Apa Itu Carousel dan Cara Meningkatkan Engagement


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Berbagi foto dan video kini terbilang lumrah. Ada yang untuk kesenangan pribadi ada juga yang bertujuan untuk berbagi informasi.
Pengguna Instagram punya trik masing-masing untuk membuat feed menarik. Satu di antaranya membuat multiple post atau carousel dalam sekali unggah.

Apa itu Carousel?

Carousel adalah konten yang menampilkan beberapa gambar atau video dalam sekali unggah di media sosial. Praktisnya, contoh carousel di Instagram seperti unggahan foto lebih dari satu pada sekali unggah.
Perbedaan single post dan multiple post terletak pada penyampaian pesan dalam konten. Carousel bersifat interaktif dengan konten saling terkait antara satu gambar dengan gambar atau video dengan menggulirkan foto ke kiri dan kanan.
Enggak cuma Instagram, Facebook juga menyediakan format carousel dalam bentuk album foto. Carousel cocok untuk para marketer yang fokus pada social media marketing untuk menjangkau audiens dan calon pelanggan.
Format carousel juga dapat digunakan di Twitter dan LinkedIn. Asalkan foto yang kamu kumpulkan dalam sekali unggah saling terkait, maka dapat disebut dengan carousel.

Fungsi Carousel

Konsep carousel cukup mudah dipahami. Namun, apa saja manfaat dan fungsi mengunggah konten terkait dalam sekali unggah? Berikut ini fungsi dari carousel untuk pemasaran bisnis:

1. Promosi event

Content strategist dan marketer dapat mempromosikan event bisnis dengan carousel. Sebab, satu konten aja enggak cukup untuk menampung informasi penting.

2. Pengumuman produk baru

Carousel dapat menunjukkan keunggulan produk baru dalam perkenalannya. Pada setiap konten dapat menampilkan ilustrasi fitur produk dalam bentuk gambar atau video. Audiens tinggal swipe left and right.

3. Menampilkan tutorial singkat

Audiens yang belum mengenali produk kamu tentu membutuhkan tutorial. Kamu dapat permudah tutorial konten tanpa caption panjang. Cukup dengan ilustrasi dalam format carousel.

4. Before and after content

Format carousel juga dapat digunakan untuk menampilkan progres dan hasil pekerjaan kamu. Contoh paling mudah seperti konten ilustrasi before and after dalam dua konten sekali unggah.

5. Meningkatkan engagement

Konten dengan format carousel dapat meningkatkan engagement rate kamu, Sobat desty. Dalam laporan data Social Insider yang terkumpul per Januari 2017 hingga Juli 2020, tercatat format carousel mendapat rata-rata engagement rate 1,92 persen, sementara itu pada format image dengan 1,74 persen dan video dengan 1,45 persen.
Format carousel dengan dua slide lebih banyak dipublikasikan dengan persentase 33,10 persen dibandingkan carousel dengan 10 slide yang hanya mendapat 6,77 persen.

Cara Meningkatkan Engagement dengan Carousel

Ada banyak cara untuk meningkatkan engagement dengan format carousel, di antaranya:

1. Mengikuti aturan Instagram

Strategi yang tepat akan sia-sia jika kamu mengabaikan peraturan dari Instagram. Berikut ini aturan dasar yang perlu kamu tahu ketika ingin mengunggah multiple post atau carousel di Instagram:
  • Konten foto atau video dapat mengunggah 2 hingga 10 slide dalam sekali unggah.
  • Foto minimal berukuran 1080 x 1080 pixel pada setiap slide dalam sekali unggah. Jika kamu memilih foto pertama dengan format landscape, maka foto selanjutnya akan mengikuti format tersebut.
  • Ukuran foto maksimal sebesar 30 MB dalam format JPEG atau PNG.
  • Durasi video maksimal 60 detik dengan maksimal ukuran 4 GB dalam format MP4.

2. Gunakan teknik bercerita AIDA

Konten dengan storytelling lebih disukai karena membuat audiens penasaran. Gunakan prinsip AIDA dalam melakukan soft selling atau hard selling.
Prinsip AIDA yaitu attention (perhatian), interest (minat), desire (hasrat), dan action (aksi).
Beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan dalam menerapkan teknik AIDA antara lain:
  • Attention: pakai gambar, video, atau tulisan yang menarik sebagai headline pada slide pertama. Kemudian slide kedua menggunakan konten perkenalan suatu produk.
  • Interest: siapkan solusi dari permasalahan yang kamu tampilkan pada slide pertama.
  • Desire: tampilkan hasil dari solusi yang kamu tawarkan.
  • Action: ajak audiens menyaksikan konten kamu untuk melakukan aksi. Contohnya, ajakan untuk menghubungi kamu untuk informasi lebih lanjut.

3. Gunakan desain yang unik

Desain yang unik dalam format carousel tentu menggugah audiens untuk swipe konten selanjutnya.
Beberapa cara untuk menggunakan format carousel yakni:
  • Unggah beberapa foto atau video dalam sekali unggah.
  • Bikin konten horizontal lalu split. Ketika kamu swipe gambar, konten yang kamu unggah terlihat saling terkait.
Setelah memastikan poin-poin tersebut, pastikan konten kamu memuat beberapa elemen antara lain ukuran dan jenis huruf yang kamu gunakan, dapat dibaca dengan jelas, proporsional, headline dengan maksimal 10 kata, dan warna.

4. Tutup dengan CTA

Tiga poin di atas penting dalam carousel kamu, tetapi akan lebih lengkap jika ditutup dengan call to action atau CTA.
CTA dapat kamu gunakan pada carousel ads untuk mencapai tujuan dari konten kamu. Contohnya untuk mendapatkan konversi atau memberikan kesan terbuka kepada setiap pertanyaan untuk produk kamu.
Itu dia arti dari carousel, fungsi, dan cara menggunakannya untuk meningkatkan engagement bisnis kamu. Pastikan kamu memakai hashtag yang relevan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Gunakan Desty Page

Desty Link in Bio.jpg
desty.page adalah layanan penyedia link-in-bio sekaligus landing page dengan fitur lengkap, praktis, dan bisa bikin cuan banget. Ada 14 fitur freemium yang bisa kamu gunakan secara gratis untuk menunjang profiling dan branding akun kamu di media sosial.
Umumnya, desty.page digunakan oleh pebisnis online, influencer, content creator, dan kamu yang pingin berbagi link praktis meringkas jejak digital kamu. Eits, enggak terbatas juga lho buat kamu yang pingin bikin portfolio digital buat melamar pekerjaan.
Ada apa aja fitur di desty.page? Kamu enggak cuma mengunggah link, tetapi ada gambar, mengatur tampilan carousel, grid, menyematkan video dari media sosial lain seperti YouTube, TikTok, Instagram, juga audio seperti musik podcast atau musik favorit kamu.
Fitur umum yang dapat kamu temukan di desty.page antara lain teks, berbagi link, pemilihan model ikon media sosial, serta divider. Ada juga fitur payment, menambahkan dokumen dari Google Drive PDF, personalisasi logo link-in-bio atau favicon, dan terintegrasi dengan desty.store. Kamu bisa bikin sampai lima sub pages desty.page dari satu akun.
desty.page juga memiliki fitur yang mendukung kamu para pejuang e-commerce seperti menambahkan produk dari marketplace, menunjukkan store rating toko online kamu, dan mempromosikan voucher dari toko kamu.
Semua fitur di desty.page bisa kamu dapatkan tanpa berlangganan alias gratis.
CTA Button Blog Desty Page.jpg