TikTok for Business: Pengertian, Fitur, dan Cara Menggunakan


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Kehadiran aplikas TikTok awalnya enggak begitu diindahkan, tetapi setelah strategi mereka berganti menjadi berbagi konten tips dan tutorial kini banyak konten yang melirik TikTok.
Konten viral di TikTok membuat dunia marketing terguncang. Yap, bagaimana caranya memasarkan produk dengan cara viral.
Konten viral dapat menjangkau audiens di luar target sekalipun. Lebih dari ratusan ribu orang pun akan melirik konten tersebut karena rasa penasaran.
Melihat angka fantastis yang diperoleh, tentu TikTok menjadi peluang besar untuk beriklan.
TikTok for Business hadir pada 2019. Artinya sudah sekitar dua tahun TikTok menjadi lapak jualan online para seller.
TikTok for Business atau TikTok Ads pada dasarnya layanan periklanan dari TikTok.
Sobat desty bisa menggunakan TikTok for Business untuk beriklan ke aplikasi TikTok dan aplikasi lain yang masih dalam satu jaringan.

Mengapa Harus Memasang Iklan di TikTok?

Konten viral dan tren terkini mayoritas memiliki label TikTok. Meski konten tersebut viral di Instagram, mayoritas konten berasal dari TikTok.
Artinya, kamu bisa meningkatkan brand awareness dengan cukup mudah.
Sekitar 60 persen pengguna aplikasi TikTok berumur di bawah 30 tahun. Jadi beriklan di aplikasi ini cocok untuk bisnis yang menargetkan anak muda.

Cara Pakai TikTok For Business

TikTok for Business
Untuk mendaftar sebagai member TikTok for Business Indonesia, kamu bisa membuka link ini.
Setelah mendaftar, kamu akan mendapat akses ke Ads Manager. Dari sini, kamu dapat membuat dan mengelola campaign atau iklan.
Ads Manager terdiri atas tiga bagian utama yaitu:
  • Campaign
Pada bagian campaign, kamu bisa memilih tujuan dalam memasang iklan. Apakah untuk meningkatkan awareness, traffic, view video, jumlah instalasi aplikasi, atau konversi.
Kamu juga perlu melakukan set up budget di section ini. Ada dua opsi budgeting yaitu daily dan lifetime.
  • Ad Group
Section kedua ini, hal pertama yang harus kamu setup adalah penempatan iklan atau placement.
Jika kamu memilih opsi Select, kamu bisa menentukan sendiri iklan tersebut akan tampil di aplikasi mana, apakah hanya TikTok atau aplikasi lain dalam jaringan ini.
Selanjutnya di bagian Targeting, kamu harus melakukan setup sasaran audiens.
Di bagian Budget and Schedule, kamu harus menetapkan nominal budget yang ingin dikeluarkan dan berapa lama program iklan tersebut akan berjalan.
Kamu bahkan bisa menentukan waktu spesifik kapan iklan harus tayang.
Pada bagian Bidding and Optimization, kamu perlu menentukan skema bid apakah cost per click, cost per view, cost per mille, dan lainnya.
Kamu juga harus menuliskan nominal bid yang ingin dibayarkan. Algoritma penayangan iklan akan menyesuaikan seberapa besar nominal bid.
  • Ads
Pada section Ads kamu akan melakukan konfigurasi iklan yang akan tayang.
Setelah membuat Nama Ads, tentukan formatnya: video atau gambar.
Kamu bisa membuat konten dengan sumber daya sendiri atau bisa juga memanfaatkan tools dari TikTok seperti Video Creation Kit (video template).
Kamu juga dapat menerapkan skema iklan berikut: brand takeovers, in-feed ads, dan hashtag challenges.
Pada bagian Text and Link, kamu dapat memasukkan copy, call to action dan URL.
Sobat desty bisa memasukkan URL desty.page agar audiens bisa melihat bio link kamu.
Jadi kamu bisa mengangkat potensi traffic naik untuk beberapa kanal sekaligus: situs, halaman marketplace, atau akun media sosial.
TikTok For Business menjadi angin segar untuk dunia pemasaran. Sekarang kamu memiliki opsi lebih banyak untuk beriklan secara digital.
Layanan ini akan sangat berguna terutama untuk kamu yang menargetkan pasar anak muda.
CTA Button Desty Omni.jpg