Mengapa Pemasaran Butuh Brand Community? Ini Alasannya


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Brand bisnis kamu dikenali banyak orang, tetapi berapa banyak yang benar-benar setia dan menyukai produk dari brand kamu?
Ketika sebuah brand bisnis menjadi top of mind konsumen sebagai kebutuhan sehari-hari, maka konsumen itu dapat disebut sebagai pelanggan.
Jika kamu ingin brand bisnis berjalan, investasikan waktu untuk kesuksesan jangka panjang dengan merangkul para pelanggan.

Apa itu Brand Community?

Brand community sepintas dapat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menyukai sebuah brand produk hingga tergabung dalam suatu forum atau komunitas.
Berbeda dengan perilaku belanja konsumen yang sekadar membeli, brand community diikuti oleh sejumlah orang yang telah berlangganan dan terikat secara emosional dengan brand produk.
Praktisnya, brand community dapat dimaknai sebagai kumpulan pelanggan yang sangat menyukai brand dan menjadi bagian dari brand tersebut.
Para pelanggan dalam komunitas brand tertentu rela menginvestasikan waktu serta uang untuk brand tersebut.
Bukan sekadar membeli, pelanggan dalam brand community juga memiliki kesukaan terhadap produk-produk yang dirilis oleh sebuah brand.
Merujuk The Business Professor, brand community adalah rangkaian hubungan antara konsumen maupun pelanggan dengan sebuah brand, serta dengan antar konsumen yang berbeda.
Sekelompok orang dengan minat yang sama dan merasa memiliki hubungan dengan brand sebuah produk berkumpul menjadi satu membentuk forum.
Mereka pun saling berbagi cerita tentang kecintaan terhadap brand sebagai bentuk apresiasi terhadap sebuah brand.

Manfaat Brand Community

Brand community memiliki banyak dampak terhadap peningkatan penjualan maupun penggunaan produk bisnis, termasuk bagaimana brand terbentuk di tengah masyarakat.
Dalam forum brand community, tentunya rekomendasi produk dari suatu brand akan terdengar lebih jujur dibandingkan mendengar keunggulan produk dari sisi perwakilan brand bisnis.
Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan atau bisnis ketika mengoptimalkan brand community:

1. Meningkatkan penjualan

Hasil survei terbaru dari Statista yang dirilis pada April 2022 menunjukkan dari beberapa saluran pemasaran, rekomendasi dari orang yang dikenal menempati posisi teratas sebagai indikator seseorang membeli produk.
Survei dilakukan Statista pada Agustus dan September 2021 dengan lebih dari 40 ribu responden dari beberapa negara.
Rekomendasi dari orang yang dikenal maupun orang terdekat lebih dipercaya dibandingkan saluran pemasaran berbayar seperti iklan di TV, iklan menggunajakn jasa influencer, iklan pada video online, media sosial, dan sponsorship pada sebuah acara.
Sebanyak 89 persen responden mempercayai kekuatan word of mouth, disusul situs brand perusahaan yang memperkuat produk bisnis dengan 84 persen responden.
Laporan terbaru Nielsen Trust in Advertising juga memberikan hasil yang sama. Studi dilakukan di 56 negara cakupan wilayah Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Amerika Utara dan Latin dengan rentang usia responden di atas 15 tahun.
Sebanyak 88 persen responden lebih percaya rekomendasi dari orang yang dikenal. Di era serba digital sekarang, generasi Millennials dan Gen X lebih percaya dengan saluran pemasaran melalui iklan.
Dengan paparan data terkini, kamu dapat melihat bagaimana rekomendasi konsumen maupun pelanggan memberikan dampak signifikan terhadap penjualan produk.
Intinya, jika rekomendasi itu datang dari orang-orang di sekitar konsumen, maka penjualan maupun penggunaan bisnis produk atau jasa ikut meningkat.

2. Meningkatkan brand awareness

Ketika sekumpulan orang dengan minat yang tinggi terhadap suatu brand mendedikasikan waktu dan uang, maka orang baru atau konsumen yang melihat tentu berpikiran brand tersebut terpercaya.
Brand kamu akan dikenal secara organik melalui word of mouth yang dilakukan orang-orang dalam komunitas maupun forum.
Contohnya, brand Lego yang hingga kini bertahan. Produk mainan anak ini tidak hanya menyasar konsumen anak-anak, tetapi juga orang yang memiliki minat bermain lego.
Lego sebagai mainan berbahan plastik memiliki bentuk yang unik. Keunikan mainan berbahan plastik asal Denmark ini kemudian menjadi nama yang kerap diperbincangkan.
Calon konsumen tidak menyebutnya sebagai mainan plastik yang saling mengunci, tetapi praktisnya menyebut nama mainan tersebut dengan nama brand yaitu Lego.

3. Produk lebih unggul

Bisnis dengan brand yang sudah dikenal karena rekomendasi orang terpercaya tentu menjadi prioritas calon konsumen.
Contohnya, ketika calon konsumen membutuhkan pasta gigi atau odol, brand Pepsodent menjadi prioritas mereka.
Contoh lain di bidang teknologi, ada iPhone yang sukses menjalankan bisnis lewat brand.
Ketika kamu membeli ponsel Android, orang-orang di sekelilingmu mungkin hanya menyebut itu sebagai ponsel baru. Namun, jika yang kamu beli adalah iPhone, mereka akan menyebutnya dengan iPhone baru.
Itu dia pengertian brand community bagaimana manfaatnya dalam strategi pemasaran produk untuk meningkatkan penjualan.
Pastikan pelanggan kamu puas dengan produk yang kamu tawarkan karena kualitas, sehingga mendapatkan ulasan baik yang mendatangkan konsumen-konsumen baru.
CTA Button Desty App.jpg