Cara Mendapatkan dan Menerapkan Referral Marketing


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Business referral sangat umum digunakan dalam dunia bisnis. Referral ini juga dikenal dengan referral marketing, penting untuk melariskan produk kamu.
Semakin banyak referral, semakin besar kesempatan produk kamu mendapatkan promosi.
Sebelum lebih dalam mempelajari tips dan trik mendapatkan business referral, kenali dulu yuk makna dari referral yang satu ini.

Apa itu Referral Marketing?

Referral marketing adalah strategi marketing dalam mempromosikan produk kepada para pelanggan untuk mengajak pelanggan baru. Artinya, pelanggan yang sudah merasakan produk kamu ikut mempromosikan produk kepada calon pelanggan.
Menurut laporan terbaru Nielsen yang dipublikasikan pada 2021, ada 88 persen responden global lebih percaya rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibandingkan teknik promosi lain.
Referral jenis ini lebih memungkinkan produk berjalan sukses. Nah, kamu bisa memberikan bonus kepada para pelanggan yang berhasil mengajak pelanggan baru.

Jenis-jenis Referral Program

Dalam referral marketing ada empat jenis yang perlu kamu ketahui. Masing-masing jenis referral memiliki kelebihan dan kekurangan.
Berikut jenis-jenis referral marketing:

1. One way incentives referrer

Referral jenis ini hanya memberikan imbalan kepada orang yang merekomendasikan. Contohnya, ketika ada anggota komunitas memasak mengajak anggota baru mendaftar. Maka dia akan mendapatkan bonus.
Keuntungan dari referral ini hanya ada pada anggota lama yang memberikan rekomendasi kepada komunitas. Kekurangannya, anggota baru yang diajak merasa dimanfaatkan.

2. One way incentives referred

Referral jenis ini berbalik dari referral poin pertama. Artinya, pelanggan yang direkomendasikan yang akan mendapatkan bonus atau keuntungan ketika bergabung di komunitas.
Contoh keuntungan tersebut dapat berupa potongan iuran 50 persen menggunakan dapur bersama dalam komunitas.
Keuntungan dari referral ini, anggota baru akan merasa senang jika diajak. Namun kekurangan referral ini, yaitu pelanggan tidak memiliki motivasi mengajak orang baru karena tidak ada apresiasi sama sekali.

3. Two way incentives referral

Referral program jenis ini menguntungkan kedua belah pihak. Baik pelanggan lama yang mengajak maupun pelanggan baru akan mendapatkan bonus atau keuntungan.
Jenis referral ini membuat pelanggan lebih termotivasi untuk merekomendasikan produk atau keunggulan komunitas kepada calon pelanggan.

4. No incentives

Seperti judulnya, referral jenis ini tidak memberikan keuntungan bagi pelanggan lama yang mengajak maupun pelanggan baru.
Referral jenis ini akan jalan jika layanan atau produk yang kamu tawarkan kepada calon pelanggan membuat mereka benar-benar puas.
Dengan sukarela, mereka akan merekomendasikan produk atau layanan tersebut kepada orang-orang terdekat.

Cara Menerapkan Referral Marketing

Menerapkan referral marketing dapat kamu diskusikan dengan pelanggan yang ada sekarang. Katakan bahwa sifat dari referral marketing tidak wajib, sehingga mereka tidak merasa terbebani sebagai pelanggan.
Berikut beberapa cara menerapkan referral marketing yang bisa kamu lakukan:

1. Bikin program loyalty

Cara paling mudah mengajak pelanggan kamu mengikuti referral adalah dengan program loyalty.
Jika mereka puas dengan apa yang kamu berikan, ada rasa dihargai, maka para pelanggan tentu senang. Jika mereka senang, tentu testimoni yang diutarakan kepada calon pelanggan terdengar lebih natural.
Ibaratnya menemukan produk bagus, kamu menceritakan pengalaman menggunakan produk kepada teman dan keluarga kamu.

2. Tentukan waktu yang tepat

Perlu timing yang tepat untuk mengajak pelanggan kamu menarik orang-orang baru membeli produk kamu. Hindari melakukan ini setiap hari agar pelanggan tidak merasa terganggu.
Ajakan untuk memberi referral kepada calon pelanggan bisa kamu lakukan saat mengadakan promo akhir bulan. Dengan begini, pelanggan punya bekal kata-kata powerfull kepada calon pelanggan.

3. Siapa target yang akan kamu jadikan referral?

Enggak semua konsumen kamu merupakan pelanggan tetap. Ada yang sesekali berbelanja, ada juga yang belanja sekadar perlu saja.
Nah, kamu bisa memilih kira-kira konsumen seperti apa yang cocok untuk referral program kamu.
Ketika kamu menjalankan program referral, pastikan enggak ada konsumen yang merasa dibedakan perlakuannya.

4. Bonus untuk referral

Bonus yang diperuntukkan bagi referral umumnya membuat orang tertarik. Terlebih jika bonus yang kamu berikan cukup besar dengan melakukan syarat yang mudah untuk dikerjakan.

5. Edukasi Konsumen

Memberikan informasi kepada konsumen terkait referral kepada konsumen itu perlu. Mereka jadi tahu alasan mengapa referral itu perlu diterapkan.
Ketika konsumen tahu apa yang dapat mereka peroleh dari program referral, maka dengan sukarela mereka akan berpartisipasi dan lebih antusias untuk ikut.
Edukasi produk ini penting agar konsumen nantinya tidak salah paham.
Pada tahap awal mendapatkan referral marketing tentu terasa berat. Namun, kamu harus tetap semangat menawarkan pada waktu dan orang yang tepat secara perlahan.
Semoga bermanfaat ya, Sobat desty!