Mengenal Model Bisnis Social Entrepreneurship


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pernah mendengar istilah social entrepreneurship, Sobat Desty? Meski basisnya berbisnis, tujuan yang diharapkan dari social entrepreneurship tidak lain untuk memberikan perubahan yang lebih baik.
Bahkan, dalam lingkup social entrepreneurship ada beberapa tokoh yang dikenal sebagai social entrepreneur karena jasanya yang mengatasi permasalahn sosial di sekitar.
Social entrepreneur dikenal juga dengan wirausaha sosial. Selain memberikan perubahan baik di lingkungan sosial, apakah social entrepreneurship juga menghasilkan uang?

Apa itu Social Entrepreneurship?

Social entrepreneurship adalah upaya individu atau kelompok yang memanfaatkan ide serta memberikan inovasi bisnis untuk menciptakan peluang usaha baru dalam memberdayakan warga.
Berbeda dengan entreprenur biasa yang hanya mendapatkan profit atau keuntungan. Social entrepreneur memberikan dampak positif untuk lingkungan di sekitar.
Ketika entrepreneur umumnya mengukur kesuksesan dari market share atau pertumbuhan pendapatan tahunan, social entrepreneur fokus pada metriks jumlah donasi, berapa tanaman hijau yang ditanam, atau donasi yang dibuat sebagai bagian dari kegiatan amal.

Pengertian Social Enterprise

Model bisnis social enterprise dibuat dengan misi memberi pengaruh pada pengelolaannya. Dapat dimulai dari pengembangan produk hingga melakukan branding. Tidak terkecuali manajemen rantai pasokan hingga perencanaan keuangan.
Tiga metrik yang menjadi tolak ukur kesuksesan suatu usaha sosial atau social enterprise antara lain:
  • Dampak usaha sosial terharap masyarakat dan kemampuan membuat perubahan, meningkatkan kehidupan, dan mengembangkan komunitas.
  • Kontribusi terhadap perubahan lingkungan. Contohnya seperti ajakan menjaga udara tetap bersih dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor sebagai moda utama transportasi.
  • Social entreprise juga butuh menghasilkan uang untuk bertahan, berkembang, dan memberi upah pekerja.

Contoh Tokoh Social Entreprenuer

Sebagai motivasi dalam berbisnis, beberapa social entrepreneur berikut bisa dijadikan sebagai role model Sobat Desty dalam memulai bisnis dan merancang tujuan bisnis:

1. Jamie Chu dari Hong Kong

Jamie Chu memiliki tujuan memberantas rasa galau meratapi kehidupan para remaja. Jamie menginisiasi pelayanan psikologi untuk 25 sekolah dengan tiga ribu siswa di Hong Kong pada 2012.
Jamie kemudian menciptakan aplikasi Lulio, games yang seolah memberikan kesejahteraan kepada pengguna untuk mencegah risiko tekanan dan keinginan bunuh diri.

2. Daniel Flynn dari Australia

Sadar akan akses terbatas jutaan orang di dunia memiliki keterbatasan akses air minum yang layak, Daniel Flynn mendirikan Thankyou Water.
Daniel kemudian mendirikan startup dengan fokus menjual air minum kemasan. Hasil penjualan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan air minum di daerah lain.

3. Alok Shetty dari India

Alok Shetty memiliki tujuan mengubah kehidupan masyarakat di daerah kumuh dengan mendesain ulang rumah warga menjadi layak huni.
Shetty memulai bisnisnya dengan bermodalkan laptop sejak di bangku kuliah saat kuliah di jurusan Arsitektur.

4. Muhammad Alfatih Timur dari Indonesia

Sobat Desty tentu tidak asing dengan platform KitaBisa, bukan? Alfatih mendirikan platform KitaBisa untuk menggalang dana bantuan bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
Alfatih sebelumnya merupakan CEO dari Rumah Perubahan gagasan Rhenald Kasali. Hingga kini, banyak orang-orang yang menggunakan platform KitaBisa untuk kegiatan amal donasi.
Social entrepreneurship tidak selalu sama dengan corporate social responsibility atau CSR. Inti dari usaha sosial yaitu memberi dampak dan pengaruh positif yang membawa perubahan ke arah lebih baik.
Nah, sekarang jadi udah tahu kan ternyata enggak semua model bisnis bertujuan hanya untuk menghasilkan profit.
CTA Button Desty App.jpg