Meniti Karier Sebagai Personal Shopper, Seperti Apa Sih?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pernahkah kamu mendengar tentang pekerjaan pembelanja pribadi alias personal shopper? Berkarir jadi pembelanja jenis ini memang menyenangkan, meski belum terlalu booming di Indonesia. Memang kebanyakan pembelanja pribadi ada di butik-butik kelas atas di New York, London, atau kota-kota internasional lainnya.
Modal jadi pembelanja pribadi adalah pengetahuan yang amat luas tentang fashion dan paham cara memadupadankan busana serta aksesorisnya. Juga kemampuan bicara alias berkomunikasi, baik dengan klien maupun dengan kasir. Kamu juga dituntut untuk terus mengikuti perkembangan terkini dunia fashion dunia. Dengan modal pengetahuan mode ini kamu juga bisa memulai bisnis pembelanja pribadi.

Kamu ingin jadi personal shopper? Baca ini dulu

Ilustrasi personal shopper.jpg
Jadi pembelanja pribadi sepintas menyenangkan karena nyaris tiap saat berbelanja barang branded. Jika ingin tahu seluk-beluknya dan memulai bisnisnya, mari simak keterangan di bawah ini:

1. Pembelanja pribadi biasanya ada di butik mewah

Di mana kamu bisa melihat kinerja personal shopper? Tentu saja di butik mewah yang biasanya penuh dengan barang-barang bermerek terkenal. Di sana kliennya kelas atas sehingga mereka dijamu dengan istimewa. Para klien duduk manis sambil minum teh atau kopi. Mereka tinggal menginstruksikan permintaan, misalnya ‘baju untuk interview kerja’, lalu pembelanja yang akan mencari kira-kira rok dan blus mana yang pas.

2. Ada pula personal shopper freelance

Seorang pembelanja pribadi tak hanya yang jadi pegawai butik mahal tetapi juga ada yang berstatus paruh waktu alias freelance. Mereka menjual skill dalam memadu-padankan dan memilihkan busana yang kira-kira cocok untuk klien. Biasanya media promosinya adalah sosial media dan ada video yang meyakinkan agar calon klien tertarik untuk menggunakan jasanya.
Peluang muncul ketika personal shopper sudah mulai dikenal di Indonesia. Kamu bisa memulai bisnis jenis ini dengan menawarkan jasa, bisa ke teman-teman terdekat atau followers di sosial media. Mereka akan percaya pada nasihat fashion kamu lalu menggunakan jasa pembelanja pribadi yang ditawarkan. Jika makin banyak klien maka makin bagus karena bisnis makin besar dan kamu bisa merekrut lebih banyak pegawai sebagai pembelanja pribadi.

3. Pembelanja pribadi tak hanya melulu di bidang fashion

Ilustrasi belanja online.jpg
Salah satu yang belum banyak orang tahu mengenai personal shopper adalah mereka tak melulu bekerja di bidang mode. Namun ada juga pembelanja pribadi untuk furnitur dan barang-barang lain pesanan klien. Ada juga pembelanja pribadi yang membelikan buah, sayur, dan groceries yang dibutuhkan oleh klien. Apakah kamu makin tertarik memulai bisnis yang menyediakan jasa ini?
Mungkin kamu bingung mengapa pembelanja pribadi tugasnya macam-macam, sampai mengantar barang juga? Jika kamu memulai bisnis personal shopper maka bukan sekadar kurir yang bertugas membelikan suatu benda lalu mengantarnya. Akan tetapi pembelanja pribadi mengira-ngira barang apa yang cocok untuk dipakai atau dipasang di rumah para kliennya.

4. Personal shopper wajib paham dunia mode dan perkembangannya

Kebanyakan pembelanja pribadi ada di dunia fashion jadi ia tidak boleh buta mode, apalagi jika dibisniskan. Dalam artian, ia harus tahu brand-brand terkenal di dunia dan produk lokal yang berkelas internasional. Caranya cukup mudah, yakni dengan rajin baca buku tentang busana dan menyimak baik-baik majalah tentang tren terkini. Juga dengan melihat di sosial media, apa saja tas yang sedang hits, dan barang-barang lain.
Dunia fashion terus berputar dan personal shopper wajib mengikutinya. Jangan sampai kamu tidak tahu bahwa sebuah brand sudah mengeluarkan koleksi terbaru dan ketika ditanya oleh klien malah gelagapan. Mode amat asyik untuk disimak, apalagi saat ini tinggal melihat di sosial media. Tujuannya tentu agar tidak ketinggalan zaman dalam dunia fashion terkini.

5. Memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi

Ilustrasi personal shopper memilih produk.jpg
Seorang pembelanja pribadi tidak hanya wajib paham akan dunia mode atau selera pribadi dari para klien. Namun kamu harus memiliki skill komunikasi yang tinggi. Karena saat bertugas, kamu tidak membeli untuk diri sendiri tetapi buat orang lain alias klien. Pembelanja pribadi wajib paham apa maunya klien, busana dikenakan untuk acara apa, dll.
Skill komunikasi amat penting untuk diterapkan tiap saat, di bisnis apapun. Komunikasi via media sosial juga penting karena menjaring calon klien dari Instagram dan medsos lain. Oleh karena itu profil IG wajib dilengkapi dengan Desty App yang mensinkronisasi berbagai akun sosmed dan situs kamu agar cepat diklik dan klien berkomunikasi dengan lancar.

6. Mampu menyesuaikan dengan selera pribadi klien

Tugas personal shopper memang asyik banget karena bisa menjelajahi rak demi rak di dalam butik kelas atas. Namun jangan bayangkan baju-bajunya dulu karena sekali lagi, kamu sebagai penyedia bisnis pembelanja pribadi melakukan shopping untuk klien, bukan untuk diri sendiri.
Untuk mengetahui selera klien maka bisa melakukan wawancara singkat, warna kesukaannya, kegiatannya sehari-hari, atau bisa dengan melihat di akun media sosialnya. Dengan begitu klien akan puas karena kamu paham akan selera fashionnya lalu jadi langganan di bisnis jasa ini. Awalnya ia tahu bahwa kamu jadi pembelanja pribadi via link di aplikasi Desty App pada akun IG kamu, dan aplikasi ini memudahkan karena memunculkan berbagai medsos yang menampakkan bisnis kamu dengan cepat.

7. Memberi masukan dan padu-padan busana pada klien

Tugas utama seorang pembelanja pribadi atau pebisnis di bidang fashion ini adalah memilihkan baju pada klien. Namun kamu juga bisa memberi masukan, misalnya warna gaun yang cocok untuknya (karena tak semua klien paham dunia mode).
Kamu juga wajib membuatkan padu-padannya. Misalnya klien akan rapat di pagi hari, maka ia mengenakan blazer hitam, kemeja, dan span dengan warna senada, sedangkan untuk makan siang yang agak santai ia berganti baju jadi sackdress warna biru muda, dll.
Memulai bisnis personal shopper amat menyenangkan apalagi jika kamu paham akan dunia mode. Namun untuk memiliki bisnis ini tentu butuh kinerja yang perfect, kerja keras, dan aktif di media sosial dalam menjaring klien. Pasanglah Desty App yang bisa menampilkan berbagai akun medsos dan situs sehingga klien tinggal sekali klik dan mengetahui berbagai keunggulan bisnis kamu.