Tren Bisnis Tanaman Masih Oke? Simak 4 Ide Jualan Berikut


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pandemi membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Hal ini yang menyebabkan orang-orang membeli tanaman untuk tetap produktif di rumah.
Sobat desty juga pasti pernah bertemu dengan orang yang merawat tanaman sejak pandemi bukan? Atau mungkin kamu sendiri tengah merencanakan bisnis tanaman?
Hingga tahun 2022, angka Covid masih naik turun ditambah dengan datangnya beberapa varian baru seperti Delta dan Omicron.
Enggak menutup kemungkinan pada masa mendatang kasus Covid terus meningkat.
Nah, apakah bisnis tanaman masih relevan sampai sekarang? Tentunya masih bisa. Sebab, jual beli tanaman akan lebih laku jika kamu bergabung dalam komunitas.
Di samping itu ada beberapa riset kecil dari desty untuk membantu kamu yang masih ragu jika ingin berbisnis tanaman.

Ide Bisnis Tanaman Hias

Untuk sekarang ini ada beberapa jenis tanaman yang bisa kamu jadikan peluang bisnis. Berikut tanaman-tanaman yang bisa jadi pertimbangan Sobat desty dalam berbisnis:

1. Tanaman Kaktus

Siapa yang menyangka kaktus yang tumbuh di padang gurun kini dapat dipelihara di rumah?
Meski sekarang terlihat angin-anginan, ada banyak varian tanaman kaktus yang bisa kamu jadikan bisnis.
Ada kaktus agave, centong, gymno, koboi, noto, mammillaria, dan sansevieria.
Harga normal untuk kaktus berukuran kecil dimulai kisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Tanaman kaktus umumnya dibeli untuk mempercantik interior rumah atau taman.

2. Tanaman Bonsai

Tanaman kecil selain kaktus yang juga kerap dicari adalah bonsai.
Tanaman hias bonsai diprediksi masih bakal diburu karena bentuknya yang mungil dan lebat.
Bonsai merupakan tanaman liar yang sengaja dibikin kecil agar dapat ditanam di pot dan menjadi hiasan rumah.
Enggak semua tanaman dapat dibuat bonsai. Ada beberapa jenis tanaman yang lazim dibuat bonsai seperti adenium, anting putri, azalea, beringin, bougenville, cemara, juga pohon anggur.
Harga tanaman bonsai dapat dijual mahal hingga di kisaran 2-5 juta rupiah.
Di luar negeri, ada juga bonsai yang punya nilai hingga miliaran rupiah. Prinsipnya, semakin unik dan langka tanaman bonsai itu, biasanya makin mahal.

3. Tanaman Rambat

Pernah melihat tanaman merambat di dinding? Jika iya, itu dinamakan tanaman rambat.
Tanaman rambat membuat dinding rumah tampak lebih menyatu dengan alam dan membuatnya tampak teduh.
Ada dua jenis tanaman rambat yang dikembangkan yakni berjenis daun dan bunga.
Kedua jenis tanaman rambat memiliki pasar masing-masing karena sama-sama indah.
Harga jual tanaman rambat tergantung pada jenisnya. Salah satu yang paling mahal ada tanaman rambat flame of irian yang paling murahnya di atas 200 ribuan rupiah.

4. Tanaman Kalatea (Calathea)

Satu lagi tanaman hias yang lagi ngetren dan sepertinya masih akan ngetren adalah kalatea. Bentuk daun hias asal daerah tropis Amerika ini biasanya ditanam di dalam pot.
Ada banyak jenis tanaman kalatea yang biasa dijual di Indonesia antara lain louisae, ornata, orbifolia, roseopicta, hingga makoyana.
Semua tanaman kalatea memiliki karakteristiknya sendiri dan bisa mengakomodirkan selera banyak orang yang variatif.
Harga tanaman kalatea sendiri bermacam-macam. Mulai dari 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung ukuran dan jenisnya.
Karena tanaman kalatea adalah bisnis dengan basis pasar hobi, jika kamu ingin ikut berjualan, sangat penting untuk bangun koneksi.

Promosi Bisnis via Media Sosial

Selain membangun koneksi dan ikut dalam komunitas, kamu juga dapat mempromosikan produk jualan lewat media sosial.
Promosi paling sederhana dapat melalui Instagram. Kamu tinggal mengunggah tanaman dengan angle menarik kemudian tuliskan deskripsi tanaman.
Soal harga sebaiknya tidak cantumkan dan beri keterangan hubungi kontak WhatsApp pada link in bio.
Nah, di sini kamu bisa menggunakan desty.page untuk memasukkan nomor WhatsApp juga metode pembayaran yang dapat digunakan untuk bertransaksi.
Memangnya kenapa kalau menaruh harga dan nomor WhatsApp di deskripsi foto? Nantinya enggak ada interaksi antara penjual dan pembeli.
Dengan link in bio kamu pun bisa memperbarui jangkauan audiens enggak cuma di Instagram tetapi juga TikTok, Twitter, dan Facebook. Kamu pun dapat menyambungkan link marketplace ke dalam desty.page.
Lebih mudah dan praktis bukan? Setelah mengetahui jenis-jenis tanaman untuk ide bisnis, jangan lupa siapkan strategi pemasaran kamu, Sobat desty.
Good luck!