QR Code vs Barcode Menu Digital, Mana yang Terbaik Buat Bisnis F&B?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Menu digital banyak memiliki keuggulan dan lebih efisien dalam melayani pelanggan. Tanpa membuat antrean mengular, menu digital disediakan untuk pengalaman terbaik pelanggan ketika melakukan dine-in di restoran.
Namun belum semua restoran mennggunakan menu digital dalam aktivitas transaksi pesan hidangan dan bayar tanpa kasir.
QR Code berbeda dengan barcode. Keduanya memiliki perbedaan dari segi bentuk dan fungsi yang digunakan dalam aktivitas transaksi. Lebih lanjut tentang keduanya, simak di sini yuk!

Apa Itu Menu Digital?

Menu digital dikenal juga dengan e-menu yaitu software yang disediakan oleh restoran untuk pelanggan dapat memesan dan melakukan transaksi secara digital.
Menu digital biasanya disediakan oleh restoran dalam bentuk QR Code atau e-menu pada tablet. Pelanggan tinggal memindai QR Code atau sentuh menu yang ingin dipesan.

Jenis-jenis Menu

Setiap restoran memiliki cara sendiri dalam menentukan jenis menu yang dihidangkan mengikuti brand persona. Namun pada umumnya ada empat jenis menu mengikuti waktu penyajian yaitu:

1. Makan Pagi atau Breakfast

Makan pagi biasanya menyajikan menu-menu untuk sarapan di pukul 6 pagi hingga 10 pagi. Beberapa jenis sarapan yang umum ditemui antara lain:
  • Continental Breakfast: jus, roti, buah-buahan.
  • American Breakfast: jus, roti, buah-buahan, olahan telur, kopi, teh, susu.
  • English Breakfast: jus, buah,* cereal,* roti, teh, kopi, susu.
  • Indonesia Breakfast: jus, buah, bubur ayam, nasi goreng, soto, sup, lauk pauk, dan lainnya.

2. Makan Siang atau Lunch

Makan siang biasanya disajikan pada pukul 11 pagi hingga 3 sore. Beberapa jenis menu makan siang yang biasanya dijumpai antara lain:
  • Appetizer: buah, sayur, daging.
  • Soup: sup kaldu ayam, kepiting asparagus.
  • Main Course: nasi, kentang, sayuran, daging, jenis pasta.
  • Dessert: roti, cake, buah, cocktail, ice cream, cendol, dan lainnya.

3. Makan Malam atau Dinner

Jenis hindangan menu pada makan malam umumnya tidak jauh berbeda dengan menu makan siang. Perbedaan antara menu dinner dan lunch yaitu pada porsi makanan.

4. Makan Tengah Malam atau Late Supper

Hidangan makan tengah malam cukup jarang ditemukan, tetapi jika Sobat Desty ingin membuat menu makanan untuk late supper dapat disesuaikan pada jam hidangan pukul 11 malam hingga 2 pagi.
Menu untuk late supper biasanya didominasi kue, makanan vegetarian, kopi, serta teh.

5. Statik Menu

Pada restoran tertentu menyediakan menu a la carte yaitu setiap item pada menu pesanan memiliki harga terpisah. Contoh: 1 potong ayam goreng utuh seharga Rp65 ribu.

Struktur Menu pada Umumnya

Menu memiliki struktur klasik serta struktur modern. Sebenarnya, keduanya hanya berbeda pada istilah dan pengelompokkan jenis-jenis hidangan pada jam penyajian.

Struktur Menu Klasik

Istilah-istilah yang digunakan dalam melihat struktur menu klasik antara lain hidangan yang dibagi berdasarkan jenis makanan, yaitu: appetizer, soup, fish, main course, hot entree, shorbet, salad, vegetable, sweet dish, savory, lalu dessert.

Struktur Menu Modern

Pada menu modern ada beberapa istilah yang dibagi dalam tiga istilah khusus antara lain soup atau appetizer, main course, dan ditutup dengan dessert.

Perbedaan Barcode dan QR Code Menu

Barcode

contoh barcode kemenperin
© via Kemenperin
Barcode memiliki bentuk kode batang panjang satu dimensi yang berbaris dengan kode angka pada pangkal kode batang.
Merujuk laman Kemenperin, barcode diartikan sebagaui kumpulan data optik yang mampu dicari oleh mesin pemindai.
Barcode di zaman sekarang banyak ditemukan dalam proses checkout produk di kasir. Barcode satu dimensi ditempelkan pada produk di supermarket maupun toko modern untuk mempercepat pemindaian kode produk dan harga.
Barcode satu dimensi juga digunakan dalam bisnis apotek, buku terbitan, majalah, perpustakaan, ID karyawan, dan sebagainya. Jarang ditemukan barcode satu dimensi digunakan sebagai menu digital di restoran.

