Kelebihan dan Kekurangan Reseller Juga Dropshipper, Pilih Model Jualan yang Mana?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Menjadi reseller maupun dropshipper memiliki kekurangan dan kelebihan. Keduanya cocok menjadi jalan bagi pebisnis pemula.
Namun, baik reseller maupun dropshipper memiliki perbedaan yang layak dipertimbangkan. Apakah bisnis kamu lebih cocok menggunakan reseller atau dropshipper.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Reseller adalah cara jualan dengan menjualkan lagi barang yang sudah dibeli dari produsen.
Dropshipper memiliki pengertian yakni membantu menjualkan barang milik produsen. Posisinya jadi perantara antara produsen dengan calon pelanggan.
Untuk tahu kekurangan dan kelebihan dari reseller dan dropshipper, kamu mesti tahu dulu apa bedanya. Perbedaan antara reseller dan dropshipper bisa kamu lihat dari tabel berikut:
Perbedaan reseller dan dropshipper
Dari tabel di atas, Sobat desty bisa membedah kekurangan dan kelebihan reseller dan dropshipper dengan mudah.

Kekurangan dan Kelebihan Reseller

Sebelum menjadi reseller, kamu bisa pelajari lebih dulu keuntungan dan kerugian berikut:

(+) Keuntungan

  • Dapat untung lebih besar karena margin potongan dari produsen lebih tinggi.
  • Punya kendali penuh pada barang, jadi mudah untuk tahu dan mengukur stok yang tersedia.
  • Dapat membuat pasukan penjualan (reseller atau dropshipper) lagi untuk mempercepat barang laku.
  • Potensi untuk sukses lebih cepat.

(-) Kerugian

  • Membutuhkan modal di awal untuk membeli stok barang.
  • Harus siap menanggung risiko jika barang enggak terjual.

Kekurangan dan Kelebihan Dropshipper

Menjadi dropshipper memiliki beberapa kelemahan, tetapi ada sisi yang lebih menguntungkan ketika kamu memilih menjadi dropshipper.

(+) Keuntungan

  • Mulai jualan tanpa harus mengeluarkan modal.
  • Enggak ada risiko, karena kamu enggak perlu stok barang.
  • Bisa lebih fokus untuk jualan, enggak perlu memikirkan yang lain-lain.

(-) Kerugian

  • Margin keuntungan lebih tipis.
  • Enggak punya kendali atas barang, jadi lebih rentan untuk bermasalah dengan calon pelanggan (jika produsen memiliki pelayanan buruk).
  • Lebih sulit untuk membesarkan bisnis.

Antara Reseller dan Dropshipper, Mana yang Lebih Baik?

Memilih menjadi reseller maupun dropshipper adalah pilihan Sobat desty. Jika kamu merasa menjadi reseller lebih menguntungkan, maka jadilah reseller. Namun, jika cara jualan ala dropshipper lebih memudahkan kamu pun enggak masalah memilih cara jualan ini.
Pada intinya, jika kamu memiliki modal, sebaiknya jangan ragu untuk menjadi reseller. Sebaliknya, kalau belum memiliki modal, jangan memaksakan untuk pinjam modal dan lebih baik memulai sebagai dropshipper lebih dulu.