TikTok: The Power of Content Branding?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Teman desty pengguna TikTok? Tentu udah enggak asing dong dengan platform yang satu ini. Beberapa konten viral dan evergreen seperti tips dan tutorial kini berasal dari TikTok. Bahkan tanpa kamu sadari, video vertikal di Instagram juga tertera label TikTok.
Dari data terbaru DataReportal, pengguna internet di Indonesia per Januari 2022 sebesar 73,7 persen dari total populasi atau total sekitar 204,7 juta pengguna internet.
Dibandingkan tahun lalu, ada pertambahan sekitar 2,1 juta pengguna internet atau sekitar 1 persen. Oakla memaparkan ada pertambahan kecepatan koneksi internet di Indonesia hingga 4,04 Mbps.
Bagaimana dengan perkembangan terkini media sosial di Indonesia? Platform berbasis konten video masih menjadi juaranya. Katakanlah ada Instagram, TikTok, dan YouTube yang familiar di Indonesia. Simak ulasan singkat berikut yuk!

Instagram

Platform Instagram menempati posisi keempat dalam kategori media sosial dengan pengguna aktif tertinggi. Rata-rata jumlah pengguna Instagram di dunia mencapai 1,478 miliar atau 18,7 persen dari populasi warga dunia per Januari 2022.
Namun, angka tersebut baru menghitung pengguna Instagram berusia 13 tahun ke atas. Sebagai informasi, hingga kini Instagram masih di-block dari China sehingga warga setempat membutuhkan VPN jika ingin mengakses Instagram.
Merunut data pengguna Instagram per Januari 2022, warga India menempati posisi tertinggi dengan total setidaknya 230,3 juta pengguna aktif Instagram. Disusul Amerika Serikat dengan 159,8 juta pengguna aktif, Brasil dengan 119,5 juta pengguna aktif, dan Indonesia dengan 99,2 juta pengguna aktif Intagram.
Bagaimana dengan demografi pengguna Instagram di dunia? Berdasarkan audiens iklan Instagram ada 49,3 persen pengguna aktif perempuan dan 50,7 persen pengguna aktif berjenis kelamin laki-laki.

YouTube

Update data terbaru per 28 Februari 2022, jumlah pengguna YouTube di dunia per Januari 2022 menempati posisi kedua dengan 2,562 miliar pengguna aktif YouTube. Angka ini diperoleh dari pengiklan.
Kira-kira ada sekitar 32,4 persen penghuni Bumi yang menggunakan YouTube, tidak termasuk mereka yang berusia 13 tahun ke bawah. Jika berdasarkan audiens berusia 18 tahun ke atas, rata-rata pengguna aktif YouTube di angka 2,094 miliar.
Dibandingkan dengan beberapa negara di dunia, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai pengguna aktif YouTube dengan total 139 juta pengguna. Pada peringkat pertama ada India dengan 467 juta pengguna aktif YouTube, disusul Amerika Serikat dengan 247 juta pengguna aktif.
Persentase demografi pengguna YouTube berdasarkan jenis kelamin, pengguna aktif YouTube laki-laki sebesar 53,9 persen dan pengguna aktif YouTube berjenis kelamin perempuan sebanyak 46,1 persen.

TikTok

Platform video TikTok merupakan pemain baru asuhan dari ByteDance. Pada September 2021, TikTok mengklaim total pengguna aktif mereka mencapai 1 miliar pengguna aktif bulanan di dunia.
Bagaimana total pengguna TikTok di dunia? Indonesia menempati posisi kedua dengan pengguna aktif TikTok sebesar 92,1 juta. Posisi pertama masih diungguli Amerika Serikat dengan 131 juta pengguna aktif. Data diambil per Januari 2022.
Melihat perbandingan pengguna platform video di atas, Indonesia masuk dalam lima besar pengguna pengguna aktif Instagram, YouTube, dan TikTok. Nah, gimana cara kita untuk memanfaatkan ini sebagai peluang melakukan personal branding?
TikTok Creator dari desty, Aland Dinda Pradana menjabarkan beberapa hal penting dalam webinar TikTok: The Power of Content Branding pada Rabu, 9 Maret 2022 bareng Teman desty.
tiktok branding

