Mengenal Istilah Olshop yang Banyak Disebut tapi Jarang Dipahami


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pastinya kamu pernah mendengar online shop bukan? Olshop adalah usaha yang dilakukan secara online melalui marketplace, website, atau sosial media untuk menjual produk atau jasa ke khalayak ramai. Saat ini online shop sudah menjadi favorit semua orang untuk melakukan jual-beli barang karena dinilai lebih efektif, simple, mudah dan praktis serta efisien dalam mencari barang yang diinginkan.
Melalui online shop, kamu bisa berjualan produk atau jasa dari rumah melalui internet menggunakan HP atau komputer. Pembeli akan menemukan toko online shop kamu untuk mencari barang yang dibutuhkan mata dan sesuai dengan jenis produk yang kamu jual. Mereka akan melakukan transaksi untuk pembayarannya.
Olshop toko online.jpg
Olshop adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk membangun dan mengembangkan usaha lebih cepat dengan cara yang mudah. Namun sebelum membuat online shop, alangkah baiknya kamu memahami cara pembuatannya, cara kerjanya dan istilah-istilah yang sering digunakan namun jarang dipahami oleh orang lain, khususnya bagi pebisnis pemula. Berikut ini merupakan beberapa istilah online shop yang sering digunakan namun jarang dipahami, yaitu:

1. Istilah Owner Olshop

Bagi kamu yang sering mencari tahu dunia olshop pasti pernah mendengar istilah "owner", apa artinya? Owner olshop merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan nama dari pemilik toko online tersebut, misalnya jika kamu mempunyai toko dan produk asli buatan sendiri, maka kamu bisa dikatakan sebagai owner dari toko dan produk tersebut.
Dalam membuat toko online sendiri sekarang sangatlah mudah, salah satunya kamu bisa memanfaatkan platform Desty. Kamu bisa melakukan semua di Desty untuk mendukung perkembangan bisnis kamu, mulai dari membuka toko online, sharing link Instagram, memamerkan vlog baru dan lainnya.

2. Istilah Reseller dan Dropshipper Olshop

Olshop adalah usaha online yang membuka peluang bagi orang yang ingin menjadi reseller atau dropshipper dengan mudah. Beberapa dari kamu mungkin cukup familiar dengan 2 istilah ini, namun tak jarang orang yang menganggapnya sama padahal keduanya berbeda.
Reseller adalah orang yang menjual produk dari supplier ke konsumennya. Cara kerjanya yaitu reseller biasanya mengeluarkan modal sendiri untuk membeli produk dengan harga grosiran dari supplier, lalu reseller menjual kembali barang tersebut ke konsumen dengan harga yang sudah diakumulasikan dengan keuntungan.
Sedangkan dropshipper merupakan perantara untuk menjual produk dari supplier ke konsumen. Dropshipper tidak perlu mengeluarkan modal dan tidak harus menyetok barang karena perannya hanya sebagai perantara. Jika terdapat pembeli memesan, maka dropshipper akan meneruskan pesanan ke supplier tersebut dan langsung dikirim oleh supplier atas nama dropshipper.

3. PO

Ilustrasi pre order.jpg
Pernahkah kamu mendengar istilah PO dalam jual beli di Olshop? PO merupakan singkatan dari pre order yang artinya sebuah sistem untuk menjual barang impor atau custom, di mana barang tersebut akan dipesankan atau diproduksi setelah jadwal berakhir. Lalu ketika barang sudah jadi, maka akan dikirimkan ke konsumen yang sudah ikut PO.

4. COD (Cash On Delivery)

Olshop adalah usaha online yang biasanya sistem pembayarannya menggunakan transfer. Meski begitu, dalam olshop juga dikenal istilah COD atau cash on delivery yang artinya pembeli bisa melakukan pembayaran ketika barang tersebut sudah ada di tangan mereka.
Sistem cash on delivery bisa dilakukan dengan pembeli dan penjual yang mengadakan pertemuan di waktu tertentu di suatu tempat untuk melakukan jual beli secara langsung atau bisa pula transaksi melalui kurir. Dengan COD pembeli dapat melihat barangnya secara langsung dan memberikan uang di tempat tanpa transfer.

5. Ready Stock

Istilah olshop selanjutnya yaitu ready stock. Biasanya baik pembeli atau penjual menggunakan istilah ini dengan mengatakannya "ready" saja. Ready stock artinya barang yang dijual sudah tersedia serta siap dijual atau dikirim ke pembeli.

6. Resi

Ilustrasi bisnis olshop.jpg
Olshop adalah usaha online yang bisa memperkenalkan barangnya secara luas hingga luar kota, provinsi bahkan luar negeri. Saat melakukan transaksi online tentunya kamu juga sudah tidak asing lagi dengan istilah resi yaitu bukti pembayaran tertulis saat orang mengirimkan barang.
Pembeli bisa melacak barang yang dikirim melalui kode resi tersebut. Jadi ketika kamu membuka olshop dan mengirim barang, jangan lupa untuk memberikan resi kepada pembeli.

7. Return

Olshop adalah usaha online yang bisa melakukan pengembalian atau dikenal dengan istilah return. Seseorang melakukan return ketika mendapatkan produk atau barang yang cacat atau tidak sesuai dengan yang dijual. Return ini bisa dilakukan dengan pengembalian atau penukaran.
Untuk mendukung mengembangkan usaha online milikmu, kamu bisa menggunakan platform Desty dan rasakan manfaatnya, baik pada Desty Page atau Desty Store. Desty page membantu kamu membuat bisnis terlihat profesional dengan membuat link-in bio jadi keren.
Kamu juga bisa gunakan Desty store untuk membuat online store sendiri, bebas mengatur desain sesuai branding dan bebas biaya transaksi. Dengan store sendiri kamu bisa fokus terhadap website penjualan sendiri tanpa memikirkan kompetitor dan membuat tampilan lebih cantik sesuai branding agar pembeli nyaman berada di store kamu.
Itulah 7 istilah olshop yang sering digunakan namun tak sedikit orang yang kurang memahaminya. Tentu masih banyak istilah lainnya yang harus kamu pahami agar penjualan dapat berjalan lancar. Untuk meningkatkan usaha kamu, diperlukan strategi dan sistem yang baik. Gunakan platform Desty sekarang juga untuk mendukung usaha kamu lebih baik. Olshop adalah peluang besar yang sayang dilewatkan.