Aspek Hukum dalam Bisnis UMKM dan Perlindungan Hak Cipta


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Mengenali aspek hukum dalam berbisnis penting untuk menghindari pelanggaran hak cipta di masa mendatang.
Sebelum membahas lebih jauh apa saja dan bagaimana aspek hukum bekerja, yuk Teman desty kita pilah satu per satu mulai dari asal muasal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga penerapannya dalam dunia bisnis.

Apa itu HKI?

HKI lahir dari UU Nomor 7 Tahun 1994 mengenai Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (WTO) atau dikenal Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia.
Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada satu individu atau sekelompok orang atas karya cipta miliknya.
desty x HKI.jpg
“Intinya adalah hak yang ingin diberikan kepada para pemilik hak kekayaan intelektual itu untuk menikmati hak ekonomi dari kreativitas intelektualnya,” kata Ardian Yuliarsya, Lead HKI Kontrak Hukum saat membuka webinar Peran HKI untuk Brand dan Bisnis UMKM bareng Product Manager desty.store Disty Pratiwi pada Rabu, 23 Februari 2022.
Ada beberapa bentuk Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia antara lain:
  • Paten
  • Merek
  • Indikasi Geografis
  • Desain Industri
  • Rahasia Dagang
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST)
  • Hak Cipta
Nah, ruang lingkup Hak Kekayaan Intelektual yang paling dekat dengan kita saat ini tidak lain yaitu merek, hak cipta, dan paten untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau bisnis di masyarakat.
Ketentuan hukum tentang merek tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2016.
Brand atau merek adalah tanda bisa ditampilkan secara grafis berupa huruf, kata, nama, logo, gambar, angka, susunan warna, suara, hologram, benda berbentuk dua atau tiga dimensi. Bentuk lain yaitu kombinasi dua atau lebih.
Merek berfungsi sebagai pembeda identitas barang atau jasa yang Teman desty tawarkan baik dalam perseorangan maupun badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Sistem Klasifikasi Merek

sistem klasifikasi merek.jpg
Untuk membedakan apakah kekayaan intelektual kamu merupakan barang dan jasa, Teman desty bisa memeriksa di situs resmi Sistem Klasifikasi Merek dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJKI).
Ada 34 kelas yang merangkum klasifikasi untuk merek dagang dan 11 kelas untuk merek jasa.
Contoh merek dagang antara lain produk makanan, peralatan musik, perabotan rumah tangga, dan produk lain.
Contoh merek jasa antara lain di bidang keuangan seperti konsultan, tenaga pengajar di bidang pendidikan, atau penyedia layanan jasa transportasi.

Cara Mendaftarkan Merek Usaha

Pendaftaran merek secara resmi dilakukan melalui DJKI.
Jika Teman desty ingin mendaftar melalui jasa, melalui Kontrak Hukum misalnya, pertama-tama perlu memenuhi syarat dokumen berikut:
  • Surat Kuasa (bila permohonan diajukan melalui konsultan Kontrak Hukum)
  • Scan Tanda Tangan Pemohon
  • Scan Tanda Tangan Kuasa
  • Menyiapkan logo merek atau brand
  • Melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Setelah tahapan pengajuan permohonan selesai, langkah selanjutnya yakni pengumuman.
Tahap pengumuman dilakukan 15 hari setelah tanggal penerimaan dan berlangsung selama dua bulan.
Pada tahap pengumuman, merek yang Teman desty daftarkan disiarkan ke seluruh Indonesia dalam bentuk berita resmi acara bersama merek lain yang didaftarkan pada bulan tersebut.
Mengapa perlu disiarkan secara luas sebelum merek kamu diterbitkan?
Fungsinya, untuk melihat feedback dari masyarakat luas apakah ada penolakan atau keberatan atas merek yang kamu daftarkan.
Setelah disiarkan tidak ada penolakan dari pihak manapun, maka merek kamu lanjut ke tahap substantif.
Namun jika ada penolakan, maka merek kamu akan dikaji ulang melalui proses yang menjadi solusi agar merek kamu bisa terdaftar.
Untuk menghindari terjadinya konflik di kemudian hari, ada baiknya Teman desty memikirkan matang-matang merek bisnis yang ingin didaftarkan.

Jangka Waktu Kepemilikan Merek

Menurut paparan Ardian Yuliarsya, waktu kepemilikan merek adalah 10 tahun sejak merek itu didaftarkan di DJKI.
Merek milik Teman desty pun dapat diperpanjang. Misalnya merek tersebut tak lagi digunakan, kamu dapat mengajukan lisensi atau menjualnya.

Manfaat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual terhadap Merek

Selain bisnis kamu terlindungi secara hukum, merek yang terdaftar resmi akan menjadi pembeda dengan unit usaha lain.
Usaha kamu pun memiliki identitas secara hukum dan menjamin nilai hak ekonomi Teman desty sebagai pemilik merek.
Untuk Teman desty yang tertarik mendaftarkan merek dengan jasa bantuan hukum, layanan jasa Kontrak Hukum bisa menjadi solusi buat kamu.

Sudah Punya Bisnis, Jualan di Mana?

Era digital sekarang memudahkan kita untuk berkreasi termasuk melakukan transaksi perdagangan alias bisnis.
Banyaknya layanan jasa dan lapak daring yang ditawarkan tentu membuat Teman desty kelimpungan, mau jualan di mana, ya?
Marketplace ternama mungkin sudah begitu ramai dengan para pebisnis tokcer, tentu kamu harus berusaha keras untuk bersaing meningkatkan nilai jual dan brand awareness kepada calon pelanggan.
Nah, di desty.store kamu bisa bikin website online shop khusus untuk produk-produk kamu.
desty store OK.jpg
Tanpa bergantung pada ekosistem marketplace, kamu bisa mengatur produk dan pesanan, juga tampilan website.
Kalau kamu sudah memiliki lapak jualan di marketplace, Facebook, maupun WhatsApp, gunakan landing page yang merangkum keseluruhan lapak jualan kamu.
desty page.jpg
Enggak sampai lima menit, kamu tinggal memasukkan link marketplace, nomor WhatsApp, YouTube, akun TikTok, dalam satu link yang bisa disematkan di bio akun bisnis resmi Teman desty.
Anyway, desty.store dan desty.page punya fitur analitik yang bisa memantau keinginan pelanggan kamu.
Kedua aplikasi ini pun bisa terintegrasi sehingga memudahkan kamu menciptakan ekosistem khusus untuk pelanggan dan calon pembeli.
Gimana, berbisnis itu mudah bukan? Asalkan mengerti alur dan landasan hukum di dalamnya, Teman desty jauh lebih mudah membangun bisnis UMKM.
Bisnis aman, cuan lancar!