TikTok sebagai Platform Branding Bisnis

Apa yang dilihat di internet sekarang mayoritas merupakan konten. Kalau dulu kamu melihat billboard dan poster, sekarang bentuknya lebih banyak berupa digital di media sosial baik video maupun gambar.
Nah, berbicara soal jual-beli, ada proses meningkatkan kepercayaan diri dalam bekerja. Ada tiga komponen yang dijelaskan Aland Dinda Pradana dalam melakukan branding, di antaranya:
  • The Messenger: Brand atau Subject
  • The Opportunity: Parfum
  • The Dream: Orang beli parfum karena memiliki tujuan khusus
Ada empat tipe messenger yaitu: leader, adventurer, reporter, reluctant hero.
Messenger - Leader
Sosok ini lebih suka membimbing, menghindari kerikil atau obstacle yang terjadi, memberikan shortcut, dan sudah mencapai goal. Artinya dia sudah memiliki pengalaman.
Messenger - Adventurer
Hampir serupa dengan leader, tetapi belum mencapai titik goal. Namun, tipe ini dapat mengarahkan audiens untuk mencapai goal mereka.
Messenger - Reporter
Untuk mencapai tujuan, tipe ini akan mencari tahu dari orang lain dengan cara mewawancarai orang yang sudah berpengalaman. Dengan begitu, dia bisa melakukan persiapan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya.
Messenger - Reluctant Hero
Sosok ini nyaman di belakang panggung, tetapi akan keluar dari zona nyaman untuk meraih tujuan dalam berbisnis.
Sebelum melakukan branding, kenali apa kekuatan terbaik dalam diri kamu. Tiga poin mendasar yang bisa menjadi pertimbangan kamu seperti advantage, happiness, dan AHA Moment.

1. Advantage

Tulis tiga kelebihan yang memang kamu unggul dalam bidang tersebut. Dengan memahami poin ini, kamu bisa membuat konten tips dan tutorial yang bermanfaat untuk orang lain.

2. Happiness

Apa yang membuat kamu bahagia dalam berbisnis atau ketika menjalani hidup? Mungkin hal ini enggak bisa kamu ajarkan ke orang lain. Ini menjadikan kamu secara personal maupun bisnis kamu terlihat lebih unik.

3. AHA Moment

Hal-hal yang pernah terjadi dalam kehidupan berbisnis. Biasanya kamu akan menjadi lebih baik setelah ditipu seseorang hingga mengalami kerugian besar atau secara personal pernah diputuskan seseorang.
Selanjutnya, kenali karakteristik pengguna TikTok. Umumnya hal-hal yang dibagikan di TikTok sekadar hiburan.
“TikTok itu orang-orangnya lebih ke yang mencari hiburan karena capek bekerja, capek kuliah, atau capek setelah keluar, buka TikTok cari hiburan. Jadi ketika kalian (mengunggah) konten yang berat, itu enggak cocok di TikTok,” kata Aland.
Di samping itu, banyak viewers yang bertahan karena adanya konten tips dan tutorial di TikTok yang bermanfaat bagi viewers yang membutuhkan. Misalnya, tips rumah tangga untuk keluarga milenial, life hack dalam mengenali produk teknologi terkini, atau cara menghadapi HRD dalam wawancara kerja.

Power of Branding di Media Sosial

Dengan memperkenalkan akun kamu, maka audiens lebih mengenali siapa diri kamu. Di dunia internet, branding penting untuk memberikan kesan pertama yang baik.
Masalahnya, media sosial kini ada banyak macamnya. Selain Instagram, TikTok, dan YouTube, ada platform lain yang dapat menunjang branding bisnis kamu maupun secara personal.
Seperti website, Twitter, WhatsApp, dan marketplace tempat kamu berjualan. Ketika Teman desty memperkenalkan diri atau bisnis yang bergerak di bidang kosmetik, maka tampilkan produk unggulan dalam bentuk gambar dan testimoni pembeli.
Untuk merangkum semua itu, satu media aja enggak cukup. Kamu butuh landing page yang meringkas digital portfolio bisnis kamu.
Situs mikro desty.page bisa menjadi solusi kamu dalam melakukan branding bisnis maupun secara personal sebagai content creator. Tanpa biaya, kamu hanya perlu sign up dengan nomor handphone di sini dan siapkan materi apa yang ingin kamu tonjolkan dari diri kamu.
Selain itu, kamu bisa menampilkan langsung video YouTube, audio, maupun etalase foto yang mendukung branding bisnis maupun branding diri kamu secara personal. Kamu ingin menunjukkan diri sebagai podcaster? Sematkan link audio Spotify kamu di laman desty.page.
Apakah selain pebisnis dan content creator bisa bikin desty.page? Tentu bisa. Kamu yang baru lulus kuliah bisa lebih eksploratif dalam membingkai perjalanan perkuliahan dan magang kamu untuk menarik perhatian pewawancara.
Ketika hal-hal di atas dapat diringkas, tentunya akan mempermudah kamu juga target audiens kamu. Nah, kalau ada yang mudah kenapa harus cari yang sulit. Kalau ada yang gratis dan menghasilkan cuan, kenapa harus beralih ke produk berbayar?
Setelah menggunakan desty.page, ceritain pengalaman terbaik kamu bareng desty, ya!
Gimana, apakah kamu kini makin percaya media sosial punya kekuatan untuk branding bisnis kamu? Di antara TikTok, Instagram, dan YouTube mana platform yang bikin kamu tertarik Teman desty?