Tentang Olshop dan Tips untuk Mengembangkannya


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Seberapa jauh kamu tahu tentang apa itu olshop?
Perkembangan teknologi informasi sangat cepat. Beberapa hal yang satu dekade lalu masih merupakan impian dan mustahil untuk terwujud malah sekarang menjadi sesuatu yang bisa dilakukan oleh masyarakat.
Ketika raksasa teknologi Apple memperkenalkan smartphone pertama mereka, pernahkan berpikir untuk bisa berbelanja hanya dengan menggunakan perangkat pintar tersebut? Awalnya sih pasti berpikir mustahil karena belum adanya sarana dan prasarana untuk melakukannya, seperti developer, aplikasinya, hingga pihak-pihak yang berperan dalam menghidupkan tren berbelanja lewat internet.
Namun kini hampir semua orang tahu apa itu olshop. Sebuah cara mudah dalam memenuhi kebutuhan, terutama di masa pandemi Covid-19 ini yang ‘mengajak’ masyarakat agar lebih banyak diam di rumah untuk menghindari penularan virus ini.

Apa itu olshop dan mengapa semakin banyak orang bergantung padanya?

Ilustrasi ketergantungan belanja di olshop.jpg
Untuk pengguna internet yang aktif menjelajah dunia maya, berbagai istilah baru pasti sudah sering kamu temui, terutama di media massa. Salah satu yang sering muncul adalah apa itu olshop. Satu tren baru bagi masyarakat dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhannya.
Meski sering muncul di Instagram, Twitter, Facebook, website, dan berbagai platform digital atau media sosial lainnya, sepertinya masih banyak yang belum paham arti sebenarnya dari apa itu olshop.
Secara fakta, olshop sendiri merupakan istilah dari sebuah akronim atau singkatan yang kini jadi populer di masyarakat. Kedua kata tersebut berasal dari Bahasa Inggris, yaitu online shopping. Artinya ini adalah kegiatan ekonomi atau belanja yang dilakukan oleh masyarakat secara daring dan menggunakan perangkat pintar yang memanfaatkan teknologi internet.
Di Indonesia olshop jauh lebih beken daripada belanja daring, yang merupakan terjemahan asli dari online shop tadi. Selain itu penggunaan kata olshop juga sangat dekat dengan kegiatan bisnis di dunia internet.

Istilah owner di dalam olshop

Ilustrasi owner olshop online shop.jpg
Dalam dunia olshop ada dua jenis owner yang harus kamu ketahui. Pada bahasa Indonesia sendiri owner merujuk pada pemilik toko online. Nah, owner olshop inilah yang memiliki tugas sebagai pengendali perjalanan sebuah olshop
Selain tentang owner, hal lain tentang apa itu olshop yang harus kamu ketahui adalah tentang perbedaan antara reseller dan dropshipper. Reseller merupakan sebutan yang biasa terdengar di dalam dunia olshop di mana pekerjaan dari reseller ini adalah menjual sebuah produk dari pihak supplier ke konsumen. Lebih mudahnya, sebut saja tangan kedua.
Hal biasa yang dilakukan oleh reseller dalam menjalankan bisnis olshop-nya adalah membeli barang dalam jumlah banyak dari supplier dengan menggunakan modal sendiri. Dari pembelian tersebut reseller memiliki stok penjualan yang nantinya akan menjadi produk penjualan kepada para konsumennya.
Di sisi lain, arti dari dropshipper adalah mereka yang menjalankan bisnis online shopping dengan cara menjual produk daripada supplier tanpa harus melakukan stok barang terlebih dahulu. Singkatnya, dropshipper memberikan penawaran lewat katalog. Bila ada pembelian, penjual akan menghubungi supplier untuk melakukan pengiriman tetap menggunakan nama dropshipper.

Selain olshop sendiri, ada banyak istilah unik dari dunia belanja daring

Istilah olshop ternyata tidak sendirian. Setelah memahami tentang apa itu olshop, sebaiknya kamu juga tahu tentang berbagai istilah unik yang erat kaitannya dengan dunia belanja daring. Tujuannya? Tentu saja bakal sangat berguna bila saat ini atau nantinya kamu ada keinginan untuk terjun ke bisnis online tersebut.
Supaya bisa ikut arus, langsung saja pelajari dan pahami tentang berbagai istilah menarik dan unik di dunia olshop. Apa saja?
  • Free Ongkir: Merupakan istilah dari gratis ongkos kirim.
  • Sold Out: Artinya barang yang ‘sold out’ tersebut stoknya telah terjual habis.
  • K: Merupakan pengganti kata ribuan. Misal, angka 50 ribu akan disebut 50K.
  • Available: Stok ada dan barang siap diangkut ke rumah pembeli.
  • Booked: Barang ‘booked’ berarti sudah ada yang pesan.
  • Offline: Artinya pembelian barang hanya bisa melalui sistem COD
  • Online: Kebalikan dari offline, barang tersedia secara online dan siap kirim.
  • Slow Respon: Situasi di mana pembeli atau penjual lambat dalam merespon pesan.
  • Fast Respon: Artinya penjual cepat, cekatan dalam melayani pembelian.
  • Pcs/Item: Menunjukkan jumlah atau kuantitas barang.
  • Sale: Barang yang harganya sedang promo atau diskon.
  • Last Stock: Stok terakhir, biasanya sebagai pertanda agar pembeli segera membeli.
  • Price List: Harga barang.
  • PM/DM: Pengiriman pesan secara personal atau lewat inbox email.
  • SCDD: Singkatan dari ‘Siapa Cepat Dia Dapat.’
  • Mark up: Harga dinaikkan.
  • Price: Dari bahasa Inggris yang artinya harga barang.

Bagaimana cara kembangkan olshop?

Ilustrasi mengatur olshop.jpg
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap olshop, kamu harus tahu bagaimana caranya supaya bisa mengembangkan bisnismu. Tujuannya tentu saja supaya bisa menjaring lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pendapatan.
Dalam mengembangkan olshop ada enam hal yang wajib kamu perhatikan.

1. Mengoptimalkan halaman produk

Harus kamu pahami bahwa dirimu tak sendirian di dunia olshop. Terdapat jutaan manusia yang semakin memahami apa itu olshop dan bagaimana mengembangkannya. Untuk itu ketahui bagaimana cara mengoptimalkan halaman produk lewat SEO atau optimalisasi mesin telusur.
Dengan menguasai SEO, setidaknya toko online milikmu akan lebih unggul dalam pencarian, yang akan menjadi nilai tambah dari sebuah olshop.

2. Tahu bagaimana memanfaatkan media sosial untuk dukung olshop

Bagi online shop, media sosial merupakan sebuah etalase raksasa. Tujuannya adalah memberi informasi sekaligus memamerkan beragam produk jualanmu, seperti aplikasi Instagram, Twitter, Facebook, atau Pinterest.
Namun sebelum terjun ke platform digital tersebut, sebaiknya ketahui tentang kebiasaan target konsumen, tempat di mana mereka berkumpul. Dengan mengetahui hal ini tentunya lebih mudah memfokuskan diri dalam proses marketing lewat platform digital tersebut.
Untuk menjaring lebih banyak pelanggan, gunakan tautan yang menjadi jembatan dari dan ke berbagai media sosial. Misalnya dengan bantuan desty.App, yang memiliki fitur desty Page untuk membuat landing page dari bio link Instagram. Hanya lewat satu tautan, pelanggan bisa terhubung ke berbagai bisnis online milikmu.

3. Kumpulkan email lewat form daftar

Jangan lepaskan calon pelanggan potensial. Meski mereka tak jadi melakukan pembelian, setidaknya miliki data pribadi mereka berupa alamat email dari formulir pendaftaran. Dengan memiliki ‘jejak’ mereka, kamu akan lebih mudah melakukan follow-up, apakah sekarang sudah siap bertransaksi atau masih butuh waktu lagi untuk melakukan pembelian.

4. Ketahui tentang memanfaatkan upselling dan cross-selling

Upselling dan cross-selling merupakan cara yang efisien dalam meningkatkan keyakinan pelanggan untuk melakukan pembelian. Kamu juga bisa membantu mereka untuk mengetahui lebih banyak penawaran dari olshop kamu.
Upselling merupakan teknik penjualan dengan cara menawarkan produk yang lebih baik dan lebih mahal daripada yang pelanggan lihat di halaman produk atau halaman pembayaran.
Sementara cross-selling adalah cara penjualan dengan menyarankan produk tambahan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan terhadap produk yang sudah ada di keranjang belanja mereka.

5. Kemudahan dalam bertransaksi

Tentu saja konsumen itu maunya berbelanja dengan mudah, bahkan hingga dalam proses pembayarannya. Dalam hal ini, akan lebih baik kalau kamu memiliki metode pembayaran yang lebih luas dan banyak. Alasannya, pembeli cenderung malas meneruskan transaksi bila tidak ada opsi pembayaran sesuai dengan keinginannya. Setidaknya, dengan adanya beberapa pilihan cara pembayaran, konsumen bisa memilih salah satunya.

6. Meningkatkan kenyamanan para pelanggan

Apa saja yang harus kamu lakukan agar pelanggan makin betah berbelanja di tempatmu? Pastinya ada banyak cara. Namun yang termudah dan pasti mendapat sambutan positif dari pembeli adalah promo. Bisa berupa diskon, potongan harga, atau membebaskan biaya pengiriman.
Itulah yang bisa kamu ketahui tentang apa itu olshop dan bagaimana cara untuk mengembangkannya. Sudah siap berbisnis di dunia internet?