Apa Perbedaan Tagline dan Slogan dalam Bisnis?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Brand usaha tanpa tagline sama seperti seseorang atau profil tanpa nama. Meski terkesan sederhana, kalimat pendek pada tagline memiliki tujuan penting dalam unit bisnis.
Berbicara soal tagline, definisinya kerap kali disamakan dengan slogan. Keduanya memiliki fungsi mengomunikasikan suatu brand atau produk.
Untuk mengetahui perbedaan keduanya, kita bahas definisi beserta contoh tagline dan slogan yuk!

Apa itu Tagline?

Definisi tagline dapat menggunakan kata-kata beragam. Seorang marketer expert asal Amerika, Eric Scwartz mendefinisikan tagline sebagai kumpulan kata yang diletakkan pada logo maupun brand untuk mendefinisikan target audiens dan meningkatkan engagement dengan mereka.
Tagline secara praktis dapat diartikan sebagai kumpulan kata yang mendefinisikan tujuan perusahaan. Dapat juga berupa moto yang berbicara tentang kehadiran sebuah brand.

Tipe-tipe Tagline

Kumpulan kata dalam tagline memiliki beberapa jenis. Dikutip dari laman Business Tech Hashmicro, berikut lima tipe tagline yang perlu diketahui dalam tahap branding:

1. Deskriptif

Tagline deskriptif memberikan penjelasan tentang produk dan jaminan layanan servis top tier kepada pelanggan.
Tipe tagline deskriptif juga menggambarkan visi serta moto dari brand, produk, maupun perusahaan.
Contoh: “Save Money, Live Better” dari Walmart.

2. Spesifik

Tagline spesifik mempromosikan kelebihan dari suatu brand dan menggambarkan apa keunggulan produk dari kompetitor.
Contoh: “Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro,” dari Teh Botol Sosro.

3. Superlatif

Tagline superlatif tidak mungkin tidak berbeda dengan tipe spesifik, tetapi ada bumbu kata-kata yang memprovokasi audiens.
Umumnya tipe superlatif membuat brand yang dijelaskan adalah brand terbaik di kelasnya jika dibandingkan dengan kompetitor.
Contoh: “Kapal Api Jelas Lebih Enak,” dari Kapal Api.

4. Imperatif

Tagline imperatif mendeskripsikan aksi dengan kata kerja. Kata-kata dalam tagline imperatif lebih mengajak audiens untuk melakukan tindakan lanjutan.
Contoh: “LA Lights, Enjoy Aja,” dari LA Lights.

5. Provokatif

Tagline provokatif berusaha mendorong audiens untuk tertantang ketika membaca tagline. Enggak jarang ditemukan tanda tanya retorika di akhir kalimat.
Contoh: “Orang Pintar, Minumnya Tolak Angin,” dari Tolak Angin.

Apa itu Slogan dan Contohnya?

Slogan adalah frasa yang umum digunakan untuk kepentingan iklan atau merepresentasikan suatu produk, bukan brand.
Contoh slogan pada produk MacBook Air besutan Apple yaitu “Change is in the Air.”

Perbedaan Tagline dan Slogan

Perbedaan mendasar dari tagline dan slogan terletak pada penggunaannya. Jika tagline digunakan untuk menekankan value dan fungsi pada brand, maka slogan menjelaskan setiap produk di bawah naungan brand tersebut.
Contoh perbedaan tagline dan slogan dari produk makanan ringan Chitato:

Tagline brand Chitato: “Chitato Life is Never Flat”

Slogan untuk produk Chitato Lite: “Life Up Your Life”

Itu dia sekilas perbedaan antara tagline dan slogan. Keduanya memiliki fungsi yang sama dalam menyampaikan pesan suatu brand maupun produk, tetapi berbeda pada peletakan dan skala fungsinya.
Saat membuat usaha maupun membuka toko, jangan lupa sertakan tagline dan slogan Sobat Desty, ya.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Store.jpg