Tata Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk Jualan


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pelaku usaha terlebih di industri consumer goods dan makanan perlu mendapatkan sertifikat halal. Tujuannya agar calon pembeli merasa aman ketika melakukan transaksi.
Dengan memiliki sertifikat halal, penjual ikut merasa aman karena tidak perlu merasa ada kekhawatiran saat berjualan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tata cara mengurus sertifikat halal untuk pelaku usaha.

Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk Jualan

Tata cara mengurus sertifikat halal untuk pelaku usaha:

Siapkan Dokumen

Dokumen lengkap yang diperlukan untuk mengurus sertifikat halal usaha antara lain:
  • Data pelaku usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau SIUP, IUMK, NKV, NPWP jika belum memiliki NIB.
  • Data penyelia halal atau orang yang bertanggung jawab terhadap Proses Produk Halal (PPH) berupa fotokopi KTP, fotokopi sertifikasi penyelia halal, dan sebagainya.
  • Nama dan jenis produk yang dijual.
  • Produk dan bahan yang digunakan untuk memproduksi barang jualan seperti bahan baku dan bahan penambah lainnya.
  • Merinci proses pengolahan produk, pengemasan, serta penyimpanan produk, dan prosedur lain yang termasuk dalam pengolahan produk.
  • Dokumen dari perusahaan pemegang sertifikat halal untuk menjaga proses produksi halal yaitu berupa dokumen sistem jaminan produk halal, sistem manajemen yang disusun, diterapkan, dan dipelihara.

Mendaftar di Laman Resmi Sertifikasi Halal

Pelaku usaha dapat mengunjungi laman https://ptsp.halal.go.id dengan melakukan registrasi menggunakan email aktif. Kemudian masuk dengan email tersebut.
Lengkapi data-data yang dibutuhkan seperti detail data pelaku usaha dan NIB. Selanjutnya, ikuti langkah-langkah yang diarahkan.

Siapkan Biaya Sertifikasi Produk Halal

Aturan biaya sertifikat halal dari Kementerian Keuangan tentang tarif dan biaya sertifikat halal dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal pada Kementerian Agama.
Dalam aturan tersebut biaya yang dikenakan untuk membuat sertifikat halal berkisar antara Rp300.000 hingga Rp5.000.000. Biaya diperlukan untuk memproses, memperpanjang, menambah varian atau jenis produk, dan registrasi sertifikat halal luar negeri.
Biaya sertifikasi halal sudah termasuk biaya pemeriksaan Lembaga Pemeriksa Halal. Bagi pelaku usaha besar dan luar negeri biaya sertifikasi halal dapat dikenakan hingga 150% lebih dari tarif batas layanan.
Bagi pelaku UMKM biaya pembuatan sertifikat halal tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun jangan lupa tetap mengikuti kebijakan terbaru ya.

Pemeriksaan Dokumen dan Uji Kehalalan Produk

Kelengkapan dokumen syarat pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikat halal diperiksa oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta menetapkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk memeriksa dan menguji kehalalan produk.
Menurut berbagai sumber, pemeriksaan oleh LPH memakan waktu sekitar 15 hari waktu kerja. Ada juga yang memakan waktu hingga 75 hari untuk membuat sertifikasi dan logo halal. Bagi perusahaan luar negeri waktu tunggu bisa mencapai 90 hari.

Menunggu Sertifikat Halal Terbit

Pelaku usaha menunggu sertifikat halal diterbitkan oleh BPJPH.
Itu dia tata cara lengkap mengurus sertifikat halal untuk pelaku usaha. Pastikan Sobat Desty rajin memeriksa dokumen dan kelengkapan syarat untuk mengajukan sertifikat halal ya.
Dengan memiliki sertifikat halal, produk jualan Sobat Desty jadi semakin dipercaya. Agar terlihat lebih profesional, jangan lupa gunakan link in bio Desty Page.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Page.jpg