Apa itu Bandwagon Effect dan Contohnya dalam Bisnis


main img here
Posted by:
Author Unknown
-Published by:
Sering mengikuti tren-tren terkini di sekeliling kamu? Mungkin Sobat Desty lagi ikutan yang namanya bandwagon effect.
Kecenderungan mengikuti tren terkini dari hal-hal kecil di sekeliling, seperti cara berbicara atau perilaku meniru disebut bandwagon effect.
Bandwagon effect merupakan bagian dari fenomena psikologis. Namun, fenomena ini mampu mendongkrak penjualan dan eksposur dalam bisnis.

Apa itu Bandwagon Effect?

Bandwagon effect adalah kondisi ketika perilaku seseorang diadopsi oleh beberapa orang di sekitar. Mengutip dari laman Alodokter, dampak dari bandwagon effect terkadang memicu cara berpikir dan bertindak yang salah atau tidak yakin pada diri sendiri.
Gambaran singkat tentang bandwagon effect yaitu ketika tren terkini diikuti oleh banyak orang untuk mencapai tujuan yang sama. Praktisnya, bandwagon effect merupakan fenomena mengadopsi atau meniru.

Contoh Bandwagon Effect

Ada berbagai macam contoh bandwagon effect di antaranya tren kue artis, tren mengenakan aksesori tertentu, tren NFT, tren membuat konten video vertikal, dan contoh lain.
Dalam bisnis, bandwagon effect dapat disebut mendompleng kesuksesan pionir atau inisiator ide. Teknik adopsi yang dilakukan tidak 100% diterapkan, tetapi mirip nyaris sempurna.
Contoh terbaru dari bandwagon effect yaitu fenomena Citayam Fashion Week yang secara organik terjadi dan viral di media sosial.
Gaya berpakaian Jeje dan Bonge yang menjadi bintang dalam fenomena ini banyak diadopsi dan memotivasi remaja tanggung sebaya mereka berdandan serupa di Citayam Fashion Week.
Selain itu, ada juga bandwagon effect yang tidak dianjurkan untuk ditiru seperti tren menabrakkan diri ke jalan untuk menghadang truk maupun bis.
Umumnya bandwagon effect hadir untuk memenuhi keinginan pasar yang belum mampu mengikuti tren terkini atau terpengaruh untuk ikut dalam tren terkini.

Faktor Penyebab Bandwagon Effect

Penyebab bandwagon effect disebabkan oleh beberapa hal seperti:

1. Terpengaruh Lingkar Pertemanan

Lingkar pertemanan terdekat bisa menjadi penyebab terjadinya bandwagon effect. Fenomena ini biasanya terjadi agar terlihat kompak.

2. Ingin Diterima

Agar diterima oleh suatu komunitas atau kelompok, bandwagon effect acapkali ditemui bahkan di beberapa tengah-tengah pergaulan.

3. FOMO

Fear of missing out atau FOMO bisa menjadi penyebab seseorang mengalami fenomena bandwagon effect. Ingin mengikuti tren terkini, seseorang rela melakukan apapun agar tidak merasa FOMO.

Bandwagon Effect dalam Dunia Bisnis

Apakah ada manfaatnya ketika mengikuti bandwagon effect dalam dunia bisnis? Ada tetapi mungkin tidak sesukses pionirnya.
Misalnya tren batu akik atau tren boba tea yang sempat heboh. Fenomena boba tea melahirkan beberapa brand baru selain Chatime dan Ban Ban.
Tren bandwagon effect juga umumnya dimulai dari para kreator maupun influencer yang bekerja sama dengan brand tertentu untuk kepentingan promosi dan eksposur.
Itu dia sekilas tentang bandwagon effect dan contohnya. Sekilas mungkin teknik ini disebut mengadopsi atau meniru tanpa disadari oleh orang-orang sekitar.
Dalam dunia bisnis, penerapan bandwagon effect dapat dilakukan untuk mengikuti tren terkini dan menjangkau pasar yang belum dapat menjangkau tren tersebut.
Selamat mencoba, Sobat Desty!
CTA Button Desty Omni.jpg