Cara Personal Branding Lewat NFT


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Teman desty tahu Ghozali Everyday? Yap, pemuda bernama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali itu viral setelah swafoto miliknya dalam bentuk Non-Fungitable Token (NFT) terjual hingga meraih cuan sebanyak Rp1,5 miliar.
Iseng-iseng berhadiah, Ghozali yang katanya cuma iseng mengunggah swafoto dirinya selama lima tahun terakhir melalui marketplace OpenSea berbuah manis. Januari 2022 kemarin, Ghozali muncul sebagai orang pertama yang viral dan lekat dengan citra NFT.
Secara enggak langsung, Ghozali Everyday melakukan personal branding sebagai pemain NFT yang sukses di Indonesia. Ketika mengingat NFT, tentu yang ada di benak kita pertama kali saat ini adalah sosok Ghozali.
Keberuntungan yang dialami Ghozali lewat swafoto memang jarang terjadi dan baru terjadi di Indonesia. Sebelum Ghozali, tren mengunggah swafoto dalam bentuk video time lapse pernah dilakukan beberapa warganet dan pemain NFT.
NFT atau Non-Fungitable Token adalah produk investasi atau aset digital turunan dari kripto. Produk harus berupa 2D maupun 3D seperti audio, gambar, video, dan produk digital lain.
Nah, dari Ghozali Everyday kita belajar kalau sebenarnya personal branding dapat diciptakan oleh kita sendiri. Lewat NFT, Teman desty bisa berkreasi dan menunjukkan unique selling point maupun skill yang dimiliki.
“Dalam ekosistem NFT itu banyak ibaratnya artist-artist (seniman atau pencipta karya) untuk menjualkan produk ciri khas mereka,” kata Founder Kedai Ilmu Farras Fadhilsyah, Rabu, 2 Maret 2022 dalam webinar Inovasi dan Kreasi Personal Branding Lewat NFT bersama Product Manager desty.page, Devara Bellamy.
personal branding lewat NFT

Apa itu Personal Branding?

Personal Branding adalah strategi individu untuk menciptakan citra diri sendiri terhadap orang lain. Kalau dari buku The Master Book of Personal Branding (2019), arti dari personal branding yaitu mengambil kendali pandangan atau penilaian orang lain atas diri seorang atau individu.
Tujuan dari personal branding tidak lain dan tidak bukan untuk memperluas networking, keperluan bisnis, dan pastinya dikenal luas oleh publik. Dengan memiliki anchor yang kuat atas pengenalan diri kamu, maka publik akan dengan mudah mengenali identitas Teman desty.
Lalu, bagaimana cara melakukan personal branding? Ada poin-poin penting yang perlu kamu petakan, seperti:
  • Tetapkan tujuan dan unique selling point yang ingin ditunjukkan.
  • Nikmati proses dan bersikap konsisten.
  • Gunakan media sosial sebagai tools.
  • Kenali karakteristik pengguna media sosial Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, Telegram, dan platform lain untuk disesuaikan dengan tujuan personal branding kamu.
Setelah konsep di atas sudah matang, Teman desty bisa memulai dengan melakukan inovasi dengan hal-hal berbeda dari yang sudah ada.
Ketika kamu memutuskan untuk masuk dalam dunia NFT, kenali bagaimana ekosistem NFT berjalan. Ghozali Everyday menjual produk swafoto miliknya melalui marketplace OpenSea.
OpenSea mirip dengan Tokopedia, Shopee, dan Blibli yang kamu kenal sebagai lapak jualan online. Bedanya, di OpenSea menjual karya seni dalam bentuk 2D atau 3D.
“Yang dibutuhkan dari NFT ada pembeli, komunitas, konsisten dengan apa yang dibuat,” kata Devara Bellamy.
Nah, jika Teman desty sudah memiliki elemen-elemen tersebut, bagaimana agar personalisasi diri dan bisnis semakin kuat?
Kamu bisa menggunakan landing page praktis yang memuat seluruh karya, jejak digital, dan link yang berkaitan dengan bisnis kamu.
desty.page bisa jadi salah satu tools kamu membangun personal branding yang baik. Misalnya, Teman desty ingin menunjukkan citra sebagai seorang pebisnis online. Maka dalam satu landing page tersebut kamu bisa menambahkan link marketplace lapak jualan, galeri foto produk, dan kontak yang bisa dihubungi.
Tentunya lapak jualan kamu enggak cuma di Instagram, bukan? Nah, beberapa link media sosial bahkan video YouTube dan TikTok bisa kamu sematkan dalam desty.page.
Apakah fitur ini berbayar? Semuanya nol rupiah alias gratis. Ketika landing page kamu sudah jadi, bisa disematkan di bawah bio Instagram, Twitter, maupun media sosial lain. desty.page juga memudahkan kamu dalam menentukan template disertai berbagai desain estetik.
Gimana kalau kita enggak punya website toko online? Kamu bisa menggunakan desty.store yang hanya memakan waktu lima menit. Masuk ke laman desty.store dan ikuti petunjuk yang ada. Selebihnya, kamu tinggal menyiapkan material untuk toko kamu.

