Belajar dari Mixue Cara Meraih Hati Calon Pelanggan


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Pernah melihat gerai Mixue di barisan ruko atau area perkantoran, sekolah, maupun universitas bahkan di kota-kota kecil maupun kabupaten? Ini salah satu strategi jitu Mixue sukses memperkenalkan produk.
Dua tahun terakhir, brand Mixue Ice Cream memperluas bisnis franchise di beberapa kota di Indonesia. Gerainya terbilang kecil tetapi mencolok dengan warna merah terang.
Bisnis franchise asal Tiongkok ini memiliki riset pasar yang menarik sehingga dapat menemukan celah untuk meraih hati calon pelanggan.

Cara Mixue Mengembangkan Bisnis Franchise

Mari kita bedah sedikit demi sedikit apa yang dilakukan Mixue Ice Cream dalam mengembangkan bisnis franchise sejak masuk ke pasar Indonesia:

1. Riset Target Pasar

Market research atau riset pasar selalu menjadi tahapan awal penting sebelum mulai mengembangkan bisnis.
Indonesia pada tahun kedua menghadapi pandemi menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah dengan bruto 4.140 dolar AS per kapita menurut riset Katadata terbitan Juli 2022.
Mixue Ice Cream dengan produk-produk harga terjangkau menangkap target pasar Indonesia dengan bruto per kapita terendah di Asia Tenggara setelah Filipina.
Mixue dengan penawaran produk dimulai dari Rp8 ribu untuk satu es krim cone berukuran medium terbilang affordable. Sebab, perkara harga juga menjadi pertimbangan calon konsumen.

2. Area Perkantoran dan Sekolah

Mixue memiliki beberapa gerai di kota-kota kecil. Cabang Mixue juga dapat ditemukan di sekitar perkantoran, sekolah, juga universitas.
Jika dibandingkan dengan coffee shop yang hanya menyasar konsumen di area universitas dan perkantoran, Mixue Ice Cream menjangkau semua target pasar dengan produk es krim dan bubble tea.

3. Memaksimalkan Bisnis Franchise

Bisnis model kemitraan dibuka oleh Mixue Ice Cream baik untuk perseorangan maupun corporate.
Dengan modal kurang lebih Rp800 juta untuk franchise Mixue Ice Cream sudah termasuk biaya pelatihan, mesin dan alat, serta BEP pada rentang satu tahun yang terbilang cukup cepat.
Gerai pertama Mixue Ice Cream di Indonesia hadir di Cihampelas, Bandung. Hingga saat ini sudah ada 300 gerai Mixue di Indonesia.

4. Mengikuti Tren Pasar

Semula Mixue hanya menjual produk es krim. Namun seiring perkembangan produk bubble tea atau boba, Mixue merilis produk minuman teh boba dan es krim.

5. Harga Ekonomis

Produk es krim Mixue dimulai dari harga Rp8 ribu hingga Rp22 ribu. Dengan rentang harga tersebut konsumen juga dapat menikmati es krim sambil duduk di kursi yang disediakan di setiap gerai.

6. Lagu Tema Mixue

Mixue juga memiliki lagu tema tersendiri yang membuat pelanggan terngiang-ngiang dengan lirik dan tempo lagunya yang mudah dihafalkan.
Alih-alih memberikan slogan atau tagline, Mixue memiliki lagu tema tersendiri agar brand usahanya tetap diingat oleh calon pelanggan dan mendapat tempat di hati mereka.

7. Karakter Snowman

Mixue memiliki maskot karakter Snowman, cukup representatif untuk produk es krim yang dingin.
Dengan tren emoji media sosial sekarang ini, Snowman pada Mixue juga memiliki beragam karakter ekspresi menyerupai emoji pada setiap kemasan.
Lagu tema Mixue Ice Cream tersedia dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris berdurasi sekitar 30 detik.
Itu dia beberapa hal yang dapat dipelajari bagaimana Mixue Ice Cream dapat memiliki 300 gerai dalam dua tahun terakhir di Indonesia.
Melihat kesuksesan Mixue melebarkan pasarnya, apa yang dapat Sobat Desty pelajari dari strategi mereka?
CTA Button Blog Desty Menu.jpg