Objektif Adalah: Arti dalam KBBI dan Pendapat Para Ahli


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Teman desty mungkin sering menyebut kata-kata kepada orang, “eh kamu yang objektif dong dalam menilai.”
Sebenarnya apa arti kata objektif tersebut?
Objektif adalah bentuk baku, sedangkan nggak bakunya adalah obyektif.
Istilah ini kadang sering kamu pakai dalam percakapan baik yang sifatnya resmi atau nggak.
Obrolan kalangan milenial walaupun menggunakan konten-konten gaul kadang tetap memakai diksi yang objektif dalam penyebutannya.
Nah, apa sih sebenarnya arti objektif itu?

Pengertian Objektif dalam KBBI

800 X 600 (11).png
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kbbi.kemdikbud.go.id, kata objektif memiliki arti sebagai keadaan yang sebenarnya, yakni tanpa adanya pengaruh ataupun pandangan pribadi.
Selain itu, kata ini juga bisa memiliki arti sebagai lensa pada peralatan optis dengan posisi paling dekat dengan benda yang sedang diamati.
Lalu penyebutan yang benar objektif atau obyektif?
Kata bakunya adalah objektif, jadi saat kamu mencari maknanya di kamus dengan menggunakan kata obyektif jelas nggak akan ketemu.
Masukkan kata objektif untuk pencarian kata juga penggunaannya dalam kalimat tulisan.

Pengertian Objektif Menurut Para Ahli

800 X 600 (20).png
Devi Andriani Susilo selaku pakar psikologi klinis menyebutkan, arti kata objektif adalah perilaku atau pola pikir seseorang yang berdasarkan pada fakta dan informasi yang bersifat konkret.
Lawan kata dari objektif adalah subjektif.
Jika objektif berdasarkan pada fakta, maka subjektif berdasarkan pada pertimbangan pribadi, pemikiran, dan selera diri sendiri.
Sikap manusia seringkali berada pada dua kondisi tersebut dalam memandang suatu persoalan.
Adakalanya bersikap objektif dan nggak jarang lebih pada pertimbangan pribadi.
Umumnya orang akan sedikit sulit bersikap objektif, padahal berdasarkan pada manfaatnya, bersikap sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada kadang-kadang bisa mengurai masalah.
Subjektif dan objektif adalah dua hal yang perlu kamu kondisikan sesuai kebutuhan. Kapan bersikap subjektif dan kapan objektif.

Manfaat Berpikir Objektif dalam Kehidupan

shutterstock_1823803592.jpg
Bersikap dan mengambil keputusan secara objektif dalam hidup memberikan manfaat yang penting untuk kamu, apa saja?
  • Mendorong kamu bersikap adil dalam membuat keputusan.
  • Mengurai rasa bingung terhadap keputusan yang akan kamu lakukan.
  • Membantu kamu mengambil keputusan yang tepat.
  • Menciptakan rasa tenang dalam diri, meredakan ketegangan.
  • Lebih jernih dan jelas dalam memandang persoalan.
Ini juga penting kamu terapkan dalam berbagai dimensi kehidupan.
Misalnya dalam penelitian, melihat sejarah, dan lainnya.
Objektif dalam penelitian adalah hal yang penting untuk mendapatkan sumber informasi yang akurat, valid, dan sesuai dengan fakta di lapangan.
Nah, sebagai millenial kamu masih suka berpikir subjektif dalam memandang sesuatu?
Ya, subjektif juga dibutuhkan pada komposisi tertentu, tetapi nggak sampai menghilangkan pandangan objektif kamu terhadap sesuatu itu.
Teman desty yang smart, hidup akan lebih tenang dan nyaman dengan pandangan-pandangan objektif terhadap sesuatu.
Objektif adalah cara kamu dalam menilai adil sesuatu hal, kamu setuju?