Bikin Strategi Buka Lapak Jualan Online Lewat TikTok Yuk!


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Kalau kamu berencana mengembangkan bisnis lewat TikTok, kamu enggak salah pilih. Sebab, TikTok kini menjadi platform video paling populer di samping YouTube.
TikTok dapat dikatakan sebagai inovator platform video vertikal yang memanjakan pengguna smartphone nyaman melihat konten-konten digital.
Untuk sekarang ini, hampir semua distribusi konten digital yang berseliweran di Instagram maupun Twitter berasal dari TikTok.
Dari data App Annie, pada Mei 2021 rata-rata pengguna Android di Amerika dan Inggris lebih banyak menghabiskan waktu di TikTok dibanding YouTube. Sementara di Indonesia sendiri, pertumbuhan pengguna aktif bulanan (monthly active user) TikTok meningkat drastis di tahun 2019 ke 2020.
Dalam cakupan wilayah Asia Pasifik, Instagram menempati peringkat teratas dalam parameter MAU. Diikuti Telegram, TikTok, Facebook, lalu WhatsApp Messenger.
Nah, melihat perkembangan pesat TikTok di Indonesia, kamu yang memiliki jiwa bisnis pasti tahu ini adalah peluang besar untuk masuk dengan produk potensial.
Sebagai pebisnis maupun content creator, kita dapat memanfaatkan TikTok untuk meningkatkan trafik dan penjualan.
Ketika para pengguna TikTok asyik menonton konten, ada kalanya mereka tergiur dengan produk dalam konten yang ditampilkan.
Daripada mereka hanya melihat dan berpaling ke akun lain, enggak ada salahnya memudahkan mereka dengan menyematkan link website toko online maupun landing page.
Nah, di sini kamu bisa menggunakan desty.page dan desty.store sebagai solusinya. Simak langkah-langkah berikut!

Meningkatkan Traffic dan Penjualan dengan TikTok

TikTok sudah menjelma jadi ladang bisnis yang menjanjikan. Tempat ini cocok banget untuk boost traffic dan penjualan. Untuk itu, kamu perlu melakukan personalisasi brand agar calon pelanggan mengetahui keberadaan akun TikTok kamu.

1. Bikin Bio TikTok yang Menarik

tiktok
Ada tiga hal yang perlu kamu lakukan untuk bikin bio TikTok yang menarik, yaitu:
  • deskripsikan brand, produk atau profil singkatmu.
  • tambahkan emoji tapi jangan berlebihan.
  • masukkan link toko online di bio sebagai CTA (Call to Action).
Ini adalah persiapan awal sebelum kamu mulai menarik pelanggan dengan konten. Contoh bio TikTok yang sederhana dan menarik seperti profil di atas.
Karena link in bio hanya bisa menyematkan satu link, maka kamu butuh landing page yang merangkum semua lapak jualan online, kontak, dan akun media sosial kamu.
Kamu bisa menggunakan desty.page bebas biaya dengan fitur tanpa batas. Pun kalau kamu enggak begitu jago desain, ada beberapa template menarik yang sudah tersedia.
Selain itu, kamu bisa memberikan sentuhan custom pada thumbnail maupun icon, menyematkan video dan audio, serta payment di landing page. Jadi, enggak perlu repot dengan berbagai link.
Mau tahu gimana caranya? Sign up di sini untuk bikin desty.page.

2. Sesuaikan Strategi Konten Kamu

Sedikit bocoran nih buat kamu, pengguna TikTok sangat menyukai tipe konten evergreen seperti tutorial dan tips.
Di sini kamu harus benar-benar punya kreativitas untuk membuat menjembatani konten dan produk.
Contoh kasus, dagangan kamu adalah peralatan makeup, maka salah satu ide konten yang cocok adalah tutorial makeup.
Ide lain juga boleh kok, asalkan tetap bermanfaat dan nyambung dengan produknya. Kelihatan sederhana, tetapi proses ini membutuhkan konsistensi dan kesabaran.
Ketika mereka mulai tertarik dengan produk kamu, siapkan website yang reliable dan terpercaya agar mereka merasa aman ketika melakukan window shopping di toko kamu.
Kalau di marketplace, kemungkinan besar produk kamu akan bersaing harga dan mereka malah lari ke toko lain. Untuk itu kamu perlu website toko online khusus agar calon pembeli fokus melihat-melihat hingga melakukan closing di toko kamu.
Nah, di desty.store kamu bisa dengan leluasa memanjakan mata calon pembeli dengan kolase gambar dan deskripsi produk yang memikat. Domain yang kamu miliki pun terlihat lebih official sehingga dapat meningkatkan brand awareness calon pelanggan.
Kalau tadi kita udah kenalan sama desty.page, di desty.store kamu bisa integrasikan ke landing page tersebut. Sehingga ketika website toko online kamu siap dipublikasikan, pelanggan dapat melakukan closing hingga payment di desty.store. Enggak perlu takut mereka lari ke toko lain, bukan?
Pelanggan dimudahkan, kamu pun dapat cuan!

3. Kumpulkan dan Posting Testimoni

Pemirsa yang kamu hadapi sekarang ini bukan cuma millennials, lho, tetapi juga generasi Z.
Nah, generasi Z ini lebih suka mendapatkan pengalaman menyeluruh, salah satunya dengan melihat testimoni.
Kumpulkan testimoni dari pengguna dan repost video mereka di feed TikTok kamu. Ini adalah salah satu cara untuk menarik minat generasi Z.
Intinya mereka baru akan percaya kalau sudah lihat buktinya.

4. Coba Investasi ke TikTok Ads

Memulai dari nol memang enggak mudah. Untungnya TikTok menyediakan fitur iklan.
Persis seperti di platform sebelah, Teman desty juga bisa pasang iklan di TikTok. Adapun jenis-jenisnya yaitu:
  • In-feed native video
  • Brand takeover
  • Hashtag challenge
  • Branded lenses
Pilihlah jenis iklan yang relevan dan arahkan pemirsa dengan tautan menuju toko online kamu.
Cara ini perlu modal, terkadang lumayan banyak, jadi pastikan kamu sudah belajar strateginya supaya enggak rugi-rugi amat.
Strategi ini cukup memudahkan kamu sebagai pebisnis untuk melakukan exposure. Tentunya kamu hanya perlu persiapan yang matang untuk promosi di TikTok dan pastikan produk jasa maupun barang yang kamu tawarkan memiliki kualitas yang mumpuni juga.
Good luck, Teman desty!