Perbedaan Buzzer dan Influencer, Kenali Lewat 3 Poin Berikut


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pernah mendengar istilah buzzer dan influencer? Untuk saat ini, sentimen negatif lebih banyak menimpa para buzzer, sementara influencer lebih dekat dengan sentimen topik-topik berkaitan dengan content creator maupun bisnis.
Sebelum mengenali lebih jauh apa dan siapa itu buzzer dan influencer, kenali dulu yuk asal muasal kata ini muncul dan penggunaannya dalam bermedia sosial.

Apa itu Buzzer?

Dalam kamus daring Cambridge, buzzer dalam bentuk kata benda merupakan perangkat elektronik yang mengeluarkan suara mendengung.
Dalam bahasa slang, istilah buzzer kemudian digunakan merujuk pada orang-orang yang menyebarkan konten hingga viral di media sosial. Sifatnya wajib dan dilakukan terus menerus oleh buzzer di medua sosial hingga target tercapai.
Buzzer umumnya enggak punya followers yang banyak. Mereka bekerja dalam tim besar yang berisikan belasan orang. Terkadang akun anonim juga digunakan agar tujuan tercapai.

Influencer Adalah…

Influencer berasal dari kata benda influence. Dalam arti harfiahnya, influence berarti memberikan pengaruh. Maka influencer adalah pelaku yang memberikan pengaruh kepada orang lain.
Influencer umumnya memiliki followers yang banyak dan pendapat mereka lebih didengar pengikutnya. Oleh sebab itu, opini influencer dapat menggiring opini followers.

Perbedaan Buzzer dan Influencer

Ada banyak cara membedakan mana buzzer dan influencer. Tiga parameter berikut dapat menjawab perbedaan keduanya:

1. Angka audiens atau followers

Buzzer dan influencer memiliki jumlah pengikut yang berbeda. Umumnya, buzzer hanya datang dengan kepentingan tertentu seperti membesar-besarkan suatu topik di media sosial.
Meski pengikut akun buzzer terbilang sedikit, mereka dapat menjangkau audiens yang banyak. Sebab, tugas utama mereka adalah menyebarkan informasi, bukan memengaruhi orang lain.
Influencer sudah mendapatkan tempat di hati para pengikutnya. Umumnya mereka memiliki jumlah pengikut yang banyak karena dampak yang diberikan menghasilkan hal baik.
Untuk saat ini, sentimen influencer masih baik. Namun, ada beberapa influencer dengan niche tertentu memiliki pengikut banyak karena beberapa orang sepakat dengan pemikirannya.
Bagi influencer, memberikan pengaruh atau menggiring opini merupakan tugas mereka. Sehingga, antara sepakat atau tidak sepakat, pengikut influencer lebih banyak setuju dan mengikuti apa kata para influencer.

2. Engagement rate

Buzzer cenderung memiliki engagement rate yang rendah karena penyebaran informasi yang berulang. Meski begitu, banyak audiens yang tetap menyaring informasi dari para buzzer untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Influencer memiliki engagement rate yang tinggi. Mengapa demikian? Karena influencer menciptakan interaksi dengan audiens dengan aktif sehingga terkesan natural.
Nah, untuk meningkatkan penjualan, sentimen baik dari influencer bisa kamu gunakan. Sebab, ada interaksi dan dampak yang diberikan oleh influencer kepada audiens.

3. Tingkat keberhasilan dan kerja sama

Berbicara soal indikator keberhasilan, buzzer unggul dalam brand awareness. Namun, apakah strategi berhasil atau tidak, enggak ada yang bisa mengukur. Yang bisa dipastikan dari seorang buzzer adalah konten kamu viral atau tidak.
Buzzer umumnya menggunakan strategi menyematkan hashtag yang sedang viral ke dalam konten. Terkadang, konten tidak berkaitan dengan hashtag yang sedang viral.
Berbeda dengan buzzer, influencer memiliki indikator keberhasilan lebih baik dalam bisnis. Contohnya ketika kamu menggunakan jasa influencer di Instagram.
Instagram menyediakan fitur insight pada konten sehingga tahu berapa persisnya angka jumlah penonton, share, dan save konten kamu. Dengan begitu, evaluasi kinerja semakin mudah dan perencanaan strategi baru lebih matang.
Itulah perbedaan buzzer dan influencer yang perlu kamu ketahui. Pastikan, untuk meningkatkan penjualan bisnis kamu tetap memperhatikan sentimen baik dan dampaknya untuk hasil penjualan.