Kekurangan dan Kelebihan Menjadi Freelancer


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pekerjaan lepas atau freelance banyak dilakukan dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Freelance di zaman serba digital sekarang memungkinkan untuk bekerja secara online.
Bahkan untuk melakukan koordinasi via online meeting pun rasanya sudah sangat lumrah.
Bagi pelajar dan mahasiswa, kerja freelance dapat menjadi bekal untuk mendaftar pekerjaan dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pelamar lain di bidang sama.
Di samping memiliki keuntungan dan merupakan investasi ilmu di masa depan, kerja freelance juga memiliki kekurangan.

Kelebihan Kerja Freelance

Menjadi pekerja lepas atau kerja freelance memiliki beberapa kelebihan dan keuntungan, yaitu:

1. Fleksibel Menentukan Jam dan Lokasi Kerja

Pekerja freelance tidak terikat waktu dalam bekerja. Berbeda dengan pekerja kantoran yang memiliki jam clock in pukul 9 pagi dan clock out pukul 6 sore.
Tidak ada kewajiban bagi freelancer untuk bekerja 8 jam sehari dari hari Senin sampai Jumat.
Selagi pekerjaan bisa teratasi dan selesai sesuai kesepakatan dengan pemberi kerja, maka pekerjaan tidak terikat dengan waktu tertentu.
Pekerja freelance juga bebas menentukan dari mana akan bekerja menyelesaikan proyek.
Tanpa terikat kewajiban harus masuk kantor atau mengenakan seragam sesuai ketentuan kantor.

2. Bebas Menentukan Harga Jasa

Seorang pekerja freelance dapat menentukan berapa biaya harga jasa yang ditawarkan.
Misalnya untuk pekerja penulis lepas dapat memberikan rate harga per artikel Rp200 ribu dengan minimal 500 kata dalam satu artikel.
Freelancer juga dapat melakukan negosiasi harga jasa untuk biaya total yang akan dibayarkan.

3. Bekerja di Lebih dari Satu Proyek

Pekerja freelance dapat mengambil beberapa pekerjaan dari beberapa perusahaan berbeda dalam satu waktu.
Hal ini disebabkan karena pekerja freelance bukan orang internal dalam suatu perusahaan sehingga tidak terikat kontrak aturan pekerjaan suatu perusahaan.

4. Lebih Produktif

Pekerja freelance yang berhasil dapat menentukan manajemen waktu dalam bekerja dan mengatur waktu untuk me time atau family time.
Selain itu, bekerja secara freelance juga dapat membuat freelancer lebih produktif sekaligus menjalin relasi dengan orang dari berbagai kalangan.

Kekurangan Kerja Freelance

Kelebihan utama ketika menjadi bekerja sebagai tenaga lepas adalah memiliki jumlah pemasukan yang tak terduga tanpa terikat jam kerja.
Namun, ada beberapa kekurangan yang dirasakan ketika bekerja freelance tanpa naungan perusahaan:

1. Pemasukan Tidak Stabil

Bekerja sebagai freelancer mungkin dapat mendatangkan banyak pemasukan dari beberapa proyek yang dikerjakan.
Namun, jika pesanan atau penggunaan jasa sedang sepi maka pemasukan pun ikut tidak stabil.
Pemasukan kerja freelance terbilang tidak stabil karena tidak memiliki gaji bulanan.

2. Jaminan Kesehatan Ditanggung Pribadi

Berbeda dengan pekerja kantoran, status kerja freelance benar-benar bekerja sendiri tanpa mengikuti aturan suatu perusahaan, termasuk jaminan kesehatan.
Jika pekerja kantoran mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan, pekerja freelance harus menentukan sendiri fasilitas jaminan kesehatan perseorangan.

3. Bebas Manajemen Waktu

Bebas manajemen waktu bukan hanya kelebihan, tetapi juga dapat menjadi kekurangan pekerja freelance.
Jika seorang pekerja lepas tidak mampu memiliki manajemen waktu yang baik, hasil pekerjaan dapat mengganggu rutinitas bahkan kesehatan diri.

Siapa yang Bekerja sebagai Freelancer?

Pekerja lepas dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan tahu batasan waktu untuk bekerja, family time, dan me time.
Umumnya pekerjaan freelance dimulai ketika seseorang masih duduk di bangku sekolah, perkuliahan, atau pekerja yang memiliki waktu luang.
Bagi anak-anak sekolah maupun mahasiswa, pekerjaan freelance sangat menjanjikan untuk bekal masuk dunia kerja.

