QR Code: Definisi, Cara Membuat, dan Perbedaan dengan Barcode


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Transaksi jual beli atau pembayaran kerap kali menyita waktu kasir dan pelanggan. Contoh kasus paling mudah yaitu saat memesan makanan di restoran dan membayarnya di kasir.
Transaksi pesan dan bayar saat berkunjung ke restoran membuat waktu pelanggan kurang efisien. Belum lagi jika ada antrean panjang saat promo.
QR code kini menjadi solusi dalam memangkas waktu pelanggan dan kasir ketika melakukan transaksi jual beli atau pembayaran. Penasaran enggak sih dari mana asal-usulnya?
Kita mulai dari definisi dan sejarah adanya QR code, yuk!

Daftar Isi

  • Apa itu QR Code?
  • Bagian pada QR code
  • Cara Membuat QR code
  • Jenis-jenis QR Code
  • Perbedaan QR code dan Barcode
  • Sejarah QR code

Apa itu QR Code?

QR code merupakan singkatan dari quick response code.
QR code adalah kode versi dua dimensi dari barcode atau kode batang yang mampu menyampaikan informasi secara instan dengan pemindaian melalui perangkat seluler.
Ketika kode batang menyimpan informasi secara horizontal, QR code dapat melakukannya secara vertikal dan horizontal.
Laman QR Code Basics menuliskan, setidaknya QR code dapat menyimpan 7089 digit atau 4296 karakter termasuk tanda baca dan karakter spesial.
Bentuk QR code terlihat memiliki titik-titik hitam yang berjarak. Setiap elemen pada QR code memiliki makna tersendiri.

Anatomi atau Bagian pada QR Code

Sepintas bentuk QR Code terlihat kotak dengan beberapa titik hitam berjarak dan titik-titk hitam dengan posisi tak beraturan. Namun ternyata, setiap QR code memiliki elemen-elemen penting.

1. Positioning detection markers

Tiga kotak hitam pada sudut QR code disebut positioning detection markers.
Fungsi dari positioning detection markers adalah memastikan pemindai atau scanner pada ponsel membaca kode dengan cepat dan mengetahui orientasi kode tersebut.

2. Alignment markings

Kotak kecil alignment markings berbentuk lebih kecil dibandingkan position detention markers.
Fungsi dari alignment markings yaitu menjaga, meluruskan permukaan QR Code pada permukaan yang melengkung.
Semakin banyak informasi yang disimpan dalam QR code, semakin besar dan banyak pola penyelarasan yang dibutuhkan.

3. Timing pattern

Bentuk timing pattern pada QR code berbentuk kotak-kotak kecil berjejer.
Fungsi timing pattern pada QR code adalah melakukan konfigurasi data grid. Dengan begitu, pemindai QR code mengetahui seberapa besar bobot data yang dimuat.

4. Version information

Version information pada QR code berfungsi sebagai pemberi informasi. Hingga kini, dapat dikatakan ada 40 tipe QR code berbeda.
Version information membantu pemindai mengetahui versi QR code apa yang dipindai. Umumnya versi pertama hingga ketujuh.

5. Format information

Format information pada QR code menjelaskan toleransi kesalahan dan pola data mask pada QR code.
Pemindai dengan mudah melakukan pemindaian QR code untuk menampilkan data yang dimuat melalui format information.

6. Data and error correction keys

Area yang bertanda biru pada gambar QR code di atas wajib ada pada struktur kode. Sebab, area ini menjadi tempat semua data disimpan.
Area berbentuk pita pada QR code di atas juga termasuk error correction block yang berfungsi menjaga data dapat dipindai meski kerusakan kode mencapai 30 persen.

7. Quiet zone

Quiet zone terletak pada area terluar QR code.
Fungsi dari quiet zone pada QR code adalah untuk mempertegas struktur kode QR dan membuatnya mudah untuk dipindai.
Quiet zone ibaratnya seperti pembatas dengan elemen lain di sekitarnya, sehingga pemindai dapat dengan mudah memindai kode.

Cara Membuat QR Code

QR code kini banyak ditemukan di beberapa area kasir atau proses closing saat berbelanja.
Bagaimana cara membuat QR code untuk kepentingan toko online? Caranya dengan mengunduh aplikasi pembuat QR code pada ponsel.
Ada aplikasi QR Code Generator, QR Code API, dan Bulk Generation Service.
Sebelum membuat QR code, pastikan kamu tahu jenis QR code seperti apa yang ingin kamu buat.

Jenis-jenis QR Code

Ada dua jenis QR code yang perlu kamu ketahui sebelum membuat QR code, yaitu:

1. QR code statis

QR code statis memuat informasi yang tidak bisa diganti setelah dibuat. Oleh karena itu, kamu perlu teliti memasukkan data sebelum benar-benar membuat QR code statis.
Jenis QR code statis cocok digunakan untuk kepentingan pribadi. Untuk membuatnya, dapat menggunakan aplikasi QR Code API.
QR Code API adalah aplikasi pembuat kode dalam jumlah banyak. Contohnya seperti ID karyawan.
Contoh penggunaan QR code statis dalam sehari-hari yaitu memuat data email, penggunaan WiFi, kartu nama, serta data berupa plain text.

