Belajar Place Branding dari Film KKN di Desa Penari Yuk!


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Film KKN di Desa Penari jadi film terlaris di Indonesia dengan 7 juta penonton. Perolehan penonton ini menjadikan cerita KKN di Desa Penari sebagai film terlaris di Indonesia tahun 2022.
Perolehan penonton film KKN di Desa Penari pun sukses menggaungkan nama sebuah desa di Banyuwangi.
Latar tempat cerita KKN di Desa Penari konon katanya tidak dapat terdeteksi di peta. Namun, berkat cerita yang diangkat akun Twitter SimpleMan wilayah tersebut banyak diperbincangkan dan dicari.
Melalui film KKN di Desa Penari, penonton pun memiliki konsep bahwa Desa Penari di kawasan Banyuwangi tersebut terkenal angker.
Setelah film KKN di Desa Penari rilis, banyak yang melakukan pencarian tentang di mana lokasi asli dari cerita tersebut.
Jika merujuk artikel Detik Travel, lokasi asli Desa Penari dalam film mengarah ke Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur.
Tahukah kamu, kesuksesan film KKN di Desa Penari juga dapat dikatakan masuk dalam place branding? Yap, place branding yang dapat diartikan sebagai promosi suatu daerah melalui perantara seperti budaya, kuliner, atau karya seni film.
Praktisnya, contoh paling sederhana dari place branding yaitu film KKN di Desa Penari, 5 CM, Laskar Pelangi, dan serial Korea Crash Landing On You (CLOY).
Lebih lanjut mengenai apa itu place branding dan contohnya, simak paparan berikut yuk!

Apa itu Place Branding?

Place branding adalah strategi marketing dengan premis suatu wilayah, kota, maupun negara dapat diberi atau dilabeli merek sebagai karakteristiknya.
Merujuk laman IGI Global, place branding sebagian besar dikaitkan dengan karakteristik penduduk asli, daerah, budaya, keahlian warga, sejarah, dan organisasinya.
Place branding dapat juga dimaknai dengan pembentukan image suatu daerah dengan tujuan memperkenalkan daerah dan keunggulannya. Dalam bisnis, place branding memiliki target pasar.

Contoh Place Branding

Untuk mengerti lebih lanjut tentang definisi place branding, ada beberapa contoh yang merepresentasikannya.
Berikut beberapa contoh place branding:

1. Keripik Tempe dan Bakso khas Malang - Kuliner

Kota Malang dikenal dengan beberapa panganan khas seperti bakso dan keripik tempe khas Malang. Ini karena kedua produk makanan yaitu bakso dan keripik kerap dicari wisatawan.
Rasa dari kerpiki tempe dan bakso yang berada di Malang tentu berbeda jika dibandingkan dengan produk keripik dan bakso dari wilayah lain.
Jadi, ketika wisatawan pulang dari Malang, oleh-oleh yang terpikirkan untuk dibawa pulang adalah keripik tempe dan bakso.
Place branding ini pun disebut sukses ketika banyak pedagang bakso di luar wilayah Malang memberi label bakso mereka sebagai "Bakso Malang" atau "Bakso khas Malang".

2. Pekalongan Kota Batik - Budaya

Ketika mencari batik di daratan Pulau Jawa, pasti banyak konsumen yang lebih tertarik dengan batik asal Pekalongan.
Alasan batik Pekalongan paling banyak dicari yaitu batiknya yang khas. Pekalongan termasuk kota di Jawa Tengah dengan penghasil batik terbaik.

3. Kota Pahlawan Ya Kota Surabaya - Sejarah

Surabaya mendapat julukan Kota Pahlawan karena sejarah 10 November 1945 saat pemuda-pemuda Surabaya ikut melawan sekutu di garis terdepan.
Selain itu, banyak para veteran pahlawan yang lahir di Surabaya seperti Bung Tomo dan Mayjen Sungkono.

4. Lokasi Syuting Crash Landing On You di Swiss - Film

Drama Korea Crash Landing On You (CLOY) menampilkan beberapa spot menarik di kawasan Swiss.
Merujuk artikel BBC, beberapa penggemar bahkan menyempatkan berfoto bersama pasangan setelah menyaksikan drama CLOY.
Penonton serial CLOY tidak hanya berasal dari Korea, tetapi warga Swiss itu sendiri, Jerman dan China.
Warga sekitar Interlaken bahkan tidak mengetahui area tempat tinggalnya terlihat indah setelah tampil dalam serial TV Korea CLOY.
Lewat serial CLOY, banyak wisatawan lokal dan mancanegara mengunjungi Swiss untuk melihat lokasi syuting drama yang diperankan Son Ye Jin dan Hyun Bin.
Itu dia beberapa definisi dan beberapa contoh place branding melalui berbagai aspek.
Pada dasarnya dalam place branding banyak elemen yang digunakan sebagai parameter mempromosikan suatu lokasi atau daerah.
Ada yang disengaja dan ada juga yang kebetulan terjadi. Promosi melalui berbagai aspek berhasil memberikan keuntungan bagi suatu wilayah.
Publik pun memiliki konsep dan persepsi yang sama tentang suatu tempat tersebut setelah dikenal melalui suatu aspek, contohnya CLOY melalui karya seni serial atau film.
Sayangnya, untuk film KKN di Desa Penari hingga saat ini belum terlihat dampaknya untuk perekonomian daerah sekitar. Rasa penasaran penonton baru sekadar mencari di Google, bukan mengunjungi lokasi Desa Penari.
Mau itu disengaja atau enggak disengaja, area Desa Bayu yang diduga menjadi kawasan Desa Penari sudah mendapat brand atau label sebagai wilayah yang angker lewat film KKN di Desa Penari oleh penonton.
Dapat ditarik kesimpulan, place branding yang berhasil dapat memberikan dampak bagi suatu wilayah tersebut.
Nah, sampai sini udah tahu bukan kalau ternyata konsep branding itu luas dan dapat diterapkan dalam strategi marketing.
Ada yang pernah mencoba praktik place branding, Sobat Desty?
CTA Button Desty App.jpg