Promosi Door to Door, Efektifkah di Era Digital Sekarang?


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Sobat desty hingga saat ini masih adakah yang menerima tamu atau sales mengetuk pintu rumah melakukan promosi door to door?
Pola promosi door to door pernah berjaya di masanya. Ketika sales meminta izin untuk mempromosikan produk dari rumah ke rumah.
Namun, adanya media sosial sekarang sangat mempermudah kinerja marketing alias pemasaran.
Sebelum mengenal lebih lanjut perihal door to door, kenali dulu yuk metode pemasaran yang sempat populer tersebut.

Apa itu door to door?

Door to door adalah metode penjualan dan pemasaran dengan teknik menyisir dari satu rumah ke rumah lain. Pemasaran teknik ini juga mengiklankan produk kepada masyarakat umum atau untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang dibutuhkan masyarakat.
Istilah door to door pun berkembang menjadi jasa antar oleh kurir dari rumah ke rumah.
Layanan logistik pun memiliki istilah lain yang serupa dengan door to door yakni port to port. Layanan ini memberikan kebebasan pelanggan menjemput barang yang tersimpan di gudang maupun pelabuhan kantor logistik.

Kekurangan Teknik Door to Door

Teknik door to door pun makin ditinggalkan karena dianggap menghabiskan biaya dan kurang efektif. Sebab, tidak semua warga menerima tamu sales.
Ada banyak poin-poin yang bisa digantikan oleh media sosial tanpa mengeluarkan anggaran untuk mempromosikan produk.
Beberapa di antara alasan berikut menjadikan promosi door to door tak lagi efektif:

1. Masyarakan mudah curiga

Tindak kejahatan yang marak terjadi membuat masyarakat semakin was-was ketika akan mengizinkan orang asing bertamu ke rumah.
Ketika sales akan memulai pekerjaannya memasarkan produk, pemilik rumah sudah bertindak waspada dan mungkin sales tidak diizinkan masuk.
Modus kejahatan berkedok sales pun menjadi salah satu alasan masyarakat tak lagi mengindahkan promosi door to door.
Alhasil, sales yang sudah bersiap mempromosikan produk harus kembali pulang menenteng produk dagangannya karena tak laku.

2. Internet mempermudah pengetahuan calon pelanggan

Enggak cuma sales yang bisa memanfaatkan teknologi, masyarakat kini lebih mudah mengakses internet.
Ketika ada hal yang dirasa asing, istilah googling kini lebih tren untuk menghasilkan jawaban yang diinginkan.
Jika sales diizinkan masuk ke dalam rumah, pun untuk melakukan closing akan sangat susah karena masyarakat tahu mana produk yang lebih baik.
Di samping itu, perbandingan harga dan estimasi kirim barang via kurir lewat e-commerce bisa jadi lebih murah ketimbang harga yang ditawarkan sales.
Sementara produk yang ditawarkan door to door tentu lebih mahal karena sales juga menghitung biaya transportasi dalam penjualan produk.
Andaikata ada barang yang laku, kemungkinan besar pembeli memang tidak mengetahui produk tersebut juga dijual di e-commerce atau sebagai bentuk apresiasi saja kepada sales.

3. Konsumen lebih aktif googling jika membutuhkan produk

Tanpa sadar kita selalu melihat iklan di beberapa device seperti smartphone, laptop, dan mungkin televisi.
Promosi di sela-sela scrolling konten maupun menonton televisi kerap ditemukan dan membuat kita enggak asing lagi.
Tentu promosi yang terus menerus ini membuat kita lebih praktis mengetahui ketika ada diskon atau promo tertentu.
Dengan begini, sulit bagi sales melakukan direct selling ke rumah kepada calon pembeli.
Untuk itu, pola soft selling di media sosial lebih mendapat perhatian.
Tentunya teknik soft selling kurang tepat jika digunakan oleh sales yang melakukan promosi via door to door.

4. Biaya dan effort lebih banyak

Seperti yang dirasakan sekarang, bermain media sosial enggak berbayar dan menghibur.
Jika dibandingkan dengan teknik door to door, tentu anggaran untuk promosi jauh lebih hemat.
Sementara untuk door to door, sales harus bersiap diri semenarik mungkin dan membawa produk yang ditawarkan.
Ada target yang harus dicapai ketika memutuskan berkeliling dari satu rumah ke rumah lain.
Dengan media sosial, sales bisa memanfaatkan kreativitas membuat konten dan poster untuk melakukan soft selling menarik minta calon pembeli.

Promosi Online Lebih Realistis

Pergeseran tren kini pun membuat pebisnis perlu memahami kinerja dunia digital untuk melakukan penyesuaian.
Oleh karena itu, kini lebih dikenal profesi digital marketing. Dalam lingkup digital marketing ada pekerjaan-pekerjaan baru yang berkaitan dengan optimasi konten produk.
Bahkan untuk promosi di Instagram saja kini tak cukup untuk meyakinkan calon pembeli. Sobat desty perlu menentukan branding dan channel baru agar terlihat lebih profesional.
Bio link tool bisa menjadi solusi kamu merangkum sejumlah link lapak jualan maupun media sosial bisnis dengan mudah. Salah satunya ada desty.page.
Apakah desty.page berbayar? Apakah cuma dibatasi fitur link? Nope, kamu cukup mendaftar dan merasakan fitur-fitur premium tanpa batas tanpa bayar alias freemium.
desty.page pun membantu lapak jualan kamu terlihat lebih profesional saat disematkan di bio Instagram maupun TikTok. Dengan begitu, publik mengetahui produk atau jasa apa yang kamu tawarkan.
Setelah mengetahui kekurangan dari promosi door to door dan keunggulan promosi via online, apa pendapatmu Sobat desty?
Apakah promosi door to door masih terjadi di sekitarmu? Ceritain bareng desty di medsos yuk!