Hashtag: Definisi dan Cara Memanfaatkannya untuk Marketing


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Hashtag pertama kali menjadi populer di Facebook dan Twitter. Saat itu, penggunaan hashtag masih sekadar untuk hiburan.
Penggunaan hashtag kini semakin berkembang. Enggak cuma dalam konteks hiburan, tetapi juga dalam strategi marketing.
Media sosial yang mulai meluas fungsinya sebagai lapak jualan online pun menjadi ladang yang gurih bagi pebisnis untuk mencari pelanggan.
Sebelum lebih jauh mengetahui strategi marketing menggunakan hashtag, cari tahu dulu yuk asal-usul hashtag, definisi, dan cara menggunakannya.

Sejarah Hashtag

Dikutip dari laman Lifewire, hashtag berangkat dari metadata tags yang digunakan pertama kali pada 1988 di platform Internet Relay Chat atau IRC. Konten dalam format pesan teks, gambar, dan video dikumpulkan bersama konten lain dalam satu hashtag yang relevan.
Hashtag digunakan untuk mempermudah user untuk mencari konten yang relevan dengan nama hashtag.
Pada Agustus 2007, seorang blogger bernama Stowe Boyd pertama kali menyebut tanda pagar (#) dengan hashtag dalam blog miliknya. Konon, kata kunci hashtag dari blog Stowe Boyd saat itu menjadi satu-satunya yang muncul dalam hasil pencarian Google.
Kemudian pada Oktober 2007, seorang warga asal San Diego bernama Nate Ridder menggunakan hashtag #sandiegofire dalam konten yang diunggah sebagai informasi terjadi kebakaran di areanya saat itu juga. Dalam konteks ini, hashtag digunakan untuk menyebarkan informasi.
Pada Juli 2009, penggunaan hashtag semakin populer di Twitter. Saat itu Twitter baru berusia tiga tahun sejak didirikan pertama kali pada Maret kemudian diluncurkan pada Juli 2006.
Twitter mengadopsi hashtag dan segala bentuk tulisan dengan simbol (#) menjadi hyperlink. Twitter kemudian memperkenalkan kolom Trending Topics pada beranda user untuk menampilkan topik apa yang sedang hangat dibahas di Twitter.

Apa itu Hahstag?

Hashtag adalah kata kunci yang diawali dengan tanda pagar atau hashtag di awal kata dan dapat berupa frasa dari dua kata atau lebih tanpa jarak atau spasi. Contohnya #Desty dan #OneDestynation.
Satu hashtag dapat mengumpulkan konten maupun percakapan publik dalam satu arus. Dengan hashtag, kamu pun dapat menemukan topik terkini, konten, maupun produk yang kamu butuhkan.
Dalam media sosial, hashtag akan bekerja optimal ketika akun Twitter, TikTok, Facebook, serta Instagram kamu bersifat publik dan dapat diakses oleh siapa saja.

Manfaat Hashtag

Penggunaan hashtag yang efektif dapat menjadi kunci keberhasilan strategi marketing kamu, Sobat desty. Berikut beberapa manfaat hashtag untuk bisnis:

1. Membangun brand

Penggunaan hashtag dengan konsisten dapat meningkatkan popularitas brand kamu. Brand yang familiar di tengah publik tentu lebih menarik perhatian.

2. Meningkatkan engagement

Gunakan hashtag dalam interaksi bersama followers di media sosial. Dengan begitu, konten kamu akan terlihat ketika audiens mengetuk hashtag yang kamu gunakan.
Ketika hashtag dalam konten kamu populer di satu platform, maka terjadi interaksi di dalamnya seperti like, komentar, share, hingga menarik perhatian followers baru.

3. Tambahkan konteks pada konten di media sosial

Untuk beberapa media sosial ada pembatasan karakter, seperti Twitter. Hashtag dapat menjelaskan konteks dari konten yang kamu unggah.
Hashtag juga berfungsi mengumpulkan konten panjang atau harian yang ingin kamu bagikan secara berkala dalam beberapa postingan.

4. Membagikan informasi dan tren sosial

Umumnya, hashtag yang ramai dibicarakan adalah tren masalah sosial terkini seperti konten viral dan hyperlocal. Untuk konten brand memang jarang viral, tetapi dapat kamu gunakan sebagai bentuk branding bisnis.

