Di Balik Kemudahan QR Code, Ini Cara Aman Lakukan Transaksi


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Coba perhatikan perilaku konsumen di sekitar, berapa banyak yang benar-benar melakukan transkasi menggunakan uang tunai?
Hampir semua orang kini mengandalkan QR Code dalam melakukan transaksi pembayaran, jual beli, hingga akses menu di restoran.
Teknologi QR Code merupakan kode versi dua dimensi dari kode batang atau barcode yang menyampaikan informasi secara instran dengan pemindai melalui perangkat seluler.
Selama ponsel memiliki kamera belakang, maka konsumen dapat melakukan pemindaian atau scan QR Code untuk segala transaksi.
Namun, beberapa tahun belakangan pengguna QR Code sempat diwanti-wanti untuk lebih berhati-hati dengan aksi phising oleh oknum tak bertanggung jawab.
Sesuai namanya, QR Code yaitu kode respons cepat dapat mengakes informasi dengan cepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh QR Code antara lain:
  • Memberikan direct link untuk mengunduh aplikasi melalui Google Play atau App Store.
  • Melakukan autentikasi terhadap akun online dan verifikasi secara rinci saat login dalam sebuah akun.
  • Mengakses Wi-Fi dengan menyimpan detail enskripsi berupa SSID, kata sandi, dan jenis enkripsi.
  • Mengirim dan menerima informasi pembayaran.
Selain beberapa kegunaan di atas, QR Code juga diandalkan untuk mengakses informasi detail suatu benda seperti lukisan di sebuah pameran.
QR Code juga digunakan di pameran seni ART JOG di Yogyakarta untuk mengakses informasi karya seni secara online.

Cara Aman Gunakan QR Code dalam Bertransaksi

QR Code yang dibuat oknum tidak bertanggung jawab memungkinkan konsumen mengarah kepada situs phishing.
Agar lebih berhati-hati saat menggunakan QR Code dalam melakukan transaksi, berikut beberapa cara aman memakai QR Code:
  • Hindari memindai atau scan QR Code dari sumber yang mencurigakan.
  • Perhatikan panjang URL yang dibagikan. Jika URL dipersingkat saat memindai QR Code, sebaiknya tutup browser sesegera mungkin.
  • Ketika melakukan transaksi di luar, periksa fisik QR Code pada poster sebelum melakukan pemindaian. Pastikan QR Code tersebut asli dan bukan tempelan.
  • Untuk memastikan keamanan pemindaian, gunakan program terpercaya seperti Kapersky QR Scanner untuk memeriksa QR Code dan terhindar dari bentuk kejahatan.
Pada intinya, selagi melakukan pemindaian di QR Code, tidak ada transaksi mencurigakan dan membawa pengguna pada landing page yang jelas.

Tipe-tipe QR Code

QR Code memiliki beberapa bentuk. Namun, bentuk yang paling sering ditemukan yaitu berbentuk kotak persegi dengan titik-titik dan pattern khusus yang mengelilinginya.
Merujuk laman Kapersky, ada beberapa tipe Quick Response Code yaitu:

1. QR Code

QR Code Original
QR Code berbentuk persegi merupakan versi original dari QR Code yang diciptakan Denso Wave pada tahun 90-an. Tipe QR Code satu ini memiliki pola khusus pada kiri pojok bawah dan atas serta pojok kanan atas.

2. Aztec Code

Aztec Code
Bentuk dari Aztec Code terbilang mirip dengan versi original QR Code. Namun, Aztec Code ciptaan Welch Allyn hanya memuat satu pola pada bagian tengah.

3. Maxi Code

Maxi Code
QR Code jenis ini umumnya digunakan layanan pos Amerika Serikat. Bentuk dari Maxi Code memiliki kesamaan dengan Aztec Code yaitu pada pola finder di bagian tengah. Sementara sekeliling finder memiliki pola sarang lebah.

4. PDF417

PDF417
PDF417 diciptakan lebih dulu sebelum adanya QR Code. Kode ini tampak seperti gabungan antara QR Code dan barcode. PDF417 diciptakan oleh Ynjiun Paul Wang dari Symbol Tech pada 1991.

5. Semacode

Semacode
Semacode merupakan matriks data yang mirip dengan QR Code. Namun, Semacode tidak memiliki pola pencari yang dapat dikenali.

Transaksi Lewat Link in Bio

Link in bio banyak ditemukan pada setiap konten video maupun foto saat kreator mempromosikan suatu produk rekomendasi.
Enggak cuma sekadar untuk kepentingan branding, link in bio menjadi tempat situs mikro untuk memberikan pengalaman penuh bagi audiens mulai dari window shopping hingga closing transaksi.
Namun, enggak semua link in bio memiliki fitur direct payment melalui transfer atau dompet digital.
Desty Page memiliki fitur opsi transaksi jual beli yang dapat dilakukan melalui transfer bank dan dompet digital.
Dalam satu landing page, audiens atau calon konsumen dapat melakukan transaksi sekaligus berinteraksi langsung dengan penjual.
Mulai dari galeri foto produk, direct link ke lapak jualan di Shopee atau Tokopedia, hingga nomor WhatsApp dan Telegram yang bisa dibagikan kepada calon audiens untuk bertanya-tanya sebelum membeli produk.
Pentingnya link in bio untuk pemasaran produk selaras dengan jumlah pengguna aktif Instagram dan TikTok yang kian meningkat.
Tentunya di era sekarang, selain melihat-lihat produk di media sosial, sebagai penjual perlu menangkap sinyal ketika audiens sedang menggemari suatu produk.
CTA Button Blog Desty Menu.jpg