Cara Membuat dan Menjual NFT

Setelah Teman desty memahami apa itu NFT dan bagaimana cara personal branding yang baik, berikut cara membuat dan memasarkan NFT, seperti dikutip dari laman Domus:

1. Pilih produk untuk aset digital

Siapkan produk atau karya seni milikmu sendiri. Produk harus berupa dokumen digital, GIF, koleksi barang, video, musik, gambar, dan produk digital lain.

2. Pesiapkan dompet atau mata uang Ethereum (ETH)

Dalam melakukan transaksi jual-beli di NFT kamu memerlukan yang namanya Ether atau ETH. Ether merupakan token alias mata uang.
Dompet Ehtereum merupakan Ether berupa cryptocurrency berbasis Ehtereum yang digunakan untuk membuat NFT. Ini bisa kamu unduh melalui Google Playstore maupun App Store. Perlu diketahui, harga membuat NFT belum stabil.
Katakanlah setidaknya kamu perlu memiliki 150 dolar AS setara 2 juta rupiah. Namun, kamu dapat membuat NFT secara gratis melalui marketplace OpenSea.

3. Tentukan pasar tempat

Ada beberapa market yang bisa kamu gunakan seperti Rarible, Mintable, dan OpenSea. Sekarang ini, OpenSea lebih populer di Indonesia.
Dalam OpenSea, klik Profil Saya pada ikon pengguna dan pilih metode hubungkan dompet ETH.

4. Bikin NFT

Jika proses menghubungkan dompet ETH ke OpenSea berhasil, lanjutkan dengan membuat NFT perdana kamu. Pada menu atas klik Buat dan bikin koleksi.
Ikut petunjuk dan lengkapi informasi yang diminta dan simpan. Pilih Item Baru dan unggah produk karya seni kamu disertai keterangan. Klik Buat.
Token kamu berhasil dibuat. Setelah itu, pasarkan di OpenSea dengan membuka item baru di koleksi kemudian jual produk kamu. Di laman pembayaran, kamu dapat memilih token Ehtereum yang diterima sebagai pembayaran.

5. Raup keuntungan

Jika sudah melakukan proses di atas, pasarkan produk NFT kamu di OpenSea dan tunggu kolektor maupun pengguna lain yang siap membeli token kamu. Aset digital ini dapat kembali dijual dan oembuat asli akan mendapatkan royalti. Siap-siap dapat cuan!
Tentunya untuk personal branding enggak selalu dengan NFT. Asalkan Teman desty memiliki keunikan yang dapat ditunjukkan, bermanfaat bagi orang lain, serta menjadi solusi dalam permasalahan publik, di situlah kamu dapat melakukan personal branding untuk dikenal sebagai sosok yang seperti apa. Apakah kamu ingin menjadi pebisnis, penyanyi, content creator, atau konsultan.
Jadi, udah siap untuk menunjukkan sisi unik kamu, Teman desty?