Point of Sale: Gambaran dan Cara Membuat POS


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Sobat Desty, apa kabar sales hari ini? Semoga belum kewalahan dalam merekap hasil hari ini, ya.
Atau, udah mulai pusing dengan excel yang enggak bisa balance dan terkoneksi ke rekap daily?
Tenang aja, karena di sini akan kita bahas bagaimana cara membuat point of sale.

Apa itu Point of Sale?

Point of Sale (POS) adalah sistem terpusat yang digunakan beberapa usaha ritel untuk memperlancar transaksi jual beli.
Secara garis besar point of sale bisa kamu artikan sebagai sistem pencatatan terpusat, yang memanfaatkan teknologi digital untuk kemudahan dan keamanan transaksi.
Jadi, Sobat Desty bisa mulai persiapkan perpisahan dengan deretan buku catatan, untuk pindah pada sistem terintegrasi ini.

Cara Membuat Point of Sale

Point of sale banyak orang pakai untuk lini bisnis dengan rekap data harian menumpuk.
Misalnya toko ritel atau jenis usaha yang transaksi hariannya tumpah-tumpah.
Mengingat sistem ini serba digital, banyak yang ragu mengenai validitas dan keamanannya.
Berikut dua hal penting untuk memahami bagaimana point of sale bekerja:

1. Kebutuhan vs Margin

Kenapa ini penting? Mengingat, banyak yang merasa harga untuk sebuah software point of sale ini menguras dompet.
Nah, kalau kamu salah satunya, coba pertimbangkan begini:
  • Menambah satu orang admin lagi untuk pencatatan sudah berapa rupiah gajinya.
  • Kalikan dalam satu tahun, akan keluar berapa.
  • Pertimbangkan, mengenai human error dan level kejujuran seseorang.
  • Tambah point of view, jika transaksi semakin bertambah, apakah harus nambah orang lagi.
  • Setelah itu, bandingkan dengan harga software point of sale, serta level kemudahan, keamanan, dan juga tingkat error.
Jadi, masih sayang mau beli point of sale dengan alasan takut margin habis?
Mungkin kalau dikalikan dengan harga membayar manusia, level output yang dihasilkan oleh point of sale akan lebih baik.

2. Cara Membuat Aplikasi Point of Sale: Beli vs Buat Sendiri

Berbicara soal membuat aplikasi point of sale, maka ada dua opsi, Sobat Desty.
Pertama, kamu bisa sewa pihak ketiga yang memang expert di bidang ini untuk susun point of sale sesuai keinginan atau custom ala kamu.
Kedua, kamu bisa buat sendiri dengan memperkaya skill accounting, bahasa pemrograman, dan juga desain grafis.
Ribet ya? Enggak kok, kadang ada juga program mentah yang bisa kamu sempurnakan sendiri.
Jadinya, kamu enggak perlu membangun dari nol.
Selain itu, kalau bikin sendiri Sobat Desty bisa custom sesuai keinginan tanpa terbatas scope pengerjaan ala beli yang biasanya ada batasan-batasan service.
Untuk cara membuatnya, kamu bisa juga memanfaatkan bahasa pemrograman sederhana, kemudian customkan dengan kebutuhan.
Bisa aja sekarang masih butuh yang level sederhana.
Salah satu cara membuat yang umum adalah dengan program Php Mysql serta Bootstrap.
Adapun cara membuat point of sale dengan Php ini biasanya terdiri dari kategori:
  • Menu data produk
  • Display produk
  • Keranjang penjualan
  • Input penjualan
  • User
Akan tetapi, enggak menutup kemungkinan bisa tambahkan yang lainnya.
Mengingat, kadang produk pun bertambah, atau ada kenaikan penjualan yang membuat menu-menu baru dibutuhkan.
Enggak mudah memang untuk membuatnya sendiri tanpa skill pemrograman.
Namun, jangan khawatir. Sekarang semua bisa lebih mudah ketika kamu masuk dunia digital.
Untuk membuat online shop sendiri, kamu bisa memulai dari Desty Store.
desty store OK.jpg
Enggak sampai lima menit, kamu bisa memiliki online shop sendiri berbasis website tanpa bergantung pada ekosistem marketplace.
Duh, tapi udah punya akun di marketplace, gimana dong?
Sobat Desty bisa menggunakan link praktis seperti Desty Page yang merangkum akun-akun media sosial bisnis sekaligus menampilkan etalase produk jualan kamu.
Situs Desty Store kamu juga bisa terintegrasi di laman Desty Page, jadi lebih praktis bukan?
CTA Button Blog Desty Store.jpg