Storytelling: Pengertian, Strategi, dan Contoh dalam Marketing


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Storytelling dalam marketing memiliki peranan penting untuk meningkatkan eksposure dan penjualan. Teknik penjualan ini enggak secara langsung menjual produk kepada audiens, melainkan ada cerita permasalahan dan produk kamu sebagai solusinya.
Dalam storytelling, kamu diharapkan memiliki kemampuan bercerita. Audiens akan lebih terkesan ketika kamu melibatkan emosi dan personalisasi dalam alur cerita.
Sebelum lebih lanjut menggunakan strategi storytelling atau bercerita dalam strategi marketing kamu, kenali lebih dulu apa itu storytelling, strategi, dan contohnya dalam marketing.

Apa itu Storytelling?

Mengutip dari laman Hubspot, storytelling adalah hasil karya yang diperoleh dari gabungan cerita dan fakta yang terjadi saat ini. Storytelling mengandung narasi informatif, bercerita tentang brand bisnis kamu, memuat permasalahan dan solusi, serta mengandung nilai-nilai yang memotivasi. Cerita dalam marketing memiliki interaksi antara audiens dan brand yang menarik emosi pembaca atau penonton.
Secara tidak langsung, kamu memiliki gambaran kalau storytelling bukan hal yang statis untuk diceritakan, bukan berupa angka, maupun cerita membosankan tentang brand bisnis kamu. Storytelling harus menarik dan menggugah pembaca.
Seorang copywriter dalam ceritanya bertujuan mempromosikan produk melalui cerita. Nah, cerita-cerita di dalamnya menghubungkan antara permasalahan yang dialami calon pelanggan dan bagaimana bisnis kamu menjadi solusinya.

Strategi Storytelling dalam Marketing

Ada beberapa unsur penting yang diperlukan brand bisnis dalam menggunakan teknik storytelling marketing. Unsur-unsur dalam storytelling yang melengkapi strategi marketing adalah:

1. Personalisasi

Pelaku storytelling menjadikan audiens sebagai target pasar mereka. Seolah-olah dia adalah tokoh dalam cerita dan produk bisnis yang dipromosikan adalah solusinya.
Personalisasi dalam storytelling akan membuat orang berempati dan masuk ke dalam narasi cerita yang kamu bangun. Pada akhirnya, audiens akan tertarik mencoba produk atas rasa yang sudah terbangun.

2. Emosi

Cerita yang kamu sajikan kepada audiens harus mampu memantik emosi audiens. Contoh emosi yang bisa kamu bagun dalam cerita seperti kebahagiaan, rasa takut, hingga komedi.
Audiens secara tidak langsung akan merasakan emosi sebagai bentuk respons terhadap cerita yang kamu bangun. Dengan begitu, ada ikatan antara audiens dan konten promosi produk yang kamu sajikan dalam storytelling.

3. Data dan fakta

Storytelling enggak cuma butuh kemampuan bercerita. Perlu kamu ingat, ada data dan fakta yang harus diselipkan agar cerita kamu bukan cerita mengada-ada.
Data berupa foto, angka, dan narasumber terpercaya. Untuk fakta dapat berupa kejadian nyata dan peristiwa yang terjadi.
Dengan menyajikan storytelling memuat data dan fakta, tentunya kamu akan lebih percaya diri menentukan alur cerita dan ikatan emosi yang ditangkap audiens lebih terasa.

Contoh Storytelling Marketing

Contoh storytelling yang bisa kamu temukan di internet tercermin pada situs National Geographic. Dengan menampilkan foto dan video keseharian makhluk hidup, seorang narator membacakan cerita di balik foto dan video.
Contoh storytelling lain terdapat pada majalah Darling Magazine UK. Foto-foto yang ditampilkan memuat potret perempuan dengan berbagai gaya dan cerita yang dipaparkan dalam artikel.
Kemudian, contoh storytelling dalam bentuk video dapat kamu temukan dalam iklan-iklan e-commerce maupun aplikasi transportasi seperti yang pernah dilakukan GrabFood atau Tokopedia saat menyambut bulan Ramadan.
Itu dia teknik storytelling yang perlu kamu ketahui. Di era digital sekarang, kamu dapat memanfaatkan media sosial dan tools pendukungnya untuk memaksimalkan promosi dengan teknik bercerita.
Meringkas semua kebutuhan material digital untuk etalase kamu, ada desty.page yang bisa kamu sematkan di setiap kolom bio akun kamu.

Gunakan Desty Page

Desty Link in Bio.jpg
desty.page adalah layanan penyedia link-in-bio sekaligus landing page dengan fitur lengkap, praktis, dan bisa bikin cuan banget. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan secara gratis untuk menunjang profiling dan branding akun kamu di media sosial.
Umumnya, desty.page digunakan oleh pebisnis online, influencer, content creator, dan kamu yang pingin berbagi link praktis meringkas jejak digital kamu. Eits, enggak terbatas juga lho buat kamu yang pingin bikin portfolio digital buat melamar pekerjaan.
Ada apa aja fitur di desty.page? Kamu enggak cuma mengunggah link, tetapi ada gambar, mengatur tampilan carousel, grid, menyematkan video dari media sosial lain seperti YouTube, TikTok, Instagram, juga audio seperti musik podcast atau musik favorit kamu.
Fitur umum yang dapat kamu temukan di desty.page antara lain teks, berbagi link, pemilihan model ikon media sosial, serta divider. Ada juga fitur payment, menambahkan dokumen dari Google Drive PDF, personalisasi logo link-in-bio atau favicon, dan terintegrasi dengan desty.store. Kamu bisa bikin sampai lima sub pages desty.page dari satu akun.
desty.page juga memiliki fitur yang mendukung kamu para pejuang e-commerce seperti menambahkan produk dari marketplace, menunjukkan store rating toko online kamu, dan mempromosikan voucher dari toko kamu.
Semua fitur di desty.page bisa kamu dapatkan tanpa berlangganan alias gratis.