QR Code

Ilustrasi QR Code
© Unsplash
QR Code merupakan bagian dari barcode dua dimensi dengan proteksi dan penyimpanan data lebih aman.
QR Code lebih umum digunakan untuk menu digital, juga beberapa layanan lain seperti redirecting ke halaman produk atau bisnis, serta transaksi pembayaran dari konsumen.
Pemindaian data via QR Code lebih banyak ditemukan dalam mengakses menu digital. Barcode dua dimensi ini berbentuk persegi dengan titik tiga titik hitam pada tiga sudut dan beberapa titik hitam pada bagian tengah.

Fungsi Barcode dan QR Code

Barcode memiliki fungsi sebagai penyimpan informasi dan mempermudah sistem pemeriksaan produk saat di kasir swalayan. Pemindaian barcode menggunakan alat bernama Barcode Scanner.
QR Code memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan barcode. QR Code lebih mudah dipindai dan dapat memuat data lebih beragam dengan proteksi lebih aman.

Cara Scan Barcode dan QR Code di HP

1. Cara scan barcode dan QR Code di HP Android

Untuk memindai atau scan barcode di HP Android memerlukan aplikasi eksternal seperti QR & Barcode Scanner di PlayStore. Setelah itu, scan barcode maupun QR Code yang ingin dipindai dengan mengarahkan kamera belakang ponsel pada barcode maupun QR Code.

2. Cara scan barcode dan QR Code di iPhone

Untuk memindai atau scan QR code di iPhone cukup dengan membuka kamera ponsel dan arahkan pada QR Code yang ingin dipindai. Pemindaian barcode maupun QR Cide tidak memerlukan aplikasi eksternal seperti Android.
Khusus untuk barcode, karena lebih banyak digunakan oleh swalayan dan transaksi checkout pada kasir maka tidak banyak pengguna HP yang memindai barcode jika dibandingkan dengan QR Code.

Cara Membuat Barcode dan QR Code Menu

Barcode dan QR Code dengan fungsi yang mengoptimalkan transaksi digital dapat dibuat oleh siapapun. Berikut cara membuat barcode dan QR Code:

Cara Membuat Barcode

Berikut langkah-langkah membuat barcode:
  1. Buka laman barcode-generator.org.
  2. Pilih jenis barcode yang ingin dibuat pada kolom Create Free kemudian perhatikan preview barcode pada sisi kanan.
  3. Lengkapi data yang diperlukan dalam barcode.
  4. Pilih Create Barcode untuk mendapatkan barcode yang sudah disiapkan.

Cara Membuat QR Code

Berikut langkah-langkah cara membuat QR Code:
  1. Buka laman qrcode-monkey.com atau id.qr-code-generator.com.
  2. Jika menggunakan QR Code Monkey, lengkapi data konten yang dingin disimpan pada QR Code.
  3. Lakukan kustomisasi pada QR Code seperti bentuk titik hitam dan warna QR Code.
  4. Tambahkan logo atau icon jika perlu untuk diletakkan pada sisi tengah QR Code.
  5. Perhatikan preview QR Code pada sisi kanan. Jika sudah selesai, pilih QR Code lalu pilih Download PNG.
Selain beberapa pranala eksternal di atas, Sobat Desty juga dapat mengikuti perkembangan terkini di media sosial dalam pembuatan barcode dan QR Code.
Untuk menu digital di restoran maupun bisnis F&B, QR Code lebih banyak digunakan karena dinilai praktis dan lebih cepat dalam transaksi.
Itu dia sekilas tentang barcode dan QR Code. Keduanya memiliki fungsi yang sama dalam menyimpan informasi penting.
Namun, untuk bisnis F&B banyak yang menggunakan QR Code karena lebih praktis dan mampu memuat beragam jenis data informasi untuk dipindai.
QR Code dari Desty Menu misalnya tidak hanya untuk menampilkan menu digital tetapi juga memudahkan transaksi tanpa bantuan pelayan dan kasir.
Pelanggan tinggal duduk dan melakukan Scan > Pesan > Bayar untuk mendapatkan pengalaman dine-in terbaik.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Menu.jpg