Apa itu Brand Voice dan 4 Cara Mengembangkan untuk Branding


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Memiliki pelanggan yang setia merupakan impian semua perusahaan. 1001 cara akan dilakukan perusahaan agar pelanggan tetap bertahan menggunakan produk kamu.
Brand voice dapat menjadi kekuatan pamungkas kamu dalam mempromosikan bisnis dan menarik pelanggan setia. Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara mengembangkan brand voice, kenali dulu yuk arti dari brand voice.

Apa itu Brand Voice?

Dikutip dari 99 designs, brand voice adalah cara kamu berkomunikasi kepada pelanggan mengikuti gaya dari produk bisnis yang kamu pasarkan. Gaya penyampaikan brand kepada pelanggan harus sesuai dengan target pelanggan serta kepribadian dari brand kamu.
Contohnya, kepribadian brand kamu membawa kesan ceria, powerful, and youth. Artinya target market kamu berada di lingkungan orang-orang yang memiliki karakter tersebut, seperti anak-anak muda di rentang usia 15-24 tahun.
Dalam brand voice, kamu juga perlu memperhatikan gaya penulisan bahasa dan penggunaan kalimat ketika menceritakan brand produk kamu. Sehingga antara kamu dan calon pelanggan enggak ada jarak.

Cara Mengembangkan Brand Voice

Ketika kamu sudah memahami arti dari brand voice, saatnya mengembangkan brand voice untuk meningkatkan eksposure dan penjualan bisnis kamu. Berikut empat cara mengembangkan brand voice:

1. Jabarkan deskripsi brand

Branding merupakan bagian dari teknik marketing agar bisnis kamu dapat dikenal lebih banyak audiens sesuai dengan target market yang sudah ditentukan. Kamu perlu mendeksripsikan brand lebih dulu secara detail agar audiens mengerti brand dan kegunaan produk kamu.
Brand voice merupakan suatu kepribadian unik yang kemudian diproyeksikan ke dalam brand melalui platform komunikasi. Oleh sebab itu, kamu perlu mencari tahu seperti apa karakter brand kamu.
Pertama, untuk menentukan karakter brand kamu, kenali dulu karakter dari brand kompetitor. Pelajari seperti apa mereka melakukan pendekatan kepada pelanggan, misalnya cara menyapa pelanggan dengan sebutan khusus.
Kedua, tentukan target pasar dari brand kamu. Pastikan kamu sudah menentukan nilai-nilai apa yang akan kamu berikan kepada target market kamu.

2. Melakukan audit pada brand voice

Selanjutnya, lakukan audit pada brand voice yang sudah kamu jalankan. Setiap brand memiliki gaya bahasa masing-masing saat mendistribusikan konten digital di blog maupun media sosial.
Pada tahap audit brand voice, cari tahu apakah yang kamu lakukan sudah sesuai dengan value yang kamu berikan ke target market. Periksa konten-konten yang telah kamu buat kemudian periksa kembali.

3. Bikin tabel brand voice

Tabel untuk brand voice dapat membantu kamu menentukan karakteristik yang dimiliki brand kamu. Misalnya, brand kamu menggambarkan karakter passionate, maka brand voice yang kamu berikan kepada calon pelanggan memiliki ciri khas aktif dan antusiasme tinggi.
Tabel juga membantu kamu apa saja yang perlu dilakukan, plus minus, serta parameter apa yang kamu gunakan dalam melakukan brand voice untuk menjangkau audiens yang menjadi target market bisnis kamu.

4. Buat panduan gaya bahasa

Buatlah panduan gaya bahasa konten untuk perkembangan bisnis kamu. Strategi brand voice akan berhasil ketika kamu konsisten memberikan konten kepada pelanggan.
Strategi marketing membutuhkan waktu lama dan evaluasi. Satu di antaranya adalah voice marketing. Brand voice akan menunjukkan hasil maksimal ketika sudah dilakukan dengan benar.
Tentunya, tidak menutup kemungkinan kamu akan memperoleh konversi dari brand voice ini. Pastikan kamu menjaga kekompakan dalam tim agar brand voice bisnis kamu enggak kalah saing dengan kompetitor.
Good luck, Sobat desty!