula. Apa saja contoh UMKM dan cara mengelola usaha? Berikut di antaranya:

1. UMKM di bidang kuliner

Bisnis kuliner merupakan contoh usaha mikro yang bisa kamu coba. Saat ini, bisnis kuliner begitu populer terlebih didukung dengan aplikasi seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
Untuk memulai bisnis kuliner pastikan kamu memiliki akun di media sosial untuk mempromosikan produk. Jangan lupa gunakan teknik promosi di area komunitas kamu untuk mendapatkan feedback dan testimoni.

2. UMKM di bidang fashion

Usaha di bidang fashion dapat kamu mulai dengan toko online atau bergabung di marketplace. Produk lokal yang saat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan publik tentu menjadi golden moment untuk mendirikan bisnis ini.
Berbisnis menggunakan marketplace umumnya dapat menjangkau pelanggan hingga ke luar negeri. Kamu bisa menggunakan sistem dropship untuk menghindari penumpukan produk.

3. UMKM di bidang kecantikan

Bisnis di bidang produk kosmetik dan kecantikan pun mendapat perhatian di tiap tahunnya. Kamu dapat melihat brand-brand lokal dalam lima tahun terakhir mulai dipromosikan di media sosial.
Untuk memulai usaha di bidang kecantikan, coba dengan menjual produk brand favorit kamu terlebih dulu. Saat ini banyak yang menggunakan produk dengan bahan alami dan organik.
Target pasar kamu enggak terbatas untuk perempuan aja, Sobat desty. Kamu bisa menyasar pada laki-laki yang merawat kesehatan kulit dan kebersihan wajah.

Cara Mengelola UMKM di Era Digital

UMKM dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Setelah mengetahui apa itu UMKM, kriteria, dan contohnya, saatnya kamu untuk mengetahui cara beradaptasi di era digital sebagai seorang seller atau pebisnis.
Berikut cara mengelola UMKM di era digital saat ini:

1. Google Bisnisku

Google Bisnisku hadir untuk mengelola usaha kamu secara online di Google. Publik dapat menemukan detail identitas usaha kamu seperti alamat usaha, nomor telepon, jam buka, hingga lokasi pada peta untuk menuju ke alamat usaha kamu dengan mudah.

2. Media Sosial

Era digital sekarang membantu seller meningkatkan penjualan karena adanya media sosial. Semula media sosial yang menjadi tempat hiburan dan berbagi aktivitas kini beralih menjadi lapak jualan dan promosi yang menjanjikan.
Beberapa media sosial yang bisa kamu gunakan untuk berjualan antara lain Instagram, Twitter, TikTok, dan Facebook. Masing-masing dari platform online juga menyediakan platform iklan khusus untuk kamu berjualan seperti TikTok for Business, Instagram Ads, dan Facebook Ads.
Melihat banyaknya akun media sosial dan marketplace, tentu enggak cukup untuk disematkan dalam profil akun jualan kamu. Rangkum beberapa link jualan kamu dengan desty.page. Situs mikro ini memudahkan kamu dan pelanggan dalam bertransaksi sekaligus menampilkan info terkini bisnis kamu. Jadi, enggak perlu khawatir pelanggan berhenti di tengah jalan saat melihat-lihat etalase toko kamu di media sosial.

Gunakan Desty Page

Desty Link in Bio.jpg
desty.page adalah layanan penyedia link-in-bio sekaligus landing page dengan fitur lengkap, praktis, dan bisa bikin cuan banget. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan secara gratis untuk menunjang profiling dan branding akun kamu di media sosial.
Umumnya, desty.page digunakan oleh pebisnis online, influencer, content creator, dan kamu yang pingin berbagi link praktis meringkas jejak digital kamu. Eits, enggak terbatas juga lho buat kamu yang pingin bikin portfolio digital buat melamar pekerjaan.
Ada apa aja fitur di desty.page? Kamu enggak cuma mengunggah link, tetapi ada gambar, mengatur tampilan carousel, grid, menyematkan video dari media sosial lain seperti YouTube, TikTok, Instagram, juga audio seperti musik podcast atau musik favorit kamu.
Fitur umum yang dapat kamu temukan di desty.page antara lain teks, berbagi link, pemilihan model ikon media sosial, serta divider. Ada juga fitur payment, menambahkan dokumen dari Google Drive PDF, personalisasi logo link-in-bio atau favicon, dan terintegrasi dengan desty.store. Kamu bisa bikin sampai lima sub pages desty.page dari satu akun.
desty.page juga memiliki fitur yang mendukung kamu para pejuang e-commerce seperti menambahkan produk dari marketplace, menunjukkan store rating toko online kamu, dan mempromosikan voucher dari toko kamu.
Semua fitur di desty.page bisa kamu dapatkan tanpa berlangganan alias gratis.