Kekuatan Storytelling Marketing untuk Promosi Brand, Dari Penasaran Jadi Pemasaran?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Storytelling atau cerita dalam pemasaran punya peranan penting. Terkhusus untuk meningkatkan brand awareness sekaligus pemasaran produk.
Siapa di antara Sobat Desty yang enggak suka dengan cerita? Pasti beberapa di antara kamu lebih memilih menonton cuplikan cerita pendek dalam iklan dibandingkan produk yang muncul pada scene pertama, bukan?
Sebagai contoh, iklan dari beberapa brand dan produk di Thailand sukses mendapatkan interaksi tinggi melalui cerita yang menyentuh dari warga lokal.
Berikut video contoh iklan Thailand yang menyentuh dan emosional:
Scene pertama menampilkan aksi menyentuh saat pria tua memakaikan kaos kaki pada seorang perempuan. Siapa sangka pada akhir cerita, ternyata cuplikan ini merupakan iklan asuransi kesehatan.

Apa itu Storytelling Marketing?

Storytelling marketing merupakan bagian dari strategi pemasaran dengan objektif membangkitkan emosi audiens yang mendengar, membaca, dan menyaksikan suatu cerita.
Merujuk laman IGI Global, pengertian singkat storytelling marketing adalah strategi bercerita dengan maksud memengaruhi audiens untuk dapat lebih dekat secara emosional.

Kunci Storytelling dalam Pemasaran

Dalam bercerita, ada struktur dalam menyampaikan alur kepada audiens yang memiliki rasa penasaran.
Dalam publikasi artikel When Consumers and Brands Talk, dua elemen penting dalam storytelling yaitu kronologi dan casuality atau sebab-akibat.
Pada dasarnya, manusia membayangkan cerita yang bersifat naratif.
Struktur konten naratif memuat beberapa elemen seperti scene, aksi, percakapan, dan akting.
Cerita dengan justifikasi atau pembenaran yang kuat dapat memengaruhi audiens terlibat secara emosi.
Jika cerita dalam iklan mampu menggugah audiens secara emosi, maka potensi brand awareness dapat meningkat, rasa penasaran pun dapat diubah menjadi pemasaran.
Cerita yang berhasil juga dapat membuat audiens secara organik berbagi pengalaman dan cerita kepada audiens baru yang belum menyaksikan cuplikan iklan tersebut.

Keuntungan Pemasaran Lewat Storytelling

Lewat bercerita, ada banyak keuntungan untuk berbagai aspek dan sektor.
Contoh paling sederhana dalam bidang pendidikan. Merujuk artikel Vanessa Boris di laman Harvard Business, storytelling merupakan cara terkuat bagi pemimpin memengaruhi, mengajar, dan menginspirasi audiens.
Cerita yang baik akan melahirkan koneksi yang baik antara pencerita, cerita, dan pendengar.
Dalam sebuah ilustrasi, ada dua perusahaan sebut saja Perusahaan A dan Perusahaan B.
Perusahaan A mengadakan rapat. Pemimpin rapat menjelaskan hasil kinerja yang dilakukan karyawan. Dijelaskan dalam rapat bahwa pendapatan bulan ini meningkat.
Setelah mendengar rapat di Perusahaan A, para karyawan pulang dengan mengetahui bahwa perusahaan mereka sukses dengan adanya kenaikan pendapatan. Karyawan kemudian pulang.
Perusahaan B mengadakan rapat. Pemimpin rapat bercerita tentang bagaimana perolehan pendapatan kemarin dapat meraih kesuksesan.
Setelah mendengar rapat di Perusahaan B, para karyawan pulang dengan insight baru, pemikiran baru, dan tentu saja ide untuk menjalankan strategi baru.
Melalui cerita, karyawan di Perusahaan B mendapatkan pengaruh dan memperoleh lebih banyak manfaat.
Itu dia secuplik pengertian mengapa storytelling atau bercerita memiliki kekuatan dalam pemasaran.
Ketika audiens terikat secara emosional dengan cerita, artinya storyteller berhasil memberikan pengaruh melalui cerita yang disampaikan.
CTA Button Desty App.jpg