Online Brand Community: Pengertian, Efek, Contoh, dan Cara Menerapkan dalam Bisnis


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pengenalan brand baru lebih banyak bergantung pada seberapa besar eksposure yang dilakukan oleh perusahaan.
Saat konsumen mengenali brand dan menggunakan produk untuk kebutuhan harian, ada ikatan emosional antara pelanggan dan brand.
Ketika produk brand itu memiliki dampak untuk pelanggan, ulasan jujur dan rekomendasi akan berjalan dari pelanggan ke calon konsumen.
Pelanggan kemudian saling bertukar informasi tentang produk sebuah brand. Informasi yang dibagikan seputar kegunaan dan manfaat.
Para pelanggan yang memiliki ikatan emosional dengan sebuah brand kemudian membentuk forum atau komunitas khusus.
Dari skema situasi di atas, terlihat brand mendapatkan eksposure dari para konsumen yang berkumpul karena minat yang sama.
Pelanggan membentuk komunitas untuk mengetahui kabar terkini dari brand yang mereka sukai.

Apa itu Online Brand Community?

Online brand community atau OBC adalah kumpulan konsumen atau pengguna yang terhubung secara online dengan perantara sebuah brand.
Kumpulan orang dalam OBC memiliki ikatan emosional dengan brand. Dari sini, mereka berinteraksi dan bertukar informasi dengan pelanggan lain dan calon konsumen.
OBC yang berhasil menjadi rujukan audiens baru yang ingin mencoba produk dari sebuah brand.

Efek Online Brand Community untuk Bisnis

Menurut studi terbaru yang disusun oleh sejumlah peneliti di Spanyol dipublikasikan di MDPI, online brand community secara tidak langsung mendukung brand dan memberikan ulasan baik dari interaksi yang terjalin.
OBC menciptakan pelanggan yang setia pada brand dan mendatangkan audiens baru melalui ulasan yang diberikan.
Secara tidak langsung, interaksi yang terjadi dalam OBC memperkuat identitas brand. Calon konsumen pun memiliki rasa percaya lebih terhadap suatu brand.
Jika pelanggan sudah memiliki keterikatan secara emosional dengan sebuah brand, maka identitas brand semakin kuat dan repeat order berjalan secara organik.

Contoh Online Brand Community

Ada banyak contoh online brand community. Selama sekumpulan orang dalam komunitas aktif berinteraksi dan berbagi informasi, maka komunitas ini akan tetap ada.
Berikut contoh online brand community yang sudah ada dan berjalan:

1. LEGO Ideas

Komunitas pecinta Lego muncul ketika sekumpulan orang bernama Adult Fans of LEGO (AFOL) menerima lebih banyak anggota dari segala usia.
Syarat utama anggota LEGO Ideas yaitu mencintai LEGO dan jika kamu berusia kurang dari 14 tahun, wajib menyertakan izin dari orangtua.
Beragam aktivitas menarik dilakukan secara online melalui situs LEGO Ideas. Satu di antaranya mengunggah hasil karya LEGO dan meminta anggota lain melakukan vote.
Hingga saat ini LEGO Ideas memiliki lebih dari 1,8 juta anggota.

2. Duolingo

Siapa yang enggak tertarik belajar bahasa baru? Hadirnya aplikasi Duolingo menjadi solusi sarana belajar praktis dan minim modal.
Lebih dari 100 kursus bahasa dapat diakses oleh lebih dari 300 juta pengguna hingga saat ini.
Duolingo memiliki komunitas bernama Duolingo Incubator. Di sini, audiens dapat berkontribusi ide dan menciptakan kursus bahasa sendiri.
Dengan platform Duolingo, audiens tidak hanya menjadi pengguna tetapi merasa memiliki Duolingo.

Cara Menerapkan Online Brand Community

Enggak ada strategi yang benar-benar jitu untuk menciptakan komunitas online.
Namun, kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut ketika banyak konsumen yang mulai menyukai brand bisnis kamu:

1. Pertegas identitas brand

Apa tujuan bisnis dan output yang ingin kamu capai? Siapa target pasar dan bagaimana brand kamu ingin dikenali publik adalah kuncinya.
Jika prinsip-prinsip dasar sebagai identitas brand sudah teratasi, lakukan brand voice dan berinteraksi dengan calon konsumen di media sosial.

2. Pilih platform yang tepat untuk komunitas

Ada beberapa opsi yang bisa kamu lakukan untuk mewadahi online brand community.
Melalui situs forum seperti yang dilakukan LEGO Ideas bisa kamu coba.
Siapkan beberapa aktivitas menarik dan sesekali buka diskusi aktivitas menarik apa yang ingin dilakukan untuk seru-seruan.

3. Tanya jawab dan beri hadiah

Beberapa platform media sosial sekarang memfasilitasi audiens melakukan tanya jawab.
Contohnya Instagram Stories yang dilengkapi fitur Ask Questions. Fitur ini dapat dilakukan siapa saja tanpa syarat jumlah minimal followers.
Setelah melakukan sesi tanya jawab atau kuis kecil, berikan hadiah sebagai apresiasi kepada audiens yang benar-benar menjawab pertanyaan kamu.

4. Adakan campaign rutin

Campaign berhadiah tentu menggiurkan bagi semua audiens. Untuk membuatnya lebih menarik, berikan topik yang benar-benar lekat dengan brand bisnis kamu.
Dengan menerapkan topik perihal brand, kamu bakal tahu seberapa dekat pelanggan dengan brand bisnis kamu.
Campaign rutin juga membuat mereka kembali untuk sekadar berinteraksi atau bahkan mengikuti event yang kamu adakan secara berkala.
Itu dia secuplik online brand community. Praktisnya, online brand community dikenal sebagai komunitas pecinta suatu brand yang terhubung secara online.
Nah, buat para Sobat Desty udah menentukan tujuan usaha? Bareng Desty, yuk bikin satu destynasi untuk usaha kamu.
CTA Button Desty App.jpg