Link in Bio vs. Swipe Up Stories IG, Mana Cara Promosi yang Lebih Efektif?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Era Instagram saat ini menjadi ladang empuk untuk mempromsikan bisnis usaha. Hampir semua brand dari lintas fokus memanfaatkan Instagram untuk promosi less cost.
Instagram dengan miliaran pengguna aktif bulanan masih memberikan kenyamanan untuk berinteraksi dan berjualan.
Link in bio pada profil dan swipe up di stories IG jadi dua cara promosi yang dinilai ampuh membangun brand dan menjangkau audiens lebih luas.

Kelebihan dan Kekurangan Link in Bio dan Swipe Up IG untuk Jualan

Link in bio dan swipe up IG memiliki tujuan sama dala mempromosikan produk jualan maupun pengalihan ke channel di luar Instagram. Untuk kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan Link in Bio

Link in bio pada Instagram dapat digunakan untuk meletakkan situs resmi pemilik akun atau bio link tool seperti Desty Page, Linktree, atau Milkshake untuk profiling akun.
Untuk kepentingan jualan, link in bio memiliki beberapa kelebihan:
  • Lebih ringkas
Kebutuhan suatu brand untuk memperkenalkan diri bukan sekarang pengaturan feed, stories, dan copywriting yang engaging pada bio IG.
Bio link tool memiliki fungsi meringkas social channel brand maupun produk, link marketplace, social chat, hingga direct payment dan showcase produk.
  • Transaksi Langsung
Link in bio dapat mengajak mengonversi pengguna IG menjadi konsumen untuk melakukan transaksi langsung.
Sehingga pada sudut ini, pengguna IG yang sekadar window shopping dapat langsung memiliki produk yang diinginkan.
  • Pengalaman Belanja yang Menarik
Feed Instagram memiliki fitur dan ukuran yang tepat untuk memamerkan produk-produk jualan dengan hasil foto produk terbaik.
Untuk pengalaman belanja yang menarik, audiens menikmati caption pada postingan dan detail produk dari feed yang ditampilkan.
Audiens pun terbiasa melihat deskripsi dan lebih lanjut memenuhi hasrat untuk berbelanja pada link in bio.

Kekurangan Link in Bio

Link in bio juga memiliki kekurangan yang mungkin kurang disadari oleh beberapa penggunanya:
  • Perlu CTA yang Menggugah
Call to action yang kurang begitu diminati membuat audiens berhenti pada tahap sekadar melihat-lihat tanpa mengunjungi link in bio.
Solusinya, Sobat Desty dapat menggunakan teknik coprywriting yang mengajak audiens untuk menuju link in bio.
  • Update Link in Bio Bikin Repot
Ketika ada produk baru yang ingin ditambahkan pada etalase link in bio, Sobat Desty perlu memeriksa secara berkala.
Solusinya, Sobat Desty dapat mengandalkan Desty Page untuk melakukan editing lebih mudah. Tinggal login menggunakan nomor ponsel dan mendapatkan OTP.
Tinggal drag and drop, tampilan link in bio Desty Page terlihat lebih menarik dan praktis untuk calon pelanggan.
  • Sulit Cari Produk
Link in bio biasanya menjadi langkah lanjutan ketika audiens selesai melakukan window shopping di IG.
Umumnya, link in bio diberi nomor sesuai urutan setelah dipromosikan melalui konten di IG. Contoh ketika produk nomor 212 yang dipromosikan, maka calon pelanggan harus mencari nomor tersebut di bio link tool.
Solusinya, Sobat Desty dapat mengandalkan fitur Search di Desty Page. Tanpa perlu menggunakan nomor-nomor khusus, calon pelanggan dapat mencari produk yang ingin dibeli sesuai kata kunci.
  • Berbayar
Link in bio umumnya digunakan untuk menaruh situs resmi pemilik akun atau brand perusahaan. Namun, agar lebih ringkas link in bio banyak diisi oleh situs mikro bio link tool.
Beberapa bio link tool memiliki fitur-fitur menarik dan eksklusif. Sayangnya, fitur tersebut berbayar bulanan maupun tahunan.
Solusinya, ada di Desty Page. Tanpa batasan fitur premium maupun eksklusif, pengguna dapat berkreasi tanpa batas tanpa biaya langganan. Selain itu ada template yang bisa disesuaikan.

Kelebihan Swipe Up IG

Swipe Up IG hanya dapat digunakan pada Instagram Stories. Artinya, konten akan menghilang setelah 24 jam sejak diunggah.
Berikut kelebihan menggunakan swipe up IG untuk kepentingan jualan:
  • Praktis
Followers akan lebih mudah mengunjungi situs jualan ketika disematkan pada fitur swipe up IG. Di luar followers akun, pemilik usaha dapat mempromosikannya via iklan.
  • Menjangkau Target Pasar
Stories hanya dapat dijangkau langsung oleh pengikut di IG. Selebihnya, audiens yang datang karena penasaran atau sedang diadakan aktivitas undian berhadiah atau promosi.

Kekurangan Swipe Up IG

  • Hanya Mempromosikan Satu Link
Swipe up IG hanya dapat mempromosikan satu link atau fokus pada satu produk tertentu. Jika yang diletakkan hanya laman utama produk jualan, potensi untuk check out produk akan berkurang jika dibandingkan dengan link in bio.
Solusinya, Sobat Desty dapat menggunakan CTA yang powerful pada satu produk yang sedang tren. Dengan begitu, konversi penjualan akan lebih mudah.
  • Hanya Bertahan 24 Jam
Mengikuti aturan Stories, unggahan hanya bertahan selama 24 jam sejak diunggah. Ketika menggunakan bantuan iklan, Stories mungkin bisa bertahan lebih dari 24 jam dan menjangkau audiens di luar followers.
Link in bio dan swipe up IG memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Untuk jangka panjang, link in bio dapat menjadi tool yang tepat untuk melengkapi kebutuhan transaksi jual beli. Sementara swipe up IG lebih cocok untuk jangka pendek dan produk tertentu.
Antara link in bio dan swipe up IG sesuaikan dengan kebutuhan kamu, ya.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Page.jpg