Apa itu Empati dan 5 Contohnya


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Empati adalah saat kamu bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan paham serta tahu apa yang dia rasakan.
Empati enggak cuma ke orang terdekat atau yang kamu kenal pribadi, perasaan itu bisa muncul bahkan ke orang asing.
Supaya Teman desty lebih bisa memahaminya, simak contoh empati di bawah ini, ya.

1. “Aku di Sini, It’s Okay

Rasa empati enggak harus kamu barengi dengan pemberian solusi dari masalah orang lain.
Cukup beritahu dia bahwa kamu ada dan semuanya nanti akan baik-baik saja sudah cukup.
Mungkin kedengaran klise, tapi bagi orang yang sedang terkena musibah atau masalah, ini sangat berarti Teman desty.
Mereka enggak butuh ceramah atau sudut pandang kamu, itu bukan yang mereka mau saat itu.

2. “Kan Aku Bilang juga Apa” = No, “Masih Banyak yang Lebih Baik” = Yes

Misalkan teman kamu baru putus dari pacarnya, sementara posisinya kamu memang enggak suka sama si mantan.
Dari awal Teman desty udah kasih masukan bahwa orang itu kurang baik.
Saat mereka putus, kata-kata “Kan aku bilang juga apa”, itu bukan empati.
Itu kamu sedang membuktikan bahwa ucapan kamu benar dan teman kamu selama ini salah.
Tahu kalau kamu bilang itu mungkin karena peduli dan enggak mau dia jatuh ke lubang yang sama, tapi saat itu bukan saatnya.
Saat baru putus kata-kata “Masih banyak yang lebih baik”, atau “Dia yang rugi”, akan lebih baik.
Nanti ada saatnya untuk menasehati teman agar enggak kena hal yang sama.

3. Memberi Makan Hewan Liar

Memberi makan kucing atau anjing liar yang kamu temui di jalan juga bentuk empati.
Teman desty tahu rasanya mereka susah mencari makan dan enggak ada yang memberi seperti layaknya hewan peliharaan yang dirawat sepenuh hati.

4. “Kalau Aku di Posisi Kamu Juga Bakal Gitu”

Ini juga salah satu contoh kamu berempati dan bukannya malah judge orang lain.
Kalau responnya “Pantesan gagal terus, harusnya tuh gini”, kata-kata ini enggak salah sih, tapi bukan empati.
Situasi saat kamu mengeluarkan ucapan itu penting, dan pahami konteksnya.
Jika orang lain atau teman sedang bercerita, maka ia sedang butuh Teman desty dengarkan.
Beda lagi kalau dia minta pendapat, baru boleh kamu beri saran atau kasih tahu salahnya di mana dan cara memperbaikinya.

5. “Aku juga Pernah Gitu”

Saat orang bercerita mereka mengharapkan kamu relate sama cerita mereka.
Empati itu bukan tentang adu nasib, walaupun mungkin kamu punya struggle yang lebih berat, Teman desty.
Nanti ada saatnya kamu bisa gantian cerita juga kok, dan bilang apa yang kamu rasakan.
Kesel kan kalau kamu cerita “Jadi anak pertama susah ya, tuntutannya banyak!”.
Eh tiba-tiba, teman kamu malah jawab “Anak terakhir juga berat tahu”.
Ini namanya adu nasib, meskipun sama-sama merasa tuntutannya berat tapi bukan itu intinya.
Semakin kamu mencoba menempatkan sudut pandang ke permasalahan orang lain, semakin bisa merasakan empati.
Misalnya masih ragu dan bingung apakah kamu bisa menyampaikan empati dengan benar, diam juga empati.
Terkadang orang cuma butuh didengarkan dan bukannya judging.
Contoh-contoh empati di atas cuma sebagian kecil saja dari empati.
Masih banyak bentuk dan tindakan empati lainnya terhadap sesama.
Mencoba memandang sesuatu bukan dari sudut pandang pribadi adalah kuncinya.