5. Membantu audiens menemukan brand

Audiens tak hanya mengandalkan pencarian Google untuk menemukan apa yang dicari. Kini, kolom pencarian dapat ditemukan pada TikTok, Instagram, Twitter, LinkedIn, juga Facebook.
Cara tercepat untuk membuat produk kamu dikenali publik adalah mendompleng konten pada hashtag populer. Namun, cara ini tidak disarankan karena dapat menjadi spam bagi konten terkait.

Cara Mencari Winning Hashtag atau Hashtag Populer

1. Kembangkan hashtag populer

Twitter sepertinya menjadi platform satu-satunya yang menyediakan kolom Trending Topics pada beranda user. Namun, kamu pun bisa mencari winning hashtag untuk keperluan marketing.
Ketika kamu ingin mempromosikan produk keripik tempe, perhatikan berapa konten yang mengunggah dengan hashtag #keripiktempe. Jika jumlah pencariannya terbilang banyak, bikin hashtag yang lebih kompetitif seperti:
  • #keripiktempebbq
  • #keripiktempebalado
  • #keripiktempedaunbawang
Dalam satu konten, gunakan hashtag #keripiktempe dan #keripiktempedaunbawang jika produk keripik tempe yang kamu jual adalah rasa daun bawang. Dengan catatan, jangan terlalu banyak hashtag, ya.

2. Tentukan target pasar

Ketahui siapa yang akana menggunakan produk kamu. Jika sudah menemukan niche yang tepat, sesuaikan bahasa dan penggunaan kata dan frasa yang relevan dengan bahasa mereka sehari-hari.

3. Perhatikan hashtag dari kompetitor

Pebisnis perlu menjaga jarak dengan kompetitor, tetapi perlu tahu juga apa aktivitas dan inovasi yang dilakukan mereka.
Cari tahu hashtag mana yang digunakan kompetitor dan memuat banyak konten populer. Kemudian, gunakan hashtag tersebut pada konten kamu.
Pastikan hashtag yang digunakan kompetitor bukan branding hashtag yang memuat merek mereka, ya. Kamu hanya dapat menggunakan hashtag dengan kata-kata umum. So, be smart and picky ya, Sobat desty.

4. Cari hashtag populer di explore

Sebelum mengunggah konten, coba cari di kolom explore mana konten yang sedang tren dan hashtag apa yang digunakan. Perhatikan juga konten yang sedang digunakan oleh influencers.

5. Perhatikan konten viral

Cari tahu konten apa yang sedang viral saat ini. Jika konten tersebut menggunakan hashtag tertentu, coba gunakan hashtag itu pada kontenmu. Pilih hashtag yang relevan untuk mempromosikan produ kamu.
Hashtag memang membantu mempopulerkan produk bisnis kamu, tetapi perhatian publik akan teralih dari produk lain menuju produk kamu jika bio kamu dipercantik dengan link in bio. desty.page bisa menjadi tools kamu untuk memulainya.

Gunakan Desty Page

Desty Link in Bio.jpg
desty.page adalah layanan penyedia link-in-bio sekaligus landing page dengan fitur lengkap, praktis, dan bisa bikin cuan banget. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan secara gratis untuk menunjang profiling dan branding akun kamu di media sosial.
Umumnya, desty.page digunakan oleh pebisnis online, influencer, content creator, dan kamu yang pingin berbagi link praktis meringkas jejak digital kamu. Eits, enggak terbatas juga lho buat kamu yang pingin bikin portfolio digital buat melamar pekerjaan.
Ada apa aja fitur di desty.page? Kamu enggak cuma mengunggah link, tetapi ada gambar, mengatur tampilan carousel, grid, menyematkan video dari media sosial lain seperti YouTube, TikTok, Instagram, juga audio seperti musik podcast atau musik favorit kamu.
Fitur umum yang dapat kamu temukan di desty.page antara lain teks, berbagi link, pemilihan model ikon media sosial, serta divider. Ada juga fitur payment, menambahkan dokumen dari Google Drive PDF, personalisasi logo link-in-bio atau favicon, dan terintegrasi dengan desty.store. Kamu bisa bikin sampai lima sub pages desty.page dari satu akun.
desty.page juga memiliki fitur yang mendukung kamu para pejuang e-commerce seperti menambahkan produk dari marketplace, menunjukkan store rating toko online kamu, dan mempromosikan voucher dari toko kamu.
Semua fitur di desty.page bisa kamu dapatkan tanpa berlangganan alias gratis.