2. QR code dinamis

QR code dinamis adalah kode yang dapat diperbarui beberapa kali. Oleh karena itu, jenis QR code ini tepat digunakan untuk kepentingan bisnis dan pemasaran.
QR code dinamis tetap kecil meski dimasukkan banyak data. Berbeda dengan tipe QR code statis yang semakin kompleks dan besar jika memuat semakin banyak data.
Dalam QR code dinamis, pemindai diarahkan kepada URL, tidak disimpan secara langsung dalam QR code.
Beberapa contoh penggunaan QR code dinamis yaitu untuk pembayaran, memuat data PDF, media sosial, kupon, serta situs bisnis.

Perbedaan QR Code dan Barcode

Ada perbedaan paling mendasar antara QR code dan barcode, yaitu:

1. Bentuk

QR code berbentuk bidang kotak dengan lapisan terluar berwarna putih. Di dalamnya, terdapat kotak-kotak hitam yang berjarak dengan ukuran dan fungsi yang berbeda.
Barcode berbentuk kode batang yang tampak tipis dan tebal kemudian berjajar dengan rapi.

2. Ukuran penyimpanan data

QR Code menyimpan lebih banyak informasi pada sebuah data dalam bentuk format atau multimedia.
Barcode hanya dapat memuat data berupa teks dan angka.

Sejarah QR code

Sejarah QR Code.jpg
QR code bukan barang baru yang ditemukan pada abad ke-20. Sejatinya, kode pemindai data ini ditemukan sejak 1994 oleh Denso Wave, dulunya merupakan divisi di DENSO Corporation.
Perkembangan QR code meluas saat masyarakat Jepang mulai menggunakannya di tahun 2002.
Pada 2004, JIS atau Lembaga Standarisasi Industri Jepang memberikan standarisasi kepada QR code.
Enam tahun setelah mendapatkan standarisasi, QR code diperkenalkan pada dunia bersamaan dengan teknologi pemindai atau scanner QR code pada ponsel.
Teknologi kode QR ini rupanya belum ramah di antara masyarakat. Sebab, belum semua orang memiliki smartphone. Pada 2012, Inc melakukan penelitian dan menemukan 97 persen orang tak mengerti apa itu QR code.
Popularitas QR code kemudian menurun dan tidak begitu disukai. Namun, ketika pengguna smartphone meningkat, internet semakin diandalkan, penggunaan QR code ikut meningkat.
Pada 2020 QR code kemudian digunakan dalam berbagai macam transaksi karena mengurangi kontak fisik di tengah pandemi. QR code pun menjadi hal wajib dipakai ketika bertransaksi di tengah pandemi Covid-19.
Itu dia sepintas tentang QR code. Enggak berbeda dengan tujuan QR code, Desty pun hadir sebagai solusi untuk kamu yang aktif melakukan transaksi online.
Pemilik toko online tentu membutuhkan satu link praktis untuk meringkas portofolio dan produk yang ditawarkan. desty.page hadir sebagai link praktis yang meringkas semua lapak jualan online para seller sekaligus mendukung branding toko online di media sosial.

Gunakan Desty Page

Desty Link in Bio.jpg
desty.page adalah layanan penyedia link-in-bio sekaligus landing page dengan fitur lengkap, praktis, dan bisa bikin cuan banget. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan secara gratis untuk menunjang profiling dan branding akun kamu di media sosial.
Umumnya, desty.page digunakan oleh pebisnis online, influencer, content creator, dan kamu yang pingin berbagi link praktis meringkas jejak digital kamu. Eits, enggak terbatas juga lho buat kamu yang pingin bikin portfolio digital buat melamar pekerjaan.
Ada apa aja fitur di desty.page? Kamu enggak cuma mengunggah link, tetapi ada gambar, mengatur tampilan carousel, grid, menyematkan video dari media sosial lain seperti YouTube, TikTok, Instagram, juga audio seperti musik podcast atau musik favorit kamu.
Fitur umum yang dapat kamu temukan di desty.page antara lain teks, berbagi link, pemilihan model ikon media sosial, serta divider. Ada juga fitur payment, menambahkan dokumen dari Google Drive PDF, personalisasi logo link-in-bio atau favicon, dan terintegrasi dengan desty.store. Kamu bisa bikin sampai lima sub pages desty.page dari satu akun.
desty.page juga memiliki fitur yang mendukung kamu para pejuang e-commerce seperti menambahkan produk dari marketplace, menunjukkan store rating toko online kamu, dan mempromosikan voucher dari toko kamu.
Semua fitur di desty.page bisa kamu dapatkan tanpa berlangganan alias gratis.