Apa Itu Viral Marketing dan Cara Memaksimalkannya


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Konten viral bukan terjadi sekali dua kali. Mengapa? Karena ada unsur strategi pemasaran di dalamnya.
Mungkin untuk beberapa konten di media sosial, konten viral terjadi karena adanya akun dengan banyak followers membagikan ulang kepada audiens mereka.
Lain dari pada itu, ada teknik viral marketing yang direncanakan dengan matang untuk menarik perhatian audiens dan mengonversinya menjadi konsumen.

Pengertian Viral Marketing

Viral marketing adalah suatu strategi untuk mempromosikan produk atau brand usaha. Pemasaran lewat viral marketing dapat meningkatkan traffic dalam waktu singkat.
Kunci dari viral marketing tidak lain penyebaran secara masif via media sosial. Masing-masing media sosial memiliki cara tersendiri untuk menampilkan konten populer.
Katakanlah ada TikTok dengan laman FYP ketika pengguna membuka aplikasi kali pertama, lalu ada Reels dari Instagram yang menyerupai vertical video layaknya TikTok.
Dengan konten muncul di FYP atau laman Reels pengguna, secara tidak langsung mengonversi audiens menjadi konsumen untuk membeli atau mengujungi laman akun.
Teknik viral marketing pun melahirkan beberapa profesi baru di era digital sekarang seperti influencer dan content creator yang meraup keuntungan dari teknik ini.

Tips Cara Memaksimalkan Viral Marketing

Biar konten viral enggak dilewatkan begitu saja oleh audiens, ada beberapa cara untuk memaksimalkan strategi viral marketing:

1. Bikin storytelling yang menarik

Storytelling yang menarik dan memiliki emosi yang kuat lebih dilirik oleh audiens. Seperti iklan yang mengundang amarah, perasaan senang, sedih, atau bahkan yang membuat audiens merasa terhibur.
Placement untuk produk atau brand yang dipromosikan umumnya diletakkan di akhir cerita maupun di tengah alur cerita. Umumnya, storytelling ini memiliki plot twist yang membuncah perasaan audiens.
Contoh beberapa iklan dengan storytelling menarik ada pada iklan asuransi maupun brand di Thailand yang sempat berseliweran di Facebook sejak tahun 2000-an.

2. Ajak influencer atau public figure yang memiliki fandom

Kehadiran public figure yang sedang ramai dibicarakan maupun influencer dapat menggiring fanbase atau audiens untuk melirik konten yang dipromosikan.
Untuk menggandeng influencer maupun public figure perlu merogoh kocek yang enggak sedikit. Meski begitu, ada beberapa yang memiliki rate harga dengan beberapa klasifikasi bentuk promosi.
Contoh promosi yang menggunakan influencer atau public figure antara lain Shopee dengan Fuji dan Thariq, Pantene dengan Keanu, dan Tokopedia dengan grup asal Korea Selatan BTS.

3. Bikin ulasan after taste produk atau jasa

Enggak jarang ditemukan ulasan maupun rekomendasi produk, restoran, atau jasa ikut dicari ketika audiens ingin check out produk atau menggunakan jasa.
Ulasan jujur dari pengguna lebih disukai karena memberikan experience nyata tentang produk maupun jasa yang digunakan.
Biasanya ulasan ini juga mempromosikan produk iklan yang selaras atau cocok untuk masuk dalam konten ulasan after taste produk maupun jasa.

Kekurangan dan Kelebihan Viral Marketing

Teknik viral marketing memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang paling nyata yaitu audiens menjadi pesimistis dengan produk maupun jasa yang ditawarkan suatu brand karena hasilnya kurang memuaskan.
Kelebihan dari viral marketing yaitu meningkatkan brand awareness serta traffic pada suatu postingan dan kunjungan ke situs resmi toko online maupun channel media sosial untuk jualan.
Viral marketing memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai jual produk maupun jasa. Salah-salah, audiens dapat menangkap maksud lain sehingga perlu outline yang jelas dan penekanan yang mudah ditangkap semua audiens.
Misalnya untuk mengonversi audiens menjadi pelanggan restoran, kemudahan QR Code dari Desty Menu dapat menjadi highlight keunggulan usaha atau restoran. Tanpa antre, tinggal Scan > Pesan > Bayar pelanggan menerima pesanan dari meja.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Menu.jpg