Mengenal Apa itu QRIS dan 3 Jenis Pembayarannya


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
QR Code saat ini bukan barang asing dalam transaksi jual beli. Sejak pandemi, pemerintah mengimbau transaksi jual beli melalui platform digital termasuk QRIS.
Pemindaian kode QR melalui ponsel mempermudah transaksi jual beli terutama pada nominal-nominal kecil di bawah seratus rupiah.
Meski metode pembayaran dengan metode QR Code mulai ramai dilakukan, belum banyak yang memprioritaskan metode pembayaran via QR Code.

Apa itu QRIS?

QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Standar pembayaran menggunakan kode QR yang telah sesuai dengan standar dari Bank Indonesia.
Mengutip laman resmi Bank Indonesia, QRIS merupakan standarisasi pembayaran metode kode QR dari Bank Indonesia untuk membuat transaksi jual beli lebih efisien, aman, dan lebih cepat.
Saat ini ada berbagai platform dompet digital yang memanfaatkan QRIS seperti OVO, GoPay, ShoppePay, DANA, LinkAja yang termasuk penyelenggaran jasa non-bank.
Sementara penyelenggara jasa bank antara lain BCA Mobile, Sakuku, Maybank QR Pay, QRIS BRI, QR Danamon, BRISPay, Jenius QR, dan beberapa bank lain yang menyediakan pembayaran via QRIS.

Kekurangan Pembayaran via QRIS

Meski terbilang memudahkan, ada beberapa kekurangan dalam pembayaran via QRIS:

1. Butuh Sinyal Internet

Memindai kode QR membutuhkan sinyal internet yang kuat saat melakukan transaksi. Pada beberapa transaksi via QRIS dari jasa bank membutuhkan konfirmasi kode PIN. Pastikan internet stabil dan menekan PIN sambil ditutup dengan tangan yang lain.

2. Belum Semua Penjual Terbiasa Menggunakan QRIS

Pembayaran via QRIS terbilang baru di era digital sekarang. Pemilik usaha perlu diberi pelatihan tentang do and don’ts juga kelebihan dan kekurangan saat melakukan transaksi menggunakan QRIS.

3. Kemudahan Meningkatkan Perilaku Konsumtif

Kemudahan transaksi yang ditawarkan dapat membuat konsumen menjadi lebih konsumtif dan ingin terus membelanjakan uang yang dimiliki. Sebagai pemilik usaha, tentunya menguntungkan bagi Sobat Desty. Namun, jika perilaku konsumtif terus menerus terjadi akan merugikan dari sisi pelanggan juga.

4. Limit Transaksi via QRIS

Per Maret 2022, Bank Indonesia meningkatkan jumlah transaksi via QRIS dari Rp5 juta menjadi 10 juta tiap transaksi. Namun, dalam jumlah sebanyak itu disarankan untuk tetap menggunakan metode debit atau transfer untuk menghindari gagal transaksi.

Tiga Jenis Pembayaran QRIS

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, pembayaran metode QRIS dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

Merchant Presented Mode atau MPM Statis

Pada QRIS MPM Statis pemilik usaha menampilkan bentuk cetak kode QRIS di kasir. Pelanggan tinggal memindai kode QR menggunakan ponsel, memasukkan PIN, kemudian bayar. Jika transaksi berhasil, pemilik usaha dan pelanggan akan menerima notifikasi rincian transaksi.
QRIS MPM Statis cocok digunakan oleh pemilik usaha skala kecil dan mikro.

Merchant Presented Mode atau MPM Dinamis

QRIS MPM Dinamis disediakan oleh pemilik usaha terlebih dahulu dengan memasukkan nominal pembayaran kemudian mencetak kode QR. Pelanggan memindai kode QR tersebut dan melakukan pembayaran.
QRIS MPM Dinamis lebih tepat digunakan oleh pemilik usaha skala menengah dan besar dengan nilai transaksi dalam jumlah besar.

Customer Presented Mode atau CPM

QRIS CPM merupakan transaksi dengan kode QR dari pihak pelanggan yang dipindai oleh pemilik usaha. Jadi, alurnya terbalik dari kedua QRIS MPM, ya.
QRIS CPM lebih cocok digunakan oleh pemilik usaha yang membutuhkan alur transaksi yang cepat seperti saat membayar parkir atau membayar jasa transportasi umum kereta dalam kota.
Itu dia sekilas tentang QRIS, kekurangan dan cara kerjanya. Agar terhindar dari penipuan, pastikan Sobat Desty memindai QRIS yang telah disediakan oleh pemilik usaha. Selain itu, pastikan menekan PIN dengan menjaga kerahasiaan PIN.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Blog Desty Menu.jpg