Apa Itu Pre Order dan Cara Memaksimalkannya untuk Bisnis


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Open PO atau pre order, pernah mendengar istilah ini?
Mungkin, kata pre order udah enggak asing di telinga Teman desty, tapi ini adalah salah satu strategi bagi pebisnis online untuk menyiasati modal yang mepet.
Apa itu pre order? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Bagaimana cara memaksimalkannya untuk bisnis?

Apa Itu Sistem Pre Order (PO)?

Melansir Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, arti dari pre order adalah sebuah perintah memesan barang atau benda.
Bukankah sama saja dengan membeli?
Jadi begini, jika Teman desty membeli barang, barang tersebut sudah tersedia stoknya alias sudah berbentuk fisik.
Namun, berbeda dengan sistem PO atau pre order yang mana kamu memesan barang dan membayarnya terlebih dahulu.
Kemudian, penjual akan mengirimkan produk yang kamu beli pada waktu yang telah dijanjikan.
Misal, open pre order parfum dari tanggal 9 sampai 20 Desember maka kamu harus melakukan pembayaran sebelum tanggal 20 karena tanggal 21, barangmu akan segera dikirimkan.
Mudahnya, pre order adalah order dulu sebelum dapat.

Keuntungan dan Kerugian Sistem Pre Order

Sistem PO memang nggak asing dan terbilang menguntungkan, baik dari sisi konsumen maupun penjual.
Namun, yang namanya sistem tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kemudian, apa kelebihan dan kekurangan pre order?

1. Kelebihan Sistem PO

Keuntungan pre order, kamu bisa menawarkan produk lebih banyak.
Selain itu, produk dijamin 100 persen laku karena Teman desty hanya akan memproduksi atau melakukan penyediaan atas barang yang sudah lunas terbayar.
Di sisi lain, adanya sistem PO membuat usahamu enggak menumpuk banyak stok, modal yang digunakan kecil, minim risiko rugi, dan konsumen bisa membeli produk khusus.

2. Kekurangan Sistem PO

Sedangkan kerugian pre order, konsumen harus menunggu produk ready, siap, atau jadi.
Selain itu, apabila salah perhitungan bisa menyebabkan kekecewaan pada pelanggan karena kualitas atau ekspektasi enggak terpenuhi. Dan bisa juga stok habis.
Umumnya, open PO saat:
  • Produk kustom
  • Produk impor
  • Produk populer yang stoknya terbatas sedangkan permintaan membludak
Tentunya, bukan hanya ketiga alasan itu saja terjadinya PO. Namun, kebanyakan karena tiga hal tersebut.

Cara Memaksimalkan Pre Order

Sebagai salah satu sistem jual beli, tentu ada cara agar pre order menghasilkan dampak yang baik untuk bisnis. Lalu, apa triknya?
  1. Tahu kualitas produk. Dengan memahami kualitas produk, kamu bisa terhindar dari kekecewaan pembeli yang lantas enggan berbelanja lagi. Dengan mengerti seberapa bagusnya produk, kamu juga bisa mendapatkan loyalitas pelanggan.
  2. Pilih vendor yang kredibel, bereputasi baik, dan sudah terjamin kualitasnya demi mendapatkan kepercayaan pelanggan.
  3. Tentukan target penjualan. Kamu harus punya target konsumen dan target penjualan demi mendapatkan tujuan yang ingin kamu raih.
  4. Maksimalkan jadwal PO pada akhir bulan sampai awal bulan, antara tanggal 25 sampai tanggal 10. Ini cukup efektif untuk mendapatkan banyak pembeli.
  5. Perhatikan jumlah order yang masuk kemudian catat detail. Jangan sampai terlewat.
  6. Alur pemesanan jelas demi memudahkan konsumen memahami sistem PO.
Meskipun banyak untungnya, nyatanya kamu juga enggak bisa menutup mata atas kerugian dari sistem ini.
Sebelum melakukan pre order, calon customer pasti melakukan riset apakah pemilik toko trustable dan official.
Nah, kamu bisa memulainya dengan bio link tool praktis desty.page yang merangkum selutuh media sosial, link official merchant, juga marketplace tempat kamu berbisnis.
Enggak masalah kalau kamu enggak jago desain, yang penting punya materi dan link untuk disematkan di landing page desty.
Jika kamu belum memiliki akun marketplace, ada desty.store yang memudahkan kamu dan calon pelanggan berinteraksi langsung tanpa bergantung pada ekosistem marketplace.
Setelah nyobain desty.page dan desty.store jangan lupa share pengalaman kamu ya!