Cara Membuat Konten Pilar untuk Promosi Produk


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pondasi dasar dalam konten adalah konten pilar. Konten akan memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan dapat memberikan jawaban atas kebutuhan audiens.
Konten yang berisikan informasi lengkap tentunya memberikan nilai yang besar untuk audiens. Oleh karena itu, konten juga perlu memuat informasi yang dapat dipercaya.
Konten pilar tidak hanya dipakai dalam situs, tetapi media sosial. Sebab, media sosial menjadi platform membuat konten yang dapat memberikan engagement lebih tinggi jika dibandingkan dengan situs.
Sebelum lebih dalam mempelajari cara membuat konten, kenali dulu apa itu definisi dari konten pilar.

Apa itu Konten Pilar?

Konten pular adalah tiang-tiang dasar topik yang merepresentasikan nilai serta ciri khas brand kepada audiens. Singkatnya, konten pilar menjadi acuan dasar ketika akan memproduksi konten dan mempublikasikannya melalui situs atau media sosial.
Contoh konten pilar adalah ketika ingin merencanakan konten untuk diunggah di Instagram untuk menyampaikan pesan dalam brand bisnis, dapat berupa cerita, hingga susunan konten yang ingin ditunjukkan kepada khalayak luas.

Cara Membuat Konten Pilar

Para content creator tentunya membuat konten pilar sebelum mengunggah konten di Instagram, TikTok, Facebook, serta media promosi lain. Berikut cara membuat konten pilar:

1. Kenali siapa audiens kamu?

Konten yang kamu ciptakan menarik dan enggak ada duanya. Namun, jika konten tersebut enggak relevan dengan karakter audiens kamu, tentu saja percuma. Artinya, konten kamu tidak tepat sasaran.
Pastikan buat perencanaan konten dan lakukan riset seperti apa audiens yang menjadi target market kamu. Contohnya, kamu ingin menawarkan produk susu bayi, tentu saja target market kamu adalah ibu-ibu yang baru melahirkan, bukan anak-anak remaja.
Target market atau buyer persona dapat kamu lihat melalui berbagai referensi. Contohnya, pada tabel di bawah ini menunjukkan seperti apa buyer persona yang ingin mereka capai.

2. Mengetahui kebutuhan audiens

Setelah mengetahui siapa target market kamu, bikin solusi dari masalah yang mereka hadapi. Produk kamu
Pada konten yang kamu buat, pastikan menyebut masalah yang sedang dihadapi atau akan dihadapi target audiens dan promosikan produk kamu sebagai jalan keluarnya.

3. Beri teknik pancingan

Pada tahap ini, kamu diharapkan sudah mengetahui konten apa yang kamu buat. Nah, kamu bisa memancing target audiens untuk membaca dan berinteraksi.
Gunakan bahasa yang sesuai dengan target market kamu dalam berinteraksi. Jika target kamu adalah ibu-ibu muda, maka gunakan kata sapaan seperti Bunda, Sis, dan sebagainya.
Model pancingan kepada target audiens dapat kamu kaitkan dengan konten-konten berupa studi kasus dan fakta menarik. Terlebih, jika konten yang kamu buat dalam bentuk storytelling. Konten storytelling akan terasa lebih emosional karena menangkap fenomena sehari-hari.
Dalam menentukan model pancingan dalam konten pilar, pastikan kamu menaruh Call To Action atau CTA pada akhir konten.

4. Lakukan promosi dengan konsisten

Mengunggah atau menyebarkan konten dengan konsisten akan membantu progres algoritma media sosial mendukung konten kamu. Kenali bagaimana algoritma TikTok dan Instagram bekerja dalam mempromosikan konten.
Ketika kamu konsisten mengunggah konten, koneksikan dengan platform media sosial lain. Contohnya, ketika kamu mendapatkan perhatian lebih di TikTok, jangan lupa sematkan akun Instagram juga marketplace lapak jualan kamu pada bio TikTok.
Namun, karena pada kolom bio hanya memperbolehkan satu link sematan, kamu bisa menggunakan desty.page. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan, termasuk menyematkan semua link media sosial dan fitur payment.
Itulah beberapa cara membuat konten pilar. Singkatnya, konten pilar yang kamu unggah di TikTok, Instagram, situs, dan platform lain memiliki cara yang sama. Kuncinya, konsisten dan tahu seperti apa buyer persona yang menjadi target market kamu.
CTA Button Blog Desty Store.jpg