Tips dan Cara Jualan Online untuk UMKM di Masa PPKM


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Jualan online untuk sekarang ini masih sangat menjanjikan. Memang agak boncos di biaya ongkir dan layanan jika tidak ada promo, tetapi bikin transaksi jual beli lebih praktis.
Untuk pelaku UMKM bisa mengadopsi cara jualan online zaman sekarang dengan memanfaatkan berbagai tools untuk analisis perilaku konsumen dan media sosial.
Lebih lanjut soal optimasi jualan online untuk UMKM, berikut tips dan contoh-contoh produk UMKM yang bisa dijual pelaku UMKM selama masa PPKM berlangsung.

Tips Jualan Online bagi UMKM di Masa PPKM

Jualan online bisa dibilang menyelamatkan sumber pemasukan orang-orang di tengah gentingnya angka Covid yang kadang naik turun.
Bukti nyata jualan online itu berhasil, dapat dilihat dari masifnya transaksi jualan online dan pelaku usaha yang memiliki situs untuk jualan dan situs toko resmi.
Untuk pelaku UMKM kebiasaan baru ini dapat diadaptasi dengan menjual produk atau jasa melalui secara online dan terus berinovasi.
Berikut beberapa tips jualan online bagi pelaku UMKM di masa PPKM:

1. Bikin Situs Resmi untuk Jualan

Punya situs resmi untuk jualan online sekarang ini terbilang sangat menguntungkan. Terlebih dibantu mesin pencari Google yang kini menjadi andalan pengguna internet untuk menggali informasi.
Manfaatkan website builder yang kini menyediakan fitur-fitur premium tanpa biaya langganan. Misalnya saja Wordpress, WIX, dan website builder lain.
Namun, sekarang ini ada penyedia situs resmi khusus untuk jualan yang lebih praktis untuk penjual online dan merchants yaitu Desty Store.
Desty Store memudahkan penjual menaruh produk-produk jualan beserta detail informasi perilaku konsumen. Fitur-fitur menarik disertai potongan harga khusus bikin penjual lebih mudah mengelola jualan online.
Jika sudah memiliki akun di Desty App, penjual tinggal mengikuti langkah-langkah yang diperlukan pada dashboard utama untuk membuat situs toko resmi.

2. Promosi via Media Sosial

Promosi via media sosial membuat estimasi biaya pemasaran lebih efisien dan mengurangi biaya mobilitas di awal usaha.
Untuk pelaku UMKM, gunakan media sosial untuk menjangkau lebih banyak audiens mulai dari Gen Z hingga Old Millennials.
Tampilan visual yang menarik serta praktis untuk promo produk memudahkan calon konsumen mengenal lebih dekat brand serta produk yang dipasarkan.
Contohnya penggunaan Instagram lebih kepada visual produk dan fungsinya, kemudian TikTok dengan praktik memanfaatkan fungsi produk serta sharing after-effect atau ulasan penggunaan produk.

3. Lengkapi Link in Bio

CTA link in bio kini menjadi kata-kata wajib untuk para penjual dan kreator ketika mempromosikan produk di media sosial.
Awalnya link in bio berfungsi digunakan untuk meringkas link daftar jualan online di marketplace. Biasanya, link jualan produk ditaruh berdasarkan nomor urut agar audiens lebih mudah mencari link produk.
Untuk pelaku UMKM, cara ini terbilang modern dan kekinian. Enggak ada salahnya untuk melengkapi bio IG dan TikTok dengan link in bio.
Desty App melalui Desty Page membantu kreator, online seller, dan merchants untuk lebih dekat dengan audiens melalui profiling usaha via link in bio.
Desty Page dengan fitur-fitur premium tanpa biaya langganan memudahkan penjual meringkas seluruh link lapak jualan online dalam satu link. Enggak cuma link, pengguna dapat berbagi nomor kontak, menampilkan etalase produk, serta fitur audio dan video.

4. Jualan di Marketplace Populer

Pelaku UMKM bisa memasarkan produk jualan melalui marketplace populer. Katakanlah saat ini nama Shopee dan Tokopedia sedang berjaya dan mendapat kepercayaan bagi mayoritas konsumen.
Dengan memiliki akun di marketplace, keuntungan lebih yang diperoleh adalah bergabung bersama komunitas yang disediakan oleh pihak marketplace maupun grup eksternal yang memang melakukan aktivasi di suatu marketplace.

5. Minta Feedback Pelanggan

Ketika jualan UMKM berhasil, jangan lupa minta masukan, kritik, atau saran dari pelanggan. Ulasan jujur dari pelanggan dapat menjadi perbaikan layanan pelaku usaha sekaligus menjadi informasi tambahan untuk calon pelanggan lain yang berniat melakukan transaksi.
Pastikan produk jualan UMKM memiliki kualitas yang dapat diterima target pasar agar mendapatkan ulasan menarik. Pun jika ulasan kurang menarik, dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM.

Produk Jualan UMKM yang Laris di Masa PPKM

Ada banyak produk jualan UMKM yang bisa dijual dan laris manis di masa PPKM, berikut rekomendasi produk yang bisa dipasarkan:

Masker

Masker saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama. Penggunaan masker sekarang ini pun diwajibkan oleh pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid.
Harga masker di marketplace terbilang bersaing, tetapi pelaku UMKM bisa membuat masker lebih inovatif seperti bahan-bahan yang digunakan untuk membuat masker.
Pelaku UMKM juga dapat menjadi solusi sampah masker yang menumpuk, misalnya menawarkan produk masker sekali pakai berbahan ramah lingkungan yang dapat diolah menjadi produk non-medis.

Tisu

Tisu menjadi barang wajib yang enggak cuma dibutuhkan oleh perempuan, tetapi juga laki-laki. Berbeda dengan zaman dulu saat tisu hanya ditemukan di tas teman-teman perempuan untuk kebutuhan merias.
Tisu sangat diperlukan ketika konsumen berkunjung ke rumah makan, berada di perjalanan, dan penggunaan kamar mandi umum.
Pelaku UMKM dapat melakukan inovasi dengan menjual tisu menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan dijual secara online.

Sabun Cuci Tangan Ekonomis

Sabun cuci tangan sekarang ini hanya ditemukan di ruang publik pada sudut tertentu atau di kamar mandi umum.
Pelaku UMKM dapat membuat terobosan dengan menjual sabun cuci tangan ekonomis bentuk padat sekali pakai berukuran mini yang dapat dibawa ke mana-mana.
Terlebih saat pandemi dan lonjakan angka Covid sekarang, kebersihan adalah yang utama. Hand sanitizer aja rasanya kurang cukup bersih untuk dipakai sebelum menyantap makanan di rumah makan.

Peralatan Kebersihan Diri

Sikat gigi, odol, dan pembersih gigi serta lidah sudah menjadi satu paket lengkap untuk kebutuhan bersih-bersih diri.
Untuk usaha UMKM, coba dengan memproduk peralatan kebersihan diri berbahan ramah lingkungan non-plastic. Selain ikut mengampanyekan pengurangan sampah plastik, bahan-bahan ramah lingkungan kini jadi preferensi calon konsumen jika membeli suatu produk.
Itu dia beberapa cara dan tips jualan untuk UMKM di masa PPKM. Meski angka Covid masih naik turun, tetap jaga kesehatan dan kondisi orang terdekat ya.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Store.jpg