Gaji Pekerja Freelance

Gaji pekerja freelance ditentukan dari keahlian dan seberapa besar proyek yang dikerjakan. Umumnya, profil perusahaan yang menggunakan jasa freelance juga menentukan harga jasa.
Ada pekerjaan freelance yang menghitung upah berdasarkan jumlah produk, ada juga yang diupah berdasarkan jangka waktu bekerja untuk perusahaan.
Berikut rata-rata prediksi gaji pekerja freelance berdasarkan profesi dan keahlian:
  • Fotografer

Portofolio seorang fotografer saat ini dapat mengandalkan media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Menampilkan foto dengan cara carousel membuat tampilan foto terlihat nyata. Jika fotografer dapat menemukan algoritma yang tepat, maka satu postingan berpotensi banjir interaksi dari audiens.
Pekerja freelance fotografer biasanya memperoleh upah sekitar Rp500 ribu hingga Rp7 juta tergantung kebutuhan acara.
Rate pekerja lepas fotografer dapat bergantung dari jam terang, testimoni pelanggan, hingga popularitas fotografer.
  • Penulis

Konteks menjadi penulis saat ini sangat beragam. Enggak cuma sekadar penulis novel atau buku.
Penulis di era sekarang banyak dibutuhkan oleh perusahaan media dan teknologi.
Singkatnya, keahlian di bidang menulis menjadi skill dasar untuk profesi UX Writer, Content Writer, dan Copywriter.
Untuk keperluan perusahaan, umumnya jasa penulis konten diberi upah Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan dengan jumlah tulisan yang sudah disepakati.
Untuk UX Writer dan Copywriter, umumnya pekerja freelance di bidang ini mendapatkan upah sesuai ketentuan perusahaan.
  • Desainer

Pekerja kreatif seperti desainer dan ilustrator yang bekerja secara freelance umumnya mematok upah beragam.
Dimulai dari harga Rp3 juta hingga batasan harga pasar teratas di komunitas. Penentuan harga ini juga perlu berdiskusi dengan teman seprofesi agar tidak merusak harga pasar.
  • Data Entry

Pekerjaan input data terbilang pekerjaan yang paling praktis dan membutuhkan ketelitian.
Pekerja data entry dapat menghasilkan upah mulai dari Rp 1 juta tergantung dari seberapa banyak data yang dimasukkan.
  • Penerjemah

Profesi penerjemah merupakan salah satu pekerjaan yang menjanjikan dan membantu banyak orang.
Terlebih untuk penerjemah tersumpah, kualitas produk yang dihasilkan tentu sudah terjamin.
Dengan kualitas hasil yang ditawarkan, harga jasa untuk penerjemah umumnya di atas Rp5 juta untuk setia proyek yang ditangani.
  • Social Media Admin

Pekerjaan admin media sosial sekarang mendapatkan upah. Tentunya bukan sembarang akun yang ditangani oleh pekerja lepas admin medsos.
Untuk pekerja lepas sebagai admin media sosial biasanya berkisar di antara Rp500 ribu hingga Rp 2 juta per bulan.
Jika dapat menjalin kerja sama dengan brand atau event tertentu, pekerja freelance admin medsos dapat mematok harga Rp250 ribu per postingan. Dengan catatan, akun yang ditangani sudah memiliki popularitas baik dan followers melimpah.

Lapak Mencari Pekerjaan Freelance

Untuk mencari peluang pekerjaan freelance, ada beberapa platform yang dapat dipantau di waktu senggan seperti LinkedIn, Indeed, Appen, juga Upwork.
Di samping itu, umumnya ada platform online khusus yang menghubungkan orang-orang dengan satu keahlian khusus untuk menghubungkan orang yang tepat untuk suatu proyek.
Itu dia beberapa kekurangan dan kelebihan pekerja freelance. Ada plus dan minus, juga upah yang diterima bergantung pada level expertise dalam suatu bidang.
Seorang freelance butuh exposure dan lapak promosi yang tepat untuk mencari calon klien.
Gunakan Desty Page sebagai bio link tool untuk meringkas portofolio sekaligus melengkapi profil bio di media sosial agar calon klien makin percaya.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